
ryshaka membatalkan niatnya untuk datang kembali ke morena club siang itu, club malam yang menjadi awal mula kesalahpahaman itu terjadi
ryshaka harus datang ke cafe miliknya karena ada masalah yang harus dia selesaikan terlebih dahulu
jonathan pun akhirnya pergi ke perusahaan sebelum mengantar ryshaka menyelidiki semua yang sudah terjadi
"kenapa bisa terjadi hal seperti ini?" tanya ryshaka kepada seluruh karyawan cafe nya yang sudah berada di ruangan pribadi milik ryshaka
"kami sendiri tidak tahu bos tiba-tiba saja ada beberapa pengunjung yang membuat keributan disini mengatakan kalau cafe kita menggunakan bahan-bahan berbahaya dan membuat mereka masuk rumah sakit karena keracunan makanan padahal sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini" sahut salah satu karyawan di cafe shaka
"apa kalian mengenali siapa orangnya? ciri-cirinya bagaimana? apa mereka memberikan bukti atas apa yang mereka ucapkan?" tanya ryshaka lagi
"kami baru pertama kali melihat orang itu bos, kami selalu hapal setiap pengunjung yang setia datang ke cafe kita dan kami rasa mereka semua bukan pelanggan tetap cafe kita dan mereka tidak membawa bukti apapun bos"
"pasti ada yang sengaja menyabotase cafe kita, kalian cek cctv yang merekam kejadian ini dan periksa setiap sudut yang kita pasang cctv di cafe hari ini lalu kalian copy semuanya ke dalam flasdisk lalu serahkan pada saya" titah ryshaka
"baik bos" jawaban semua karyawan serempak
semua karyawan keluar dari ruangan ryshaka dan kembali mengerjakan pekerjaannya masing-masing
mata ryshaka memicing ketika masih ada karyawan wanita yang berdiri dan menatapnya begitu intens
ryshaka tahu sejak pertama kali karyawan wanita itu bekerja selalu mencari perhatian kepada ryshaka namun ryshaka tak pernah menanggapinya
"bos tangannya kenapa? bos terluka?" tanya karyawan wanita itu sok peduli kepada ryshaka
"tidak apa-apa, kamu bisa keluar dan kembali mengerjakan pekerjaanmu" jawab ryshaka dengan ekspresi wajah yang sangat datar
"apa mau saya obati bos sepertinya lukanya parah" tawar karyawan itu ngeyel melihat luka di tangan ryshaka yang masih terbuka belum tertutup perban
"tidak perlu" jawab ryshaka
"memangnya istri bos kemana? kenapa tidak mengobati tangan bos yang terluka, istri macam apa itu" cerocos karyawan wanita itu tidak tahu malu
"selain urusan cafe kamu tidak berhak mencampuri urusan pribadi saya bersikaplah lebih sopan, keluar dan kembali bekerja"
"tapi bos..."
"saya bilang keluar jangan sampai saya membuat hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja disini" sentak ryshaka karena sudah jengah dengan karyawannya yang selalu mencari-cari perhatian kepadanya
ryshaka memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, ryshaka menyenderkan badannya di kursi kerjanya ryshaka menatap langit-langit ruangan itu dengan tatapan kosong belum selesai masalahnya dengan alana sekarang sudah muncul masalah baru yang membuat ryshaka pusing setengah mati
saat ini pikiran ryshaka hanya tertuju pada alana
ryshaka benar-benar takut jika alana pergi meninggalkannya
ryshaka bisa gila jika hal itu benar-benar terjadi
ryshaka memutuskan untuk menelfon keduanya sahabatnya untuk menyusulnya ke cafe ryshaka ingin menceritakan apa yang sudah terjadi di cafe miliknya
ryshaka berharap alex dan rendi bisa membantu untuk mencari tahu siapa dalang dari semua kekacauan di cafe nya hari ini
biarlah urusan cafe akan ryshaka serahkan kepada alex dan rendi untuk saat ini ryshaka hanya ingin fokus kepada alana
ternyata yang di katakan oleh doni benar adanya saat ini alana tengah mengandung dan usia kandungannya baru menginjak empat minggu
alana memegang hasil foto usg nya dengan tatapan kosong pikirannya tertuju dengan permasalahan rumah tangganya bersama ryshaka saat ini
"apa yang harus aku lakukan sekarang? menceritakan kehamilanku kepada ryshaka atau menyimpannya sendiri?" batin alana
"al kamu baik-baik saja?" tanya nadia melihat wajah alana yang tiba-tiba murung
"aku baik-baik saja nad tapi...." alana menjeda ucapannya dilema antara harus jujur kepada nadia atau tidak tentang pernikahannya yang sedang bermasalah
"tapi apa? kamu gak bahagia dengan kehamilan kamu?" tanya nadia lagi
"bukan seperti itu aku sangat bahagia dengan kehamilanku tapi aku dan ryshaka sedang bermasalah saat ini" jawab alana
"masalah apa lagi al?" tanya nadia namun alana hanya diam dan menundukan wajahnya lesu
"jangan menghindar dari masalah selesaikan baik-baik, apapun masalah kamu dengan ryshaka sekarang sebaiknya kamu mendengarkan penjelasan ryshaka terlebih dahulu jika memang kesalahannya ada pada suami kamu"
"tapi kesalahan dia sekarang sangat fatal nad" ucap nadia dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"kesalahan apa?"
"ryshaka selingkuh"
"what???" pekik nadia merasa tidak percaya jika ryshaka berselingkuh
"kamu tahu darimana kalau ryshaka selingkuh? apa kamu melihat dengan mata kepala kamu sendiri kalau ryshaka selingkuh hhmm?"
"ada noda lipstik wanita lain di kemeja ryshaka saat dia pulang dalam keadaan mabuk, kamu pasti paham nad tidak ada seorang istri yang akan merasa baik-baik saja ketika melihat ada noda lipstik di kemeja suaminya sendiri" ucap alana terisak
"apa kamu yakin kalau ryshaka sudah bermain gila dengan wanita lain hanya karena ada boda lipstik di kemejanya?" tanya nadia mengelus punggung alana
"entahkah nad akhir-akhir ini aku sangat sensitif apalagi ketika melihat wajah ryshaka yang datang dengan keadaan mabuk ingin sekali rasanya aku meninju wajahnya yang menyebalkan itu" sungut alana
"biarkan ryshaka menjelaskan terlebih dahulu al baru kamu mengambil keputusan jangan egois ingat saat ini kamu sedang mengandung anak ryshaka jangan sampai karena emosi sesaat kamu jadi menyesal seumur hidup"
setelah mengobrol panjang lebar alana meminta nadia untuk mengantarkan ke rumah papa surya, alana ingin menenangkan pikirannya dulu untuk saat ini dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk ryshaka
sebentulnya memang alana tidak yakin bahwa ryshaka sudah berselingkuh namun entah mengapa sudah beberapa hari terakhir ini tiba-tiba alana merasa benci melihat wajah ryshaka namun tak lama kemudian alana bisa kembali bermanja-manja pad suaminya alan sendiri tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya sendiri
seperti saat ini alana sangat merindukan ryshaka tapi enggan untuk melihat wajah ryshaka
benar-bebar aneh bukan
"kak tumben pulang kesini? kak ry mana?" tanya ariana saat alana baru masuk ke dalam rumah namun bukannya menjawab alana malah menangis
"kak al kok nangis aku kan gak ngapa-ngapain kakak" ucap ariana merasa bingung dengan sikap alana
"kak ry baik-baik aja kan kak?" tanya ariana kembali membuat alana semakin menangis kencang
"aneh" gumam ariana mengerutkan keningnya