Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 53



Setelah Andrian membersihkan tubuhnya dan tertidur di samping Salsa. Kini Salsa-lah yang tidak bisa tidur. Dia hanya bisa memperhatikan wajah suaminya yang kelelahan dengan tangan berada di pinggangnya.


“Pasti hari ini banyak yang kamu lalui ya, Mas. Wajah kamu lelah banget,” ucap Salsa pada dirinya sendiri seraya mengelus kepala suaminya. Lalu mencium kening suaminya lama.


Ketika Salsa mencium kening Andrian, entah kenapa dia merasa bayinya seolah menendang perutnya. Salsa pun langsung menjauh dari kening Andrian lalu mengubah tubuhnya jadi berbaring ingin merasakan apakah bayinya sungguh menendang perutnya, tapi ternyata dia tidak merasakan apapun.


Salsa menghela nafasnya seraya mengusap perutnya. Dia kira, bayinya menendang perutnya ternyata tidak. Salsa pun meraih tangan Andrian yang tadi sempet terlepas dari pinggangnya. Lalu menaruhnya ke atas perutnya seraya Salsa gunakan untuk mengusapnya dan tiba-tiba Salsa merasakan tendangan itu.


Salsa pun tidak menyangka kalau bayinya akan bereaksi dan mungkin tadi bayinya pun bergerak karena dirinya mencium kening Andrian. Salsa jadi sangat senang. Besok dia akan memberitahu pada Andrian kalau bayinya sangat suka ketika ayah dan ibunya bersama.


…………………………………………………


Pagi-pagi sekali Andrian berangkat ke kantor. Bahkan Salsa yang baru bangun tidur tidak menemukan suaminya sama sekali. Salsa malah menemukan sebuah note kecil di atas HP-nya dengan tulisan,


“Maaf, aku harus berangkat pagi-pagi karena ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. Aku tidak tega membangunkanmu jadi jangan lupa untuk sarapan. Aku mencintaimu.”


Salsa pun tersenyum dan berusaha menurunkan ke dua kakinya dari kasur. Salsa kembali mengingat kejadian semalam ketika anaknya menendang perutnya. Apakah lebih baik nanti siang Salsa datang ke kantor Andrian membawakan makan siang dan sedikit bercerita tentang perkembangan bayinya?


Sejenak Salsa berpikir lalu dia tersenyum seraya beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi. Sepertinya, dia memang harus ke kantor suaminya supaya suaminya juga tidak lupa untuk makan siang.


Namun baru saja Salsa akan masuk ke kamar mandi. Seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya membuat Salsa terkejut.


“O…,Oka?” suara Salsa dan Oka segera menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya meminta Salsa agar tidak berisik.


“A…, ada apa?” kata Salsa dengan kaki bergetar.


“Di mana suamimu?” tanya Oka membuat mata Salsa membulat. Bagaimana bisa Oka tahu kalau Andrian suami Salsa? Kalau memang bukan Andrian yang Oka maksud. Oka tidak akan mungkin datang padanya, tidak mungkin Oka tiba-tiba mempertanyakan suaminya di mana dengan keadaan yang was-was.


“Di…, dia sudah pergi ke kantor,” jawab Salsa.


“Baiklah kalau begitu kau harus ikut aku,” kata Oka menarik tangan Salsa, tapi Salsa berusaha memberontak dengan takut.


“Tidak, aku tidak mau.” Kata Salsa membuat Oka langsung menatap tangan Salsa yang memberontak. Oka tahu kalau Salsa pasti ketakutan.


Oka pun melepaskan tangan Salsa, tapi dia mengubahnya dengan menggenggam tangan Salsa. “Kau percaya denganku kan? Aku tidak akan mungkin menyakitimu. Aku janji, aku akan melindungimu,” kata Oka dan entah keberanian dari mana. Salsa pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Oka yang kini menariknya.


“Salsa?!” teriak Gilang yang ternyata ditahan oleh beberapa orang bertubuh besar yang pasti anak buah Oka.


 


…………………………………………


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^