
"apa ada sesuatu yang belum kamu katakan sama aku?" tanya ryshaka menatap tajam alana
"apa sih" alana mencoba mengelak
"jangan bohong" ryshaka sedikit meninggikan suaranya
alana sedikit ketakutan melihat sorot mata ryshaka yang seperti akan melahapnya hidup-hidup, alana gugup entah harus bicara apa kepada ryshaka memang ini salah alana sendiri karena belum menyampaikan kabar bahagia itu kepada ryshaka
jo yang melihat situasi yang mulai tidak kondusif memutuskan untuk kembali ke kantor jo tidak ingin terlibat dalam peperangan dalam rumaj tangga alana dan ryshaka
"jawab al apa yang kamu sembunyikan dari aku" sentak ryshaka membuat nyali alana menciut
"aku......"
"jawab al"
"aku hamil ry" jawab alana tertunduk merasa bersalah
"sejak kapan kamu tahu kalau kamu hamil? kamu biarin aku kayak orang bodoh mendengar penjelasan dokter wahyu sedangkan kamu sudah tahu kalau kamu sedang mangandung, tega kamu al" ucap ryshaka kecewa dengan sikap alana
"dua hari yang lalu, bukannya aku tidak ingin mengatakannya padamu tapi kamu tahu sendiri hubungan kita sedang tidak baik dan baru hari ini kamu datang kesini buat ngasih penjelsan kemarin kemana aja?"
"tapi gak harus seperti ini juga, kamu sedang hamil kalau terjadi apa-apa sama kamu dan calon anak kita gimana? kenapa sih sifat keras kepala kamu gak pernah hilang, selalu mikirin diri sendiri, heran"
"siapa yang mikirin diri sendiri? kamu yang selalu bikin aku naik darah, kalaupun tidak terjadi sesuatu malam itu aku gak akan marah sama kamu dan gak akan pergi dari apartemen kalau mau ngomong itu di pikir dulu jangan asal ceplos"
ryshaka mengusap wajahnya kasar memang bukan sepenuhnya salah alana, mungkin waktunya saja yang tidak tepat di saat alana mengetahui dirinya sedang hamil tapi keadaan rumah tangganya yang sedang tidak baik-baik saja
"jadi beneran kamu hamil? periksa sama siapa?" tanya ryshaka mulai melembutkan nada suaranya
"nadia" jawab alana singkat
"kapan?" tanya ryshaka lagi
"dua hari yang lalu"
"apa kata dokter?" tanya ryshaka
alana pun memperlihatkan foto hasil usg nya, ryshaka melihatnya dengan senyuman yang begitu mengembang, ryshaka tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi seorang hot daddy secepat ini
"usia kandungannya masih 6 minggu" ucap alana
"jenis kelaminnya sudah bisa di lihat belum yank?" tanya ryshaka
"belum lah" jawab alana ketus
"jangan jutek-jutek dong aku minta maaf ya udah marah-marah sama kamu" ucap ryshaka memeluk alana dan mencium perut alana yang masih terlihat rata
"hhmmm" alana menjawab dengan deheman saja
"sayang makasih ya udah ngasih kebahagiaan yang sempurna buat aku, aku gak nyangka secepat ini kita akan menjadi orang tua" ucap ryshaka menatap wajah alana yang masih terlihat pucat
"iya, ingat jangan macam-macam lagi kamu berani bertingkah aku pergi jauh bawa anak kita" ancam alana
"sayang kok ngomongnya ngeri gitu" sahut ryshaka yang tak melepaskan pelukannya
"lagian banyak gaya pake acara mabok segala, mau jadi contoh yang gak baik buat calon anak kita nanti hah?"
"engga yank, maaf... udah ya jangan di bahas lagi janji gak gitu lagi"
"buktiin bukan ngomong doang"
"iya bumil jangan marah-marah terus harus happy"
"kamu yang bikin aku marah-marah terus"
ryshaka menggaruk tengkuknya yang tak gatal tidak akan menang kalau bicara dengan alana daripada urusannya bertambah panjang lebih baik ryshaka mengalah saja
ryshaka memeluk alana semakin erat menciumi ceruk leher alana yang terekspos ryshaka begitu merindukan alana apalagi saat ini alana mengenakan baju tidur yang sangat seksi bahkan paha nya akan terlihat sempurna jika tidak tertutup dengan selimut
dua bukit alana yang terlihat semakin menonjol di balik penutup kainnya menambah gairah di dalam jiwa ryshaka semakin meronta-ronta minta di tuntaskan
ryshaka membalikan tubuh alana agar menghadap ke arahnya
ryshaka hendak mencium bibir alana namun tiba-tiba alana menolaknya
"stop" ucap alana
"kenapa yank?" tanya ryshaka sedikit kecewa
"buka baju kamu" titah alana
"wah kamu udah gak sabar ya" sahut ryshaka tersenyum menyeringai
"aku gak suka aroma parfum kamu bikin mual yank" ucap alana menutup mulutnya yang hendak muntah kembali
"mana aku tahu, cepetan buka bajunya terus mandi ya jangan pakai parfum lagi"
"aku udah mandi yank, nanti aja mandinya kalau udah nengokin dedek bayi" rengek ryshaka
"jangan dulu nengokin dede bayi, kehamilan aku masih rentan nanti kalau usah sedikit kuat baru di tengokin"
"siapa yang ngomong gitu?" tanya ryshaka
"dokter lah"
"aku gak percaya nanti kita ke dokter lagi buat periksa lagi"
"kemarin kan baru periksa yank"
"kemarin kan sama nadia, sama aku belum"
"ishh nyebelin"
terpaksa ryshaka harus mengulangi acara mandi paginya karena keinginan alana, untung saja alana sengaja menyimpan baju ryshaka di rumah papa surya jika mereka menginap tidak harus repot-repot membawa baju
ryshaka keluar dari kamar mandi melihat alana sedang berdiri di dalam walk in closet sedang memilih baju untuk ryshaka
ryshaka menghampiri alana masih menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sebatas perut dan paha
ryshaka memeluk tubuh alana dari belakang menciumi ceruk leher alana
entah mengapa alana begitu menyukai aroma tubuh ryshaka setelah mandi membuat alana terbuai dengan apa yang sedang lakukan
tangan ryshaka mulai nakal menjelajah mere mas dua bukit sintal alana membuat alana menggelinjang dan mende sah tangan ryshaka mulai turun ke bawah mencari lembah basah yang sangat dia rindukan
"sayang aku ingin" bisik ryshaka di telinga alana
alana yang sudah si selimuti kabut gairah membalikan tubuhnya sendiri agar menghadap ke arah ryshaka
alana langsung mencium bibir ryshaka yang entah mengapa terlihat begitu menggoda
gai rah ryshaka semakin membuncah melihat alana yang begitu agresif menggerayangi tubuh atletis miliknya
alana mengecup setiap inci tubuh ryshaka sampai meninggalkan beberapa tanda cinta di dada ryshaka
"sayang aaaaahhhhhh" de sah ryshaka
alana semakin agresif mendorong tubuh ryshaka sampai terduduk di atas sofa
alana duduk di atas pangkuan ryshaka yang masih mengenakan handuk
alana menggo yangkan pinggulnya tanpa melepas cium an panas mereka membuat ryshaka semakin menggila
ryshaka yang sudah tidak tahan lagi membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuh alana ryshaka langsung melahap dua buah pepaya yang menggantung sempurna meninggalkan banyak jejak berwarna merah keunguan disana
"eughhhhhhh" leng uh alana
ryshaka mengangkat sedikit tubuh alana dan mulai memasukan senjata miliknya yang sudah berdiri tegak sempurna ke dalam lembah basah milik alana dengan perlahan
alana bergerak maju mundur dan menggo yangkan pinggulnya
ryshaka semakin menenggelamkan wajahnya di dada alana menye sap dan melu mat kedua aset alana begitu rakus
sedangkan alana semakin bergerak agresif di atas pangkuan ryshaka
"ough sayang ini nik mat" racau ryshaka di tengah permainan mereka
"sayang aaggghhhh" des ah alana meremas rambut ryshaka
ryshaka berniat untuk membalikan posisi namun alana menolak sampai akhirnya suara leng uhan dan desa han mereka menggema di seluruh ruangan saat mereka melakukan pelepasan secara bersamaan
"terima kasih mommy kamu luar biasa" ucap ryshaka mengecup bibir dan kening alana yang masih duduk di atas pangkuan ryshaka
"mau lagi" bisik alana membuat ryshaka kembali meremang dan tersenyum menyeringai
*
*
*
*
***selamat idul adha minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin para reader tersayang
jangan lupa dukungannya***