
Andrian mengerutkan alisnya. Detektif yang dia sewa cukup jeli. Orang kaya memang cukup sensitif dengan barang-barang yang mereka miliki. Jarang sekali orang kaya membeli barang yang harganya murah. Mereka suka membeli apapun dengan sesuatu yang berkelas dan mahal bahkan terkadang dengan seri tahun tertentu. “Dompet kosong? Tidak ada apapun kah di dalamnya?”
“Tidak ada, sepertinya dompet ini baru dan saya sedang mengusahakan mencari CCTV lain yang memungkinkan pelaku lewat rumah anda.”
“Baiklah, segera beritahu kembali perekembangannya.”
“Baik, Tuan. Oh ya, tentang Nona Aurel.”
“Ya?”
“Orang yang selalu dengannya yang bertubuh besar itu bukan hanya bodyguard biasa. Dia kekasihnya dan mereka sudah menjalani hubungan cukup lama.”
Kini mata Andrian terpejam. Lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing. Hari ini sungguh hari terberatnya.
“Baiklah, cukup.”
“Baik, selamat siang,” ucap Detektif Renald dan menutup sambungan mereka.
Sejauh ini yang Andrian tahu, dia memang harus berhati-hati dengan Aurel. Wanita itu memang gila, bisa-bisanya hadir di dalam hidupnya seperti ini.
……………………………….
Ting nong, ting nong.
“Sebentar,” teriak Salsa segera berjalan ke arah depan meninggalkan kue yang baru saja dia angkat. Hari ini dia akan membuat bolu coklat karena nanti malam akan makan bersama suaminya.
Salsa membuka pintu rumah dan betapa terkejutnya Salsa melihat siapa yang dia lihat.
“Oka?” suara Salsa.
Oka pun membulat melihat Salsa mengapa ada di sini.
“Kau? Kenapa kau…, ah…, kau bekerja di sini ya akhirnya?”
Salsa pun tersenyum dan mengangguk pelan. “Ayo masuk, kau kenapa di sini? Ada perlu apa?” tanya Salsa.
“Ohhhh ini rumah kekasihku yang pernah aku ceritakan sebelumnya. Aku harus mengambil beberapa bajuku yang aku tinggal di sini. Siang ini aku ada perjalanan bisnis bersama kekasihku ke luar negeri.”
Kaki Salsa terasa lemas, tapi beruntung dia berdiri di dekat dinding sehingga bisa berpegangan kuat di sana.
“Aku akan ke atas dulu dan ingin sedikit berbincang denganmu, lama kita tidak bertemu.” Kata Oka mengacak rambut Salsa seperti adiknya sendiri, tapi Salsa sungguh tak menyangka kalau kekasih yang Oka maksud adalah Aurel.
Apa Oka tidak tahu kalau Aurel menikah dengan Andrian?
…………………………………………………
Salsa menyiapkan minuman dan kue untuk Oka. Begitu Oka turun membawa beberapa bajunya. Dia tersenyum melihat Salsa yang sedang mencuci piring dengan sangat lincah sekali.
“Bagaimana kabarmu dan bayimu?”
Salsa membalikkan tubuhnya dan melihat Oka mengambil posisi duduk di atas bangku meja makan. Dirinya tahu bahwa itu disajikan memang untuknya sehingga Oka langsug meminum jus jeruk yang Salsa hidangkan.
“Kami baik,” kata Salsa segera mengusap tangannya hingga kering dan duduk di samping Oka.
“Kau bilang akan pulang ke rumah majikanmu kembali? Kenapa kau malah bekerja di sini?”
Salsa terdiam. Apakah dia harus mengatakan tentang siapa majikannya? Tapi sepertinya…,
“Aku sudah bilang padamu kalau aku tidak akan pernah kembali.”
Oka mengangguk pelan. “Iya memang kau sangat tidak ingin kembali, tapi waktu itu kau menghubungiku akan kembali ke majikanmu. Kau bahkan memberikanku kunci apartemen dan juga dompet baru untukku sebagai tanda terima kasih sudah memberikan tumpangan.”
Salsa tersenyum. “Apa kau suka dompetnya?”
Oka mengangguk pelan. “Sesuai dengan seleraku,” ucap Oka lalu mengambil kue buatan milik Salsa dan langsung melahapnya.
“Apakah enak?” tanya Salsa dan seperti biasa meskipun pria bertubuh besar ini menakutkan tapi bagi Salsa, Oka adalah orang yang baik. Meski dia tidak menyangka bahwa Oka ternyata kekasih Aurel.
…………………………………………………
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^