
ryshaka semakin mengeratkan pelukannya sampai tak ada jarak di antara mereka ryshaka menciumi setiap inci wajah alana tanpa ada yang di lewati sedikitpun
alana yang masih dalam keadaan masih polos tentu saja membuat sesuatu yang di bawah sana kembali on ryshaka yang sebenarnya juga masih sama polos sudah tak bisa lagi menahan hasratnya untuk tidak bercinta dengan alana yang semakin terlihat seksi dan sangat cantik di mata ryshaka
"ry jangan mulai lagi" rengek alana yang masih merasa sangat lelah dan bagian bawahnya masih terasa sedikit perih karena permainan ryshaka
"one more please, janji akan pelan-pelan" mohon ryshaka dengan muka bantalnya yang masih terlihat tampan dan menggemaskan
"bohong kamu gak bisa kontrol kalau udah main" cebik alana
"sayang please kamu gak liat dia udah on gini, masa tega aku udah gak tahan banget ini" ryshaka semakin merengek
"badan kamu masih demam juga masih aja nakal, istirahat biar cepet sembuh" omel alana
"makanya sekali lagi ya pasti akan cepat sembuh aku janji apapun yang kamu mau aku turutin deh, please sayang aku gak kuat" rengek ryshaka dengan sorot mata yang sudah berselimut gai rah
"apapun?" tanya alana
"yeah" jawab ryshaka mulai mencumbui setiap lekuk tubuh alana
"janji?"
"promise"
"aku ma..... mmmpppthhh"
belum sempat alana melanjutkan kembali ucapannya ryshaka sudah lebih dulu membungkam bibir alana, ryshaka terus menye sap dan mel umat bibir sek si alana dan tangannya yang mulai nakal mere mas dua bukit menjulang milik alana yang sudah di hadiahi dengan banyak stempel cinta dari pertempuran sebelumnya
dan penyatuan itu kembali terjadi kali ini ryshaka melakukannya dengan sangat pelan dan begitu lembut membuat alana semakin terbuai dan merasa terbang ke atas nirwana karena permainan ryshaka membuatnya semakin melayang
alana dan ryshaka sama-sama menge rang dan men desah nik mat saat keduanya melakukan pelepasan entah untuk yang keberapa kalinya siang itu
"terima kasih sayang kamu membuatku menggila karena ini" ryshaka mengecup kening alana yang basah karena keringat
"kamu garang ry aku kewalahan" sahut alana dengan mata terpejam membuat ryshaka terkekeh
"salah sendiri kenapa nik mat banget makanya aku ketagihan" bisik ryshaka menggigit kecil telinga alana
"diem gak, aku benar-benar lelah ryshaka" tekan alana yang sudah sangat lemas di gempur habis-habisan oleh suaminya
"cepat hadir ya baby gemes" ucap ryshaka mengusap perut rata alana berharap alana akan secepatnya mengandung benih cinta mereka
alana menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan ryshaka yang sudah sangat ingin mempunyai keturunan, alana pun tak menolak mengingat usia alana yang sudah cukup untuk meneliki seorang anak malah alana yang merasa ragu kalai ryshaka belum benar-benar siap menjadi seorang ayah mengingat sikapnya yang masih labil dan mudah berubah-ubah kalau di lihat dari segi financial alana tidak meragukan hal itu karena ryshaka meskipun tingkahnya kadang masih seperti anak kecil tapi ryshaka sudah menjadi seorang suami yang bertanggung jawab bahkan bisa menafkahi alana dari hasil kerja kerasnya sendiri meskipun status ryshaka yang masih sebagai mahasiswa dan alana bangga akan hal itu
"yank kamu udah kepengen punya baby ya?" tanya alana saat keduanya sedang menikmati makan malam mereka saat ini
"pengen banget malah, kamu masih ragu?" ryshaka balik bertanya kepada alana
"yakin gak orang kamu aja masih labil gini, aku takut kamu belum benar-benar siap aja jadi ayah itu gak mudah lho di usia kamu yang masih muda dan pasti tanggung jawab kamu juga akan bertambah" sahut alana
"usia aku sama kamu itu cuman selisih dua tahun yank, udah pantes lah aku punya anak lagipula aku gak mau sampai kamu ninggalin aku makanya aku pengen cepet-cepet punya anak biar kamu gak bisa kabur" celetuk ryshaka membuat alana heran
"salah satunya memang itu tapi yang paling utama aku mau kehadiran anak di antara sebagai bukti cinta kita aku sayang banget sama kamu melebihi apapun yang ada di dunia ini, aku ingin menyempurnakan pernikahan kita dengan hadirnya seoranh anak dan aku sudah sangat siap untuk menjadi seorang ayah kamu jadi khawatir tentang itu, jujur aku takut banget suatu saat kamu ninggalin aku yank kalau ada anak kan kamu mikir lagi kalau mau ninggalin aku" sahut ryshaka blak-blakan
"kenapa kamu punya pikiran kalau aku bakalan ninggalin kamu?" tanya alana lagi
"kamu itu ngambekan aku salah sedikit aja langsung kabur dan aku gak mau sampai hal itu kejadian lagi"
"kamunya yang bikin ulah terus makanya jangan suka keganjenan kalau jadi suami mentang-mentang ganteng tebar pesona sana sini" ceploa alana membuat ryshaka mengukum senyum
"ciiee yang udah ngakuin kalau suaminya ganteng" ucap ryshaka mendekati dan memeluk alana
"ya kalau kamu gak ganteng aku gak mau lah nikah sama kamu, selain ganteng kamu juga banyak duit makanya aku mau" kekeh alana
"masih aja gak mau ngaku yank, udah main buka-bukaan juga masih aja nutupin perasaan kamu sendiri"
"itu aku udah akuin yank, aku takut dengan wajah kamu yang tampan ini banyak wanita yang menggoda kamu terus aku takut kamu berpaling kalau suatu saat aku udah gak cantik lagi apalagi ketika aku hamil nanti dengan perut buncit pasti gak akan menarik lagi di mata kamu"
"kamu itu bicara apa justru nanti di saat perut kamu membuncit karena mengandung anak kita kamu akan terlihat sangat cantik dan semakin seksi dan satu hal yang perlu kamu tahu dan harus kamu ingat mau seberapa banyakpun wanita yang mencoba mengusik rumah tangga kita aku gak akan berpaling, yang aku mau cuma kamu yang menjadi ibu dari anak-anak ku kelak" ucap ryshaka membuat alana tersanjung sekaligus merasa geli dengan gombalan suaminya
"gombalnya gak kuat" alana tertawa renyah
"kok ketawa? aku serius loh ini bukan gombal jarang-jarang kan aku ngomong serius"
"I love you more hubby" ucap alana mengecup bibir ryshaka sekilas
"I love you too, more and more" balas ryshaka membawa alana ke dalam pelukannya
alana beruntung memiliki suami seperti ryshaka yang memberikan banyak warna dalam hidupnya meskipun berawal dari sebuah keterpaksaan namun alana tidak dapat memungkiri bahwa apa yang sudah ryshaka lakukan sudah menjadi pengaruh besar dalam hidup alana saat ini alana bisa meyakini bahwa dirinya sudah jatuh begitu dalam kepada sosok suami brondongnya dan satu hal yang alana rasakan ini alana tidak ryshaka meninggalkannya
"skripsi kamu bagus gak ada yang harus di revisi hanya perlu menyelesaikan beberapa bab lagi" ucap alana membuat mata ryshaka berbinar
"sayang kamu"
"iya aku yang menyimpannya dan aku sudah memeriksanya hasilnya bagus"
"jadi aku bisa lulus tahun ini dong"
"maybe yes maybe no"
"kok gitu?"
"selesaikan dulu semuanya baru aku bisa ngasih kesimpulan"
suara dering ponsel alana membuat ryshaka dan alana menghentikan obrolan mereka sejenak
alana melihat layar ponselnya ternyata ariana yang menelfonnya
"ada apa nana menelfonku malam-malam begini" gumam alana seraya menjawab panggilan telfon dari ariana