
alana ijin ke kantin rumah sakit sebentar untuk membeli minum ryshaka sudah menawarkan diri untuk mengantarnya namun alana menolak
di perjalanan menuju kantin alana tanpa sengaja alana berpapasan dengan doni yang baru keluar dari ruangannya
rasa kesal di hati alana semakin memuncak ketika melihat wajah doni yang sok ketampanan itu menghampirinya
"al kamu disini? siapa yang sakit?" tanya doni basa basi
"nadia" sahut alana singkat
"nadia sakit? padahal aku baru bertemu dengannya tadi siang dia masih baik-baik saja" ucap doni
"bukan fisik nadia yang terluka tapi hatinya, permisi aki buru-buru" alana meninggalkan doni yang masih mematung tidak mengerti dengan ucapan alana
"maksud alana apa? kenapa dia tiba-tiba sejutek itu padaku?" gumam doni berjalan menuju ruangan pasien yang akan dia periksa
betapa terkejutnya doni saat masuk ke dalam ruang rawat melihat Nadia yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit di temani ryshaka dan jonathan
nadia hanya diam tak menyapa doni sama sekali ketika doni mulai memeriksa keadaan nadia
sampai selesai memeriksa pun di antara Doni dan nadia tidak bertegur sapa seperti dua orang asing yang saling tidak mengenal
melihat sikap doni yang berubah menjadi dingin nadia yakin untuk melupakan rasa cintanya yang baru tumbuh adalah keputusan yang sangat tepat
"apa pasien sudah bisa di perbolehkan pulang hari ini dok?" tanya jonathan
"sebetulnya di sarankan untuk di rawat satu malam saja untuk mengembalikan kondisi tubuh pasien agar benar-benar fit kembali" ucap doni yang terus memandang nadia
"baiklah, jika itu yang terbaik kami menerima saran anda dok" sahut jonathan
"tapi aku ingin pulang sekarang, aku sudah baik-baik saja tidak ada luka yang serius juga untuk apa lama-lama diam di sini malah tambah sakit nantinya" ucap nadia membuat doni melirik ke arahnya
"tunggu alana dulu, istriku yang akan memutuskan bu nadia pulang atau harus di rawat dulu" seloroh ryshaka
tak berselang lama alana datang membawa minuman untuk dirinya dan untuk ryshaka juga jonathan
alana mengerutkan keningnya ketika melihat doni ada di antara mereka dan melihat betapa nadia tidak nyaman dengan keberadaan doni disana
"yang meriksa kamu doni nad" tanya alana sedangkan nadia hanya menjawab dengan anggukan kepala saja
"aku sarankan nadia harus di rawat dulu satu malam al biar badannya kembali fit lagi" sahut doni
"aku terserah nadia saja" ucap alana ketus
"aku mau pulang al, aku bosan disini" sahut nadia cepat
"baiklah kita pulang malam ini juga" seru alana
"tapi al kondisi nadia masih sangat lemah dia mengalami dehidrasi yang sangat hebat" cegah doni
"apa pedulimu don jangan bersikap seolah-olah kamu takut nadia kenapa-napa tapi sebenarnya kamu yang seharusnya di salahkan dengan keadaan nadia sekarang, cepat jo urus kepulangan nadia malam ini aku tidak ingin sahabatku semakin sakit jika terlalu lama diam di rumah sakit ini"
ryshaka dan jonathan mengerutkan keningnya merasa heran dengan sikap alana yang mendadak jutek kepada doni, jonathan yang sudah mengerti dengan perubahan sikap alana langsung keluar menyelesaikan administrasi agar nadia segera bisa pulang namun berbeda dengan ryshaka yang terus menatap alana heran karena setau ryshaka, alana dan doni sangat berhuhungan baik mengingat terakhir kali mereka bertemu saat memeriksa ryshaka tempo hari tapi kenapa sekarang sikap alana berbanding terbalik dengan sikapnya yang kemarin
sedangkan doni yang merasa terpojokan akhirnya memilih keluar dari ruangan itu dan merenungi kesalahan apa yang di maksud oleh oleh alana
"sayang are you oke?" tanya ryshaka tiba-tiba memeluk alana
"kenapa tiba-tiba jutek aku salah apa lagi hhmm?" ryshaka semakin erat memeluk tubuh alana tanpa peduli ada nadia di antara mereka
"aku kesal sama doni kalau gak ingat dia dokter disini ingin sekali aku meremas wajahnya yang sok kegantengan itu" geram alana membuat ryshaka mengerutkan keningnya
"bukannya kamu sama dia berteman baik kenapa sekarang jadi begini?"
"dia sudah menyakiti nadia dan secara tidak langsung sudah merendahkan harga diri nadia, aku tidak terima sahabatku di perlakukan seperti itu"
"al sudahlah bukan sepenuhnya salah doni, aku juga salah disini" timpal nadia yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit
"manusia tidak ada yang sempurna nad setidaknya dia harus bicara agar tidak menyinggung perasaanmu, baru menjadi dokter saja sudah sombong aku doakan dia agar menikah dengan janda tiga anak" alana terus saja mengucapkan sumoah serapahnya
"sebenarnya ada apa ini? apa hubungannya doni dengan nadia?" tanya ryshaka semakin heran
"nanti aku ceritakan di rumah dan kamu masih punya utang sama aku ya" sahut alana menatap tajam ke arah ryshaka
"utang apa?" tanya ryshaka tak mengerti
"jambu jamaica malam ini juga kamu harus mendapatkan jambu itu kalau engga malam ini kamu tidur di kamar tamu" ancam alana
"sayang kenapa kejam sekali dimana aku harus mendapatkan jambu itu malam-malam begini" ryshaka mencebik
"terserah ini kan anakmu yang meminta jangan menyalahkanku" sahut alana tak mau tahu
"ternyata ngidam wanita hamil lebih menyeramkan" gerutu ryshaka
"bicara apa kamu hah?" sentak alana
"tidak, baiklah setelah ini kita cari jambu jamaica nya ya sayangku, istriku belahan jiwaku" ucap ryshaka tersenyum terpaksa menahan dongkol di dalam hatinya
nadia yang melihat tingkah alana dan ryshaka menahan tawanya nadia tahu ryshaka sedang menahan rasa kesalnya karena tingkah alana yang sedikit menyebalkan karena kehamilannya
ada rasa lega di hati nadia melihat alana sudah bahagia dengan pasangan yang sangat menyayanginya dan menerima sikap alana yang keras kepala apalagi sekarang alana dan ryshaka akan di karuniai seorang anak semakin menambah kebahagiaan di dalam rumah tangga alana dan ryshaka
"sudah siap? ayo pulang" ajak jonathan yang baru datang setelah menyelesaikan administrasi
"sudah ayo" seru ryshaka
"nad kamu pulang ke rumah papa dulu ya, aku juga sedang menginap di rumah papa ariana pasti senang kamu menginap" ucap alana yang sudah berada di dalam mobil
"iya" sahut nadia yang duduk di samping jonathan yang sedang mengemudi sedangkan ryshaka dan alana duduk di kursi belakang
alana menyenderkan kepalanya di dada ryshaka karena merasa pusing, ryshaka mengelus-elus puncak kepala alana dan mengecupnya berulang kali
ketika sedang di dalam perjalanan alana melihat pohon jambu jamaica yang sedang berbuah lebat
"jo berhenti" ucap alana sedikit berteriak
"sayang ada apa?" tanya ryshakka kaget
"itu" tunjuk alana pada pohon jambu di halaman sebuah rumah
"apa?" tanya ryshaka mengerutkan keningnya
"jambu jamaica ayok turun kamu petik buahnya buat anaka kita" alana menarik tangan ryshaka keluar dari mobil