
Menyenangkan sekali karena Salsa dan Andrian bisa berenang bersama di hotel yang mereka sewa. Awalnya Salsa menolak karena dia masih belum pintar berenang dan keadaan perutnya yang membesar membuat Salsa semakin ragu, tapi tentu saja Andrian tidak akan membuat istrinya tenggelam.
“Aku sudah capek, Mas.” Kata Salsa pada Andrian. Andrian pun membawa tubuh istrinya ke pinggir dan dia membantu Salsa menaiki tangga di pinggir kolam hingga Salsa benar-benar sudah berhasil naik ke atas dan duduk menikmati orange juice yang telah disediakan.
“Mas, kita mau sampai jam berapa di sini? Katanya mau jenguk Nayla.”
Andrian hampir saja lupa. Andrian pun keluar dari kolam renang dan menghampiri Salsa yang menyodorkan handuk ke arahnya.
“Terima kasih, Sayang.” Ucap Andrian mencium pipi Salsa lalu merebut minuman Salsa.
“Mas, itu kan minumanku. Punya Mas yang ini,” kata Salsa memberitahu minuman lain yang masih utuh belum diminum.
“Yaudah itu buat kamu. Kamu habisin ya setelah itu kita berangkat.”
“Oke, Mas mandi duluan gih.” Suruh Salsa.
………………………………………………
“Apa kau yakin?” tanya Yoga pada Nayla.
Nayla menyentuh kerutan wajah pria yang selama ini sangat dia rindukan. Sudah berapa lama dia koma hingga membuat prianya berubah, tapi dengan ini Nayla sangat bahagia bisa melihat Yoga begitu memujanya.
Nayla menganggukkan kepalanya. “Tapi…, kau bukan yang pertama. Apa kau akan kecewa padaku?” tanya Nayla.
Yoga menggelengkan kepalanya. “Aku tidak peduli tentang itu. Aku hanya peduli tentang bagaimana kau mencintaiku dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya lagi.”
Sementara Yoga tak menyangka kalau dirinya akan melakukan ini, tapi apa boleh buat karena ini adalah permintaan Nayla. Yoga sudah pernah janji pada dirinya sendiri kalau dirinya akan mengabulkan apapun yang Nayla minta saat siuman nanti.
Meski Yoga pun tak menyangka kalau Nayla akan meminta dirinya untuk menghamilinya. Ide gila dari mana yang membuat Nayla yang baru siuman beberapa hari yang lalu meminta ini, tapi Yoga sudah terlanjur berjanji pada dirinya sendiri. Maka, di sinilah Yoga, di kamarnya yang dulu. Mereka berencana untuk melakukannya setelah dokter mengizinkan Nayla pulang dengan ribuan bujukan serta alasan-alasan yang Yoga miliki.
“Kau mencintaiku?” tanya Nayla tiba-tiba.
Yoga pun menatap mata Nayla. “Aku sudah menunggumu siuman. Kau pikir itu apa? Hanya rasa kasihan tidak akan membuatku setertekan ini. Kau bisa melihat mata panda yang aku miliki. Apa tidak cukup jadi bukti kalau aku memang menjagamu setiap hari di sana?”
“Aku bukan yang pertama, tapi aku ingin jadi yang terakhir untukmu.” Ucap Yoga berbisik di telinga Nayla.
Nayla pun memeluk tubuh Yoga hingga tubuhnya kadang sedikit terangkat. Namun Nayla suka, Nayla sangat suka dengan gerakan mereka. Yoga sungguh membuatnya semakin tak bisa berhenti mencintainya.
……………………………
Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe. Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!
Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^