Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 94



"ada apa ini?" tanya ryshaka yang baru saja sampai di kampus


,


"tuh liat aja sendiri ry?" tunjuk rendi dengan dagunya


"siapa yang nyebarin foto-foto gue sama alana hah?" tanya ryshaka dengan wajah yang sudah menahan amarah


"kita belum tahu siapa yang ry tapi saat ini yang lebih penting gimana caranya supaya alana gak tahu tentang berita ini, ibu hamil gak boleh stres ry" sahut nadia


"ini gak bisa di diemin bu nadia, sudah termasuk pencemaran nama baik kalau begini kalau rektor kampus sampai tahu bisa salah paham?"


"nih ry" alex menyodorkan ponsel milik marisa


"apaan nih" tanya ryshaka melongo


"ponsel lah masa golok" sahut alex terkekeh


"iya gue tahu maksud gue ini ponsel siapa kenapa di kasih ke gue" ryshaka merasa heran


"itu ponsel punya marisa"


"marisa? kok bisa?"


"gue curiga kalau dia yang lakuin ini semua makanya gue ambil ponselnya kali aja di dalam ponselnya masih ada foto-foto lo sama bu al"


belum sempat ryshaka membuka ponsel marisa dia sudah di panggil terlebih dahulu olek rektor kampus


ryshaka memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut ryshaka bisa menebak apa yang akan terjadi di ruang rektor setelah ini


dengan penuh percaya diri ryshaka melangkahkan kakinya menuju ruang rektor, ryshaka akan menjelaskan semuanya agar tidak ada yang salah faham lagi tentang kedekatannya dengan alana


ryshaka tidak ingin semua beranggapan buruk tentang alana apalagi saat ini alana sedang mengandung buah cinta mereka ryshaka tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan istri dan calon anaknya gara-gara berita tidak berbobot seperti ini


sepanjang perjalanan menuju ruang rektor ryshaka mendengar cuitan para mahasiswa yang membicarakan dirinya dengan alana, tidak sedikit para mahasiswi yang memang menjadi fans berat ryshaka menjelek-jelekan alana yang menurut mereka alana lah yang sudah menggoda ryshaka yang tak lain adalah mahasiswanya sendiri namun ryshaka mencoba menahan emosinya biarlah nanti kebenaran yang akan membungkam mulut sia lan mereka


sedangkan alana yang baru saja selesai mandi merasa ada yang aneh karena pihak kampus memintanya untuk segera ke kampus padahal jelas-jelas pagi tadi alana sudah meminta ijin untuk tidak mengajar hari ini karena merasa tidak enak badan namun kenapa tiba-tiba pak tektor meminta alana untuk segera ke kampus dan tidak menerima bantahan


karena tidak ingin membuat masalah akhirnya alana terpaksa mengikuti keinginan pak rektor tanpa memberitahu ryshaka terlebih dahulu


"wah sang pemeran utamanya baru dateng nih" celoteh salah satu mahasiswi ketika melihat alana baru turun dari taksi


"masih berani dateng ke kampus ya gak tahu malu banget" timpal mahasiswi lainnya


"dikira dosen teladan eh tahunya mura han juga"


"maksud kalian apa bicara seperti itu sama dosen kalian?" tanya alaba dengan bada suara tinggi


"apa pantas ibu alana masih di hormati dengan kasus ibu yang hamil di luar nikah sama mahasiswa ibu sendiri? benar-benar memalukan" sinis marisa yang tiba-tiba muncul


"jaga bicara kamu marisa" sentak alana


"gak usah sok suci bu al, siap-siap aja di keluarin sama pihak kampus dengan cara yang tidak hormat"


alana semakin tidak mengerti dengan apa yang semua orang bicarakan tentang dirinya


dengan langkah lebar alana meninggalkan orang-orang yang menatapnya dengan sinis dan jijik


alana langsung menuju ke ruangan rektor tanpa memperdulikan ocehan semua irang yang terus merendahkan dirinya, sekuat tenaga alana menahan air matanya untuk tidak menetes alana ingin segera tahu apa yang sebenarnya terjadi


***tok


tok


alana mengetuk pintu ruangan rektor


"masuk" seru pak rektor dari dalam ruangan


alana terhenyak melihat ryshaka yang sudah duduk manis di hadapan rektor sembari tersenyum kepadanya


"silahkan duduk bu alana" titah pak rektor sopan


"baiklah karena kalian berdua sudah berada disini, saya to the point saja"


"bisa kalian jelaskan apa maksud dari semua ini" pak rektor bukti foto-foto alana dan beberapa video saat ryshaka mencium alana saat akan masuk ke apartemen mereka


ryshaka hanya santai melihat foto-foto dan video itu berbeda dengan alana yang mukanya tampak pucat


alana menatap wajah ryshaka dengan mata yang sudah berkaca-kaca spontan ryshaka menggenggam tangan alana tanpa memperdulikan tatapan tajam dari pak rektor


ryshaka seolah memberi kekuatan dan mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja


"ehem" deheman pak rektor melepaskan tatapan ryshaka dan alana


"siapa yang akan menjelaskan? saya tidak suka membuang-buang waktu saya dengan percuma" tegas pak rektor


"maaf sebelumnya pak bagaimana bapak bisa memiliki foto-foto dan video itu? apa ada seseorang yang sengaja memberitahu bapak?" tanya ryshaka sopan


"tidak penting saya dapat ini semua dari mana, saya hanya minta penjelasan kalian terutama dari anda bu alana" jawab oak rektor dengan tatapan tajam ke arah alana


"jadi apa maksud dari foto-foto dan video ini?"


"sebenarnya apa yang salah dengan foto-foto ini pak? tidak ada larangan kan kalau seorang dosen memiliki hubungan dengan mahasiswanya sendiri?" ucap ryshaka santai sembari tetap menggenggam erat tangan alana


"memang tidak ada larangan tapi ini bu alana hamil di luar nikah dengan mahasiswanya sendiri, ini aib ryshaka kalau berita ini sampai terdengar media bisa hancur reputasi kampus "


"apa salah jika salah mengantar istri saya pergi ke dokter kandungan dan memeriksa kehamilannya? apa sepasang suami istri akan memiliki momongan itu bisa dikatakan aib pak?"


"maksud kamu ry? bicara yang jelas jangan berputar-putar"


"saya dan bu alana sudah menikah pak" tegas ryshaka membuat pak rektor kaget tidak percaya


"jangan bercanda kamu ry, saya tahu kamu mahasiswa paling populer dan paling tampan di kampus ini tapi jika kamu mengaku-ngaku sebagai suami bu alana saya tidak akan percaya" pak rektor tergelak


"apa saya harus bawa buku nikah saya ke hadapan bapak dan semua penghuni kampus disini agar percaya? saya nikah sah secara hukum dan agama pak tidak ada larangan bukan jika saya menghamili istri saya sendiri, saya memang bukan pria baik tapi dalam urusan wanita saya sangat menghargai wanita yang saya cintai dan saya tidak berani menyentuh bu alana kalau bu alana belum sah menjadi istri saya" ryshaka dengan lantang menjelaskan semuanya


"apa benar yang di katakan ryshaka kalau kalian berdua sudah menikah bu alana?" tanya pak rektor kepada alana yang sedari tadi hanya diam saja


"be... betul pak saya sudah menikah dengan ryshaka delapan bulan yang lalu" jawab alana


"ya Tuhan kenapa kalian tidak laporan kepada pihak kampus kalau saya tahu dari awal mungkin tidak akan terjadi kesalahpahaman seperti ini"


"maafkan kami pak" ucap bu alana


"ya sudah tidak apa-apa, kalian berdua hanya perlu menjelaskan kepada semua yang ada di kampus ini kalau kalian sudah menikah bila perlu tunjukan buku nikah dan foto pernikahan kalian agar semuanya percaya"


"tapi kami tidak di suruh untuk bercerai kan pak?" celetuk ryshaka


"siapa saya yang harus menyuruh kalian bercerai, segera klarifikasi berita ini jangan sampai kesalahpahaman ini semakin melebar kemana-mana"


"tapi pak siapa yang sebenarnya memberitagu bapak tentang foto-foto itu saya penasaran pak" tanya ryshaka


"biar ini menjadi urusan saya, kamu tidak perlu tahu"


akhirnya ryshaka dan alana keluar dari ruangan rektor dengan perasaan lega, tidak akan ada lagi yang memandang rendah alana setelah ini jika masih ada yang berani memojokkan alana, ryshaka yang akan turun langsung menghajar siapapun orangnya karena dalam hal ini bukan alana yang seharusnya di salahkan tapi ryshaka yang memaksa alana untuk menikah dengannya dulu