
malam ini ryshaka kembali tidur tanpa pelukan hangat alana jika malam kemarin ada jonathan yang menemaninya berbeda dengan malam ini ryshaka hanya tidur berteman bantal dan guling saja
pikirannya jauh menerawang membayangkan jika alana benar-benar ingin berpisah dengannya
ryshaka bergidik ngeri membayangkan hari-harinya jika tanpa alana di sisi nya pasti akan sangat suram dan merana
ryshaka yang sudah mengetahui dalang di balik semua permasalahannya menggeram kesal jika bukan seorang wanita ingin sekali rasanya ryshaka menghajar orang itu sampai mati jika jika tak mengingat dosa
"livy bang sat" teriak ryshaka meluapkan amarah di dalam hatinya
lagi-lagi livy yang menjadi sumber utama kekacauan dalam pernikahan ryshaka dan alana bahkan bukan hanya itu ternyata yang membuat cafe ryshaka sepi dan merugi itu juga karena ulah livy yang sengaja membayar orang-orang untuk membuat berita yang tidak benar tentang cafe milik ryshaka untung saja Alex dan rendi begitu gesit menemukan dengan cepat siapa dalang utama dari semua kekacauan yang menimpa hidup ryshaka
sekarang ryshaka hanya memikirkan bagaimana caranya memberi hukuman yang pantas untuk livy
"selamat tidur istriku, semoga besok kamu sudah tidak berpikiran untuk meninggalkan aku lagi.... i miss you so much"
ryshaka mengirimkan pesan penghantar tidur untuk alana berharap alana akan membalas pesannya sekedar untuk melepas rindu setelah dua hari tidak berjumpa
alana menatap pesan yang di kirimkan oleh ryshaka, alana menyunggingkan senyumnya ternyata ryshaka memang benar-benar tak ingin alana pergi dari hidupnya
"i miss you too ry" ucap alana lirih tanpa membalas pesan dari ryshaka
alana tersenyum menatap ponselnya fotonya yang sedang tertawa bersama ryshaka menjadi wallpaper di ponsel miliknya
alana kembali teringat saat dulu dimana ryshaka sering menggodanya dan ingin menjadikan alana sebagai kekasihnya namun alana sama sekali tidak menyukai sikap ryshaka yang bandel dan tidak mementingkan pendidikannya apalagi alana tahu bahwa ryshaka sering bergonta ganti pacar membuat alana semakin tidak resfect dengan kelakuan ryshaka
dulu alana yang menolak keras ketika ryshaka datang untuk melamarnya dengan alasan usia ryshaka masih di bawah usianya dan setahu alana belum bisa mencari nafkah apalagi saat itu alana sama sekali belum mempunyai perasaan apapun kepada ryshaka
namun sekarang rasa cinta itu tumbuh dengab sendirinya tanpa di minta dan semakin hari rasa cinta alana semakin dalam kepada ryshaka membuat alana takut akan kehilangan suami brondongnya itu
"semoga saja yang aku pikirkan selama ini tidak benar, semoga ryshaka benar-benar setia dan tidak selingkuh" gumam alana lalu memejamkan matanya untuk menjemput mimpi
pagi ini alana terbangun kembali dengan rasa mual yang begitu hebat juga rasa pusing di yang tidak terhankan
alana terus memuntahkan semua isi dalam perutnya sampai tubuhnya terasa sangat lemas bahkan untuk berdiri pun rasanya alana sudah tidak kuat
papa surya langsung menghampiri alana karena terdengar suara alana yang sedang muntah-muntah
mata papa surya membola saat melihat alana terkulai lemas di bawah wastafel dengan wajah yang begitu pucat dan setengah sadar
"sayang kamu kenapa?" tanya papa surya merengkuh tubuh lemas alana
"pusing pa, mual" lirih alana terkulai lemas dan langsung tak sadarkan diri di pelukan papa surya
papa surya langsung menggendong tubuh alana dan membaringkannya di atas tempat tidur
papa surya berteriak memanggil ariana untuk segera menghubungi dokter
"kak al kenapa pa?" tanya ariana cemas
"kakak kamu pingsan cepat telfon dokter wahyu untuk kesini" titah papa surya
"iya, kak ry kasih tahu jangan?" tanya ariana ragu
"terserah kamu saja na"
sedangkan ryshaka yang baru saja terbangun dari tidurnya tiba-tiba merasa tidak enak hati pikirannya langsung tertuju kepada alana karena ryshaka tahu akhir-akhir ini alana selalu mual jika pagi hari
ryshaka semakin cemas karena takut terjadi apa-apa dengan alana
ryshaka bergegas menghubungi alana untuk menanyakan keadaannya
ttuuutttt...... tttuuuuttt...... tttuuuutttttt
"hallo ry"
"papa... al mana pa?"
"sebaiknya kamu kesini sekarang al pingsan"
"ya Tuhan.... ry kesana sekarang pa"
ryshaka langsung mematikan panggilan telefon dan bergegas untuk membersihkan dirinya
tak lama ryshaka keluar dari kamar mandi segera bersiap untuk ke rumah papa surya jadwal meeting yang harus dia lakukan pagi ini terpaksa jo yang harus menggantikannya
ryshaka sampai di rumah papa surya berbarengan dengan dokter wahyu yang baru saja sampai
keduanya beriringan masuk ke dalam rumah setelah saling menyapa
ryshaka tertegun melihat alana yang sedang terlelap dalam keadaan wajahnya yang sangat pucat namun tetap terlihat cantik
"alana kenapa pak surya?" tanya dokter wahyu seraya mengeluarkan peralatannya dari dalam tas
"alana sempat muntah-muntah dok, dia mengeluh katanya kepalanya sangat pusing lalu pingsan" jawab papa surya
"baiklah saya periksa dulu" ucap dokter wahyu menyunggingkan senyumnya sudah paham apa yang terjadi dengan alana
"dok istri saya kenapa?" tanya ry cemas saat dokter memeriksa alana
"kapan terakhir kali istri kamu datang bulan?" tanya dokter wahyu
"saya lupa dok memangnya kenapa?"
"sepertinya alana tengah mengandung sebaiknya kamu bawa alana ke dokter obgyn untuk memastikannya"
"alana hamil dok? dokter tidak berbohong kan?" tanya ryshaka dengan wajah yang berbinar
"perkiraan saya seperti itu ry, untuk lebih jelas kamu bawa alana ke dokter mia ya
saya hanya akan memberikan vitamin saja biar tubuh alana tidak terlalu lemas" jawab dojter wahyu
dokter wahyu pamit pulang dan di antar oleh papa surya sampai teras rumahnya
ryshaka duduk di samping alana yang masih terlelap
jika memang yang di katakan dokter wahyu benar adanya ryshaka akan menjadi pria yang paling bahagia saat ini karena ryshaka memang sangat menantikan hadirnya buah cinta antara dirinya dan alana
ryshaka mengecup kening alana sampai tidur alana merasa terusik
"sayang" ucap ryshaka saat alana membuka matanya
"papa mana? kenapa kamu ada di sini" tanya alana
"papa lagi nganter dokter wahyu ke depan, masih pusing?" tanya ryshaka melihat alana memegang kepalanya di jawab anggukan oleh alana
"kamu kenapa disini ry?" tanya alana ketus
"aku kangen sama kamu, jangan marah lagi ya aku minta maaf semalaman aku gak bisa tidur karena gak meluk kamu" jawab ryshaka jujur
"bohong"
"serius, mana tangan kamu siniin"
"mau apa?" tanya alana
ryshaka langsung menarik tangan alana dan memakaikan kembali cincin pernikahan mereka di jari manis alana
"jangan pernah di lepas lagi ya" ucap ryshaka mengecup tangan alana
"aku masih marah sama kamu" sungut alana
"gak apa-apa kamu masih marah tapi jangan pernah tinggalin aku, aku bisa gila yank"
"kamu yang bikin aku marah terus"
"iya aku minta maaf"
ryshaka mencoba untuk mengecup bibirnya yang sudah dua hari ini dia rindukan namun belum sempat ryshaka mengecup bibir alana, alana terlebih dahulu membungkam mulutnya dengan tangannya
"aku udah mandi lho yank" ucap ryshaka menghirup aroma tubuhnya
"aku mual, kamu pake parfum apa sih. au nya gak enak" alana langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan lagi isi perutnya