
ryshaka memandang pohon jambu jamaika yang di inginkan alana jujur saja seumur hidup ryshaka belum pernah memanjat pohon apapun kecuali memanjat alana di atas ranjang
ryshaka bergidik ngeri belum apa-apa ryshaka takut akan terjatuh dari atas pohon jambu itu padahal pohon jambu di hadapannya tidak begitu tinggi di panjat oleh anak sd saja sangat mudah
alana meminta ijin kepada sang pemilik rumah mengeluarkan jurus mautnya untuk mengijinkan alana memetik beberapa jambu jamaika untuknya dengan alasan alana sedang hamil muda dan sedang mengidam ingin memakan jambu jamaika itu
akhirnya setelah berbincang cukup lama sang pemilik rumah mengijinkan alana untuk memetik jambu jamaika miliknya dengan syarat tidak akan memetik habis jambu jamaika yang sedang tumbuh lebat itu
saat keluar dari dalam rumah alana mengernyitkan keningnya ketika melihat ryshaka yang hanya diam memandang pohon jambu di hadapannya
"sayang kenapa di liatin terus? ayo manjat keburu malam" ucap alana membuyarkan lamunan ryshaka
"ini tinggi sayang, kalau aku jatuh kan gak lucu aku ngeri adik kecilku cedera" sahut ryshaka bergidik ngeri
"ini pohon gak terlalu tinggi bocah aja bisa manjat masa kamu gak bisa" kekeuh alana
"suruh jo aja ya, aku ngeri yank" tolak ryshaka secara halus
"gak ada jo lagi nemenin nadia di mobil, orang ini anak kamu kok masa nyuruh orang lain" ketus alana
terpaksa ryshaka menaiki pohon jambu yang tingginya tidak seberapa itu, baru saja menyentuh dahan pohon kakinya sudah mulai gemeteran keringat mulai bercucuran di pelipis ryshaka
alana yang melihat ryshaka merasa sangat gemas ingin sekali rasanya mendorong ryshaka agar segera manjat ke atas pohon itu dan memetik buah jambu yang sangat alana inginkan namun sayang rasa takut mengalahkan segalanya belum sempat ryshaka memanjat ke atas pohon kakinya sudah semakin lemas tubuhnya melorot seperti tak bertulang
alana yang sudah sangat jengkel langsung memanjat ke atas pohon itu tanpa memperdulikan dirinya yang sedang hamil muda
"sayang kamu mau ngapain" tanya ryshaka dengan wajahnya yang terlihat pucat pasi
"mau terbang" sarkas alana
"mau manjat lah nyuruh kamu sampai lebaran monyet juga gak bakalan di turutin" ucap alana lagi yang sudah sangat kesal kepada ryshaka
nadia yang sedang bersandar di kursi mobil membulatkan matanya kala melihat alana yang tiba-tiba manjat ke atas pohon tanpa memperdulikan teriakan ryshaka di bawahnya
nadia langsung keluar dari mobil sampai membangunkan jo yang sempat tertidur karena kelelahan bagaimana tidak lelah setelah seharian mengurus pekerjaan yang sangat menumpuk di tambah dengan kejadian dimana jonathan nyaris menabrak nadia dan sekarang jonathan terpaksa harus menjadi supir ryshaka karena ryshaka sedang malas menyetir dan menyuruh jonathan untuk menyimpan mobil milik jonathan di rumah sakit
benar-benar ajaib kelakuan bosnya yang satu ini
"al kamu udah gila ya, inget janin di dalam perut kamu astaga" teriak nadia yang sudah berada di bawah pohon jambu itu
"aku baik-baik aja nad jangan khawatir" balas alana dengan berteriak
"kenapa bukan kamu yang manjat ry, kok tega sih nyuruh istri yang lagi hamil muda manjat pohon kalau ada apa-apa sama kandungannya gimana?" bentak nadia yang merasa kesal dengan ryshaka
"ada apa ini?" tanya jonathan yang menghampiri mereka
"bos kamu udah gak waras jo nyuruh alana yang lagi hamil manjat pohon" ketus nadia melirik tajam ke arah ryshaka
"astaga ry bisa gak sih phobia lo gak kambuh di saat yang gak tepat" umpat jonathan menatap kesal ke arah ryshaka
"sayang hati-hati" teriak ryshaka yang masih terduduk lemas
"bodo amat" sinis alana yang masih asik memetik buah jambu itu
pukul 11 malam alana, ryshaka, nadia dan jonathan tiba di kediaman papa surya dengan langkah lemas ryshaka mencoba merangkul pundak alana namun dengan cepat alana menepis kasar tangan ryshaka
nadia dan jonatahan yang melihat raut wajah kekecewaan alana sangat mengerti jika kali ini alana benar-benar kesal kepada ryshaka
"kalian baru pulang?" tanya papa surya yang baru keluar dari ruang kerjanya
"iya om barusan abis manjat pohon jambu dulu buat alana" jawab nadia jujur
"oh gitu, kalian sudah makan?" tanya papa surya lagi di jawab anggukan kepala oleh semuanya
"kalian istirahat saja ini sudah malam, nadia kamu tidur sama ariana saja sudah dari tadi dia nunggu kamu dan kamu jo tidur di kamar tamu saja" titah papa surya yang sebenarnya juga sudah sangat mengantuk
akhirnya alana, ryshaka, nadia dan jonathan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing
ryshaka terus membujuk alana agar tidak marah kepadanya ryshaka lagi-lagi harus bersabar karena memang mood wanita hamil benar-benar sensitif
ryshaka harus berlapang dada karena malam ini alana tidak ingin tidur satu ranjang dengan ryshaka
tanpa memperdulikan ryshaka yang menatap ke arahnya alana yang baru saja selesai membersihkan dirinya langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan ryshaka
ryshaka hanya mengusap wajahnya kasar melihat alana yang sangat sulit untuk di bujuk
selang beberapa menit saja alana kembali ke kamar dengan membawa jambu jamaika hasil petikannnya tadi
alana membawa jambu itu ke arah balkon ryshaka terus memeprhatikan gerak gerik alana yang membuatnya penasaran untuk apa alana membawa jambu itu ke balkon
"yang ngapain?" tanya ryshaka
"konser" jawab alana sekenanya
"jangan ngambek terus dong aku minta maaf, aku bener-bener phobia manjat pohon sayang" ucap ryshaka jujur
"alasan" gerutu alana dengan mulut yang terus mengunyah jambu yang sedari pagi dia inginkan
"demi apapun aku gak boong tanya jo saja kalau gak percaya"
"kamu sama jo sama saja, kang modus"
"serius yank ih jangan ngambek lagi" rengek rsyhaka seperti anak kecil
"tau ah kesel, kesel, kesel banget sama kamu sana jauh-jauh. jangan kaget ya kalau aku nyari daddy baru buat anak kita" ancam alana membuat ryshaka naik pitam
"coba aja sana kalau berani, aku gak segan-segan matahin tulang leher pria manapun yang mau ngerebut kamu dari aku"
"gimana mau matahin leher orang manjat pohon jambu yang tingginya gak seberapa aja kamu gak bisa"
"sayang udah dong, itu juga makan jambunya jangan banyak-banyak nanti sakit perut"
"B-O-D-O A-M-A-T" ucap alana sengaja menekan ucapannya karena sangat jengkel dengan suaminya
pada akhirnya untuk malam ini ryshaka terpaksa harus tidur di atas sofa karena alana masih kesal dengannya
alana yang sudah tertidur pulas membuat ryshaka semakin merana karena alana dengan sengaja memakai lingerie warna merah menyala kesukaan ryshaka memperlihatkan dua aset milik alana yang menyembul dan sangat menggoda bagi ryshaka
ryshaka meremat rambutnya frustasi melihat alana yang sangat menggoda dan membangunkan adik kecil ryshaka
ryshaka merasa kepala atas bawahnya cenat cenut melihat tubuh seksi alana yang terekspos hanya di tutupi kain tipis yang melihatkan semua aset berharga milik alana apalagi dengan alana yang tidak mengenakan bra membuat hasrat ryshaka semakin membuncah namun tak bisa untuk di salurkan
"nasib- nasib,, siap-siap migren kepala atas bawah gue malam ini" umpat ryshaka menahN sesuati di bawah sana yang terasa sangat sesak