
Andrian melihat tubuh Salsa dari belakang sudah agak melebar, tapi entah kenapa di mata Andrian istrinya sangat seksi. Bahkan ketika Salsa menyuruhnya untuk duduk di bangku meja makan. Andrian benar-benar tidak bisa berhenti menatap tubuh istrinya.
Andrian pun bangkit dari duduknya. Dia memeluk Salsa dari belakang tidak peduli istrinya masih tidak siap. Dia sungguh senang bisa memeluk Salsa seperti ini.
“Nanti malam aku akan tidur di kamarmu.” Bisik Andrian.
“Ke-kenapa di kamarku?” tanya Salsa terdengar bodoh. Tentu saja karena mereka suami-istri memang apa salahnya tidur bersama.
“Aku ingin memelukmu seperti ini sebelum dan sesudah aku tidur.” Kata Andrian dan Salsa tersipu malu mendengarnya. Sayang saja Andrian tidak bisa melihatnya karena dirinya memeluk Salsa dari belakang.
“Boleh?” tanya Andrian.
Salsa terdiam sejenak. Dia merasa pipinya semakin memerah dan suhu tubuhnya panas-dingin. Terdengar sangat aneh dan berlebihan, tapi Salsa tidak tahu kenapa tubuhnya bereaksi seperti ini.
“I-iya Mas,” jawab Salsa dan Andrian pun mencium tengkuk Salsa. Dia suka aroma bayi di tubuh Salsa. Benar-benar wanita yang sederhana dan membuat Andrian candu di sepanjang hidupnya.
“Mas, aku sedang menyiapkan makan,” kata Salsa, tapi Andrian tidak mau berhenti memeluk istrinya.
Andrian pun melepaskannya dan kembali ke bangku semula. Sementara Salsa menghela nafasnya perlahan merasa lega.
…………………………………………………………………
Setelah akhirnya berhasil makan malam bersama. Andrian pun membersihkan tubuhnya dengan air hangat di kamarnya. Lalu seraya bersiul senang, Andrian turun dari lantai atas menuju kamar istrinya.
“Salsa,” panggil Andrian.
“Sedang apa kau di sini?” tanya Andrian pada Gilang.
“Oh Tuan maaf, saya hanya mampir ke dapur untuk makan sebentar. Malam-malam seperti ini perut saya terkadang tiba-tiba lapar.” Kata Gilang.
“Saya lihat kamu sudah selesai makannya. Apa tidak lihat sekarang jam berapa? Kau harus menjaga keamanan di luar,” kata Andrian membuat Gilang langsung berdiri dari bangkunya.
“Iya Tuan, saya baru selesai dan akan kembali bekerja.”
“Yasudah sana!” kata Andrian lalu melirik ke arah istrinya. “Kamu juga! Sedang hamil jangan terlalu sering tidur malam. Tidak bagus untuk janinmu,” kata Andrian pada Salsa, padahal dia sangat cemburu istriya berbincang pada Gilang. Sepertinya, selama Andrian tidak di rumah. Mereka sering kali bercakap-cakap atau bahkan tertawa bersama seperti tadi.
Andrian melihat ke arah Gilang yang masih belum beranjak. “Kamu! Cepat sana ke luar,” kata Andrian dan Gilang segera lari meninggalkan dapur dengan berat hati. Padahal dia sedang asyik berbincang dengan wanita yang di sukainya.
Begitu kepergian Gilang meninggalkan mereka berdua. Andrian pun menghela nafas. Dia mengangkat tubuh istrinya membuat Salsa menjerit. “Mas, mau apa?” kata Salsa melihat wajah Andrian yang marah.
“Mau apa katamu? Tentu saja dirimu. Kau sudah membuatku marah jadi kau perlu dihukum,” kata Andrian membawa Salsa ke kamar dekat dapur di mana Salsa selalu tidur di sana.
Lalu menjatuhkannya ke atas ranjang. Andrian menguasai tubuh Salsa dan tak kuasa untuk segera mencium bibir istrinya. Salsa pun terkejut, tapi Salsa membiarkannya.
...........................................
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^