
"kenapa kamu senyum-senyum begitu? apanya yang lucu?" tanya alana mengerutkan keningnya
"baru kali ini terjadi dalam sejarah hidupku pagi ini aku sudah mandi tiga kali yank" sahut ryshaka tertawa
"ini sudah tengah hari bolong yank bukan pagi lagi"
"terserahlah mau pagi atau siang yang penting aku bahagia" sahut ryshaka kembali senyum-senyum tidak jelas
"kamu kenapa sih aneh banget?" tanya alana lagi
"kamu ganas banget sayang aku kewalahan lho" bisik ryshaka memeluk alana dari belakang
"ishhh jangan di bahas terus aku malu" ucap alana dengan wajah meronanya
"aku suka kamu agresif kayak gitu yank, bikin nagih gak mau berenti kalau gak ingat calon anak kita" ryshaka mengelus perut alana kemudian mengecupnya penuh kasih sayang
"tapi dede bayi gak apa-apa kan? perut kamu gak merasakan apapun kan?" tanya ryshaka khawatir
"aku baik-baik saja jangan berlebihan" jawab alana
"tadi kamu hot banget yank takut anak kita terkejut merasakan gempa dadakan" ucap ryshaka tertawa lepas
"mulai deh" alana mencubit perut ryshaka kesal sekaligus malu
"sayang sakit ih kebiasaan suka nyiksa suami sendiri"
alana hanya mendelik mendengar ucapan ryshaka yang terkadang bikin alana geleng-geleng kepala
setelah melakukan olahraga pagi yang begitu panas tadi, tubuh alana merasa sangat segar tidak merasakan pusing lagi bahkan rasa mual yang tadinya datang ketika mencium aroma tubuh ryshaka seakan menghilang begitu saja
kini alana sudah berpakaian rapi karena akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilannya lagi
sebetulnya alana sangat malas untuk pergi kemanapun namun karena ryshaka yang terus memaksanya akhirnya alana menyerah dan mengikuti keinginan suaminya
dddrrrtttt....... dddrrrtttttt..... dddrrrtttttt
saat akan masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja ponsel ryshaka berdering
ryshaka langsung menjawab panggilan dari jonathan
"hallo jo ada apa?"
"..................."
"baiklah, gue kesana sekarang sama alana"
"kenapa?" tanya alana saat ryshaka mengakhiri panggilan telfonnya
"ada hal penting yang harus aku urus, kamu ikut aku ya" jawab ryshaka
"ke rumah sakit nya gak jadi?" tanya alana lagi
"nanti saja rumah sakitnya juga gak bakalan pindah" jawab ryshaka asal
alana dan ryshaka langsung melesat meninggalkan rumah papa surya dan segera pergi menemui jonathan di cafe milik ryshaka
alana penasaran dengan raut wajah ryshaka yang tiba-tiba berubah seperti menahan amarah suasana di dalam mobil pun begitu hening tidak ada percakapan sama sekali antara alana dan ryshaka
mau bertanyapun alana mengurungkan niatnya karena sudah terlanjur malas melihat wajah masam ryshaka
tiga puluh menit berlalu ryshaka dan alana sampai di cafe milik ryshaka
disana sudah ada jonathan, alex dan rendi dan ada seorang wanita yang membuat alana dan ryshaka menggeram menahan amarah mereka
ryshaka mengajak alana turun dari mobil menatap tajam kearah livy
"ikut gue" titah ryshaka kepada jonathan, alex dan rendi tentu saja dengan livy yang di bawa masuk ke dalam ruangan pribadi milik ryshaka
sama hal dengan alana yang masih terdiam melihat livy, alana ingin tahu hal apa yang akan di lakukan ryshaka kepada wanita yang sudah terang-terangan ingin menghancurkan rumah tangga mereka
"mau lo sebenernya apa liv?" tanya ryshaka
"maksud kamu apa ry?" tanya livy pura-pura tidak tahu
"gak usah berlagak sok polos lo, muak gue melihat wajah lo yang munafik itu" sahut alex merasa geram dengan tingkah livy yang tak tahu malu
"gue beneran gak ngerti maksud kalian itu apa" ucap livy dengan wajah menyebalkannya
"cukup livy, berhenti lo main-main sama gue selama ini gue diem karena gue masih nganggep lo itu sebagai temen gue tapi ternyata gue salah besar, lo semakin di diemin semakin ngelunjak....
gue peringatin sama lo berhenti ganggu pernikahan gue sama alana dan berhenti mengusik apapun yang berhubungan dengan hidup gue" sentak ryshaka dengan kemarahan yang sudah berada di ubun-ubun
"seharusnya kamu sadar ry aku bertindak bodoh seperti ini karena kamu, karena kamu yang gak pernah membalas perasaan aku kamu selalu mengacuhkan aku dan lebih memeilih perawan tua itu" tunjuk livy kepada alana dengan tak tahu malunya
"bang sat" ryshaka semakin geram dan melayangkan tangannya untuk menampar livy namun alana tiba-tiba mencegahnya
"kenapa sayang?" tanya ryshaka saat tangannya di genggam oleh alana
"aku tidak suka pria yang kasar kepada wanita apalagi sampai main tangan" jawab alana menurunkan tangan ryshaka dan mendekat ke arah livy membuat ryshaka mengerutkan keningnya
plakkk
satu tamparan mendarat di pipi livy
"sepadan bukan? saya harap tamparan yang saya berikan bisa membuat kamu kembali waras....
carilah kebahagiaan tanpa harus merusak kebahagiaan orang lain" ucap alana yang cukup menohok di hati livy
"sayang kamu hebat" ryshaka langsung memeluk alana tanpa memperdulikan orang-orang yang berada di ruangan itu
"dia bukan lawan yang sepadan buat kamu sayang, apa kamu mau di sebut pria pengecut karena melukai seorang wanita" ucap alana membuat ryshaka merasa bangga memiliki istri seperti alana
"jo apa kamu sudah melaporkan semuanya ke polisi?" tanya ryshaka kepada jonathan
"beres bos" jawab jonathan mengacungkan kedua jari jempolnya
"sayang kenapa harus berurusan dengan polisi segala?" tanya alana
"kalau dia tidak di berikan hukuman yang setimpal dia gak akan jera sayang, dia pasti akan selalu mengganggu kita kamu lupa aku nyaris jadi duda karena dia" jawab ryshaka
"tapi yang dia lakukan bukan tindakan kriminal sayang" ucap alana
"biar alex dan rendi yang akan menceritakan apa saja yang dia perbuat sampai aku melaporkannya ke polisi....
jo urus wanita sia lan itu"
"baik bos"
ryshaka mengajak alana, rendi dan alex untuk duduk di meja pelanggan yang berada di rooptop
alex dan rendi langsung menceritakan apa saja yang sudah di lakukan oleh livy kepada ryshaka bahkan karena ulah livy ryshaka sampai mendapat kerugian di cafenya dan bukan hanya iti berkali-kali livy terus ingin menjebak ryshaka dengan memberikan obat perangsang kepada ryshaka dan menghasut beberapa investor yang akan berinvestasi di cafe milik ryshaka dengan menjelek-jelekan ryshaka di depan para investor
"astaga benar-benar gila" ucap alana setelah mendengar cerita dari alex dan rendi
"makanya ry sampai melaporkan livy ke polisi
bu, kalau hanya satu kali dia membuat masalah ry tidak akan memperdulikan itu tapi ini sudah berulang kali" sahut rendi
"semenjak ry menolaknya dia langsung kehilangan akal sehatnya bu al, hati-hati wanita sundal kayak gitu suka nekad bahkan rela menyakiti dirinya sendiri demi mendapatkan apa yang dia mau" seloroh alex
sedangkan ryshaka hanya diam memperhatikan alana dan kedua sahabatnya sedang berbicara serius