Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 68



Yoga dan Nayla terlihat memeluk satu sama lain. Sementara Andrian berjalan begitu cepat masuk ke dalam rumah dengan meneriakkan nama Yoga.


“Yoga! Yoga! Kau dimana?! Sialan!” teriak Andrian. Dia sudah menggulung kemejanya ingin memukuli pria itu karena sudah memutuskan hal sepihak. Dia membawa Nayla dari rumah sakit tanpa memberitahu Andrian.


Salsa pun mengikuti langkah Andrian yang sangat marah. Salsa mencoba menenangkan suaminya yang dibakar oleh amarah. “Mas, sabar Mas jangan marah-marah seperti itu. Yoga tidak akan mungkin melakukan hal yang bahaya untuk Nayla. Dia pasti akan menjaganya,” kata Salsa.


Namun Andrian tidak percaya. Setelah tadi dia ke rumah sakit. Dokter yang menangani adiknya bilang kalau Yoga yang mengurus kepulangan Nayla. Nayla sudah siuman sejak lima hari yang lalu dan hari ini seharusnya Nayla belum diperbolehkan pulang, tapi Yoga meminta untuk Nayla dipulangkan saja. Yoga menjamin kalau Nayla tetap akan melakukan pengobatan secara intensif meskipun sudah di rumah.


Andrian tidak mendengarkan perkataan Salsa. Andrian malah sibuk mencari Yoga ke atas lalu ke dapur dan terakhir kamar Yoga yang pintunya terbuka. Andrian pun masuk ke dalam diikuti Salsa yang kelelahan mengikuti suaminya dari belakang. Namun betapa terkejutnya mereka berdua melihat apa yang terjadi dengan Nayla dan Yoga.


“Bajingan!” Andrian berjalan ke arah Yoga yang terlelap memeluk Nayla lalu menarik punggungnya dan dia layangkan satu pukulan mentah ke pelipis Yoga.


“Mas,” Salsa menarik tangan Andrian.


“Kamu diam di sana, Salsa. Aku harus memukuli ******** ini.” Yoga pun yang merasa dipukul langsung meringis dan Nayla yang mendengar keriuhan terbangun dengan wajah yang nampak terkejut.


“Kamu juga Nayla, bisa-bisanya siuman tujuh hari, tapi sudah melakukan hal ini! Otakmu di mana, hah?!” amarah Andrian.


Lalu Andrian kembali menarik Yoga yang hanya memakai boxer saja untuk kembali dia habisi membuat Nayla berteriak. “Jangan Mas, jangan! Hentikan! Yoga tidak salah apa-apa. Aku yang memintanya Mas! Aku meminta Yoga tidak memberitahu Mas karena aku tahu Mas juga sedang dirundung kesedihan.” Memang posisi ketika Nayla siuman, Andrian belum menemukan Salsa dan ketika Andrian menemukan Salsa pun tidak langsung mengabari Yoga. Semuaya hanya kesalahpahaman, tapi Andrian tidak menyangka kalau mereka berdua akan melakukan hal bodoh itu setelah Nayla dinyatakan siuman.


“Mas jangan Mas, aku mohon!! Aku yang salah! Aku yang memintanya melakukan ini! Aku mencintai Yoga, sangat mencintainya Mas!” ucap Nayla. Andai saja dia bisa berjalan, andai saja kakinya sudah tidak kaku seperti ini. Dia ingin menghampiri Yoga dan memeluk Yoga agar dia saja yang Andrian pukuli.


“Mas sudah Mas,” pinta Salsa juga sedari tadi tidak didengar hingga membuat Salsa kelelahan dan pingsan seketika.


“Salsa!” teriak Nayla. Andrian pun menolehkan kepalanya melihat istrinya yang pingsan. Andrian langsung panik dan mengangkat tubuh istrinya.


“Sayang, kau kenapa?!” teriak Andrian, wajahnya kini berkeringat mengkhawatirkan apa yang terjadi pada istrinya. Dia periksa ke arah bawah tapi tidak ada cairan apapun baik ketuban yang pecah ataupun darah. Dia sungguh panik.


“Yoga tolong telepon dokter,” pinta Nayla dan Yoga meski dalam keadaan babak belur tetap melakukan apa yang Nayla minta.


“Sayang, bangun!” Andrian terlihat sangat panik, sementara Nayla menunggu Yoga yang menghubungi dokter keluarganya.


 


 


…………………………


*jiahhh Nayla sama Yoga sih! Jangan lupa like dan komennya^^


 



Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!


Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^