Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 21



Nayla melirik ke arah Yoga yang seperti biasanya harus mengantarnya kemana pun dia pergi dan kali ini Nayla harus bertemu dengan orang yang akan memakai jasa baju pengantinnya. Sekali lagi Nayla melirik ke arah Yoga meyakinkan dirinya kalau pria ini tidak sedang mengkhawatirkan wanita lain saat bersamanya, tapi berulang kali Nayla memastikannya hanya kepedihan-lah yang akan dia dapat. Yoga pasti sedang memikirkan Salsa. Bahkan ketika Yoga sedang menyetir pun wajah Salsa yang pastinya sedang dia khawatirkan.


Nayla pun menghembuskan nafasnya lewat mulut dan kembali memperhatikan ke arah depan.


“Ada apa?” tanya Yoga pada Nayla.


Nayla pun kembali menolehkan kepalanya pada Yoga. Mungkin bukan hanya kepalanya saja, tapi tubuh Nayla pun sengaja Nayla kesampingkan.


“Bagaimana keadaan Salsa?” tanya Nayla.


“Dia baru saja menelepon dan nanti sore aku kan bertemu dengannya.”


Nayla pun mengangguk mengerti dan kembali membalikkan tubuhnya. Namun kini Yoga yang melirik ke arah Nayla masih dengan mengawasi jalanan agar kemudinya tidak menabrak apapun.


“Boleh?” tanya Yoga tiba-tiba membuat Nayla terkejut dengan pertanyaan itu.


Bukankah biasanya Yoga tidak pernah izin padanya. Kali ini, Nayla entah harus bersikap seperti apa, tapi apakah dia boleh senang mendengar pertanyaan Yoga ini?


“A..., aku boleh ikut?” tanya Nayla. Jujur saja dia cemburu jika Yoga berdekatan dengan Salsa. Apalagi hanya berdua apa mereka sungguh tidak akan melakukan apapun. Baik itu berpegangan tangan atau berpelukan.


“Salsa merahasiakan tempat tinggal bahkan nomernya pada orang selain aku.” Ucap Yoga dan Nayla tidak memaksa itu.


Nayla pun memberanikan diri menyentuh tangan Yoga. Yoga melirik sekilas mendapatkan senyuman dari Nayla.


CUP


“Aku tidak tahu hubungan apa yang kita punya, tapi kau sangat tahu kalau aku menyukaimu. Kau bertanya seperti itu untuk menjaga perasaanku bukan?”


Yoga tidak menganggukkan kepalanya, tapi juga tidak menggelengkan kepalanya.


“Apapun itu, aku terima kasih karena kau bertanya lebih dulu padaku apa kau boleh bertemu dengan Salsa. Aku sangat senang karena kau mengghargai perasaanku,” ucap Nayla tersenyum dan Yoga tidak tahu harus memasang ekspresi seperti apa.


Hanay satu yang Yoga tahu kalau apa yang Salsa katakan memang benar. Menghargai cinta orang yang mencintai kita itu lebih baik daripada pura-pura tidak tahu dan satu lagi..., mungkin sudah saatnya Yoga membuka hatinya untuk Nayla.


Pepatah pernah bilang kalau kita tidak diharapkan dengan orang yang kita cintai, pasti akan ada saatnya kita sangat diharapkan oleh orang yang mencintai kita. Pada waktu yang telah datang ini, Yoga tidak ingin menyesal karena sudah menutup perasaannya pada Nayla. Yoga sungguh ingin memulainya dari awal bersama Nayla.


“Kapan-kapan apa kita bisa makan malam bersama di luar?” tanya Yoga pada Nayla semakin membuat degupan dada Nayla berdetak keras.


Nayla kembali menggenggam erat tangan Yoga yang tidak memegang kemudi. Dia mengangguk sangat bersemangat sebagai tanda bahwa dirinya sangat senang mendengar pertanyaan Yoga tadi.


“Baiklah kau yang menentukannya,”kata Yoga.


Nayla mengangguk. Lalu mulai sedikit memanja. Dia mendekatkan dirinya ke arah Yoga dan bersandar di pundak pria yang sedang mengemudi untuknya


.........................


 


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^