
Makan malam terasa nikmat karena Andrian sudah lama tidak merasakan masakan Salsa, tapi sayang dia tidak bisa makan bersama istrinya melainkan berdua saja dengan Aurel.
“Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Aurel pada Andrian.
“Berjalan lancar. Kau?”
“Sedikit mulai mengerti dengan apa yang kau ajarkan padaku. Kamis depan aku akan ke Italy apa kau bisa ikut denganku?” tanya Aurel pada Andrian. Entah kenapa mendengar kabar Aurel akan ke Italy membuat Andrian senang.
“Tidak bisa, aku juga kan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Berapa lama kau di sana?” tanya Andrian.
“Entahlah, katanya tiga hari, tapi aku tidak yakin bisa selesai dalam waktu sesingkat itu.”
“Jaga diri baik-baik dan jangan lupa dengan kesehatanmu,” ucap Andrian seraya melahap makanan terakhirnya.
“Kau juga,” kata Aurel lalu mengecup pipi suaminya gemas. “Aku akan mengajak Oka, kau tidak perlu khawatir.” Ungkap Aurel dan Andrian menganggukkan kepalanya.
Jika Aurel tidak ada di rumah. Itu tandanya dia sedikit bisa leluasa bersama dengan Salsa.
“Malam besok kita makan di luar ya, Sayang. Sebelum aku pergi, aku juga ingin…,” Aurel menggoda suaminya membuat Andrian tidak nyaman.
“Setelah menikah, kita belum sama sekali melakukannya,” bisik Aurel.
“Atau malam ini saja kita lakukan?” tanya Aurel berbisik kembali di telinga Andrian membuat Andrian sadar kalau dia juga pria normal.
“Maaf Tuan, Nyonya apa makan malamnya sudah selesai?” kedatangan Salsa membuat Andrian dan Aurel terkejut.
Aurel pun berhenti menggoda Andrian. “Aku sudah selesai, kau bisa membereskanya,” kata Aurel dan Salsa pun segera merapikannya.
Sementara Andrian langsung berdiri dan meninggalkan meja makan.
“Sayang tunggu aku!!” Kata Aurel menyusul kepergian Andrian membuat Salsa menggelengkan kepalanya.
……………………………………………………
Setelah makan tadi, Andrian menghabiskan waktunya di ruang kerjanya. Dia tidak bisa bohong kalau dia tidak tergoda dengan Aurel tadi, tapi melihat wajah Salsa yang begitu kecewa. Mana bisa dia melakukannya? Bahkan saat sedang bekerja ingin memeriksa laporan kantornya. Dia tidak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Salsa yang takut salah paham.
Namun di sisi lain, Andrian ingin Salsa yang melayaninya, hanya saja melihat penolakan Salsa tadi pagi saat dia menciumnya membuat Andrian mengerti kalau Salsa belum siap.
“Sayang kau masih bekerja?” suara Aurel yang masuk ke dalam ruang kerja Andrian.
Wanita itu langsung saja duduk di atas pangkuan Andria.
“Kita tidur yuk. Aku sudah mengantuk,” kata Aurel memeluk Andrian. Membiarkan kepalanya berada di tengkuk suaminya.
“Sebentar lagi, okey? Aku akan menyelesaikannya dengan cepat,” kata Andrian pada Aurel
Namun tiba-tiba Aurel kembali menggodanya.
“Aku buka ya,” kata Aurel mengangkat baju Andrian ke atas dan Andrian seakan lupa bahwa sejak tadi dia sudah mencoba untuk tak tergoda.
Malam itu semua terjadi begitu saja dan seperti yang Tuhan selalu lakukan pada Salsa. Wanita itu harus selalu menerima ribuan goresan hal-hal yang menyakitkan di hidupnya dan hal yang selalu Salsa lakukan ketika Tuhan menakdirkan apa-apa yang terjadi pada hidupnya, hanya satu. Menghela napas dari mulut dan menguatkan hatinya.
“Badai pasti berlalu, Salsa,” batinnya.
Tuhan tidak mungkin membuatnya terus sedih. Tuhan pasti akan memberikannya kebahagiaan di kemudian hari, Salsa tahu itu.
…………………………………………………..
Aku yakin ada yang kesal sama part ini, akan ada komen enggak enak dll, tapi setiap penulis berhak improfisasi di dalam ceritanya sendiri. Aku berkarya karena memang aku suka, bukan karena ingin menumpuk pujian ceritanya bagus dan sesuai keinginan pembaca. Inilah karyaku^^ Meski aku juga ogah di duain, tapi entah di belahan mana, pasti ada yg mengalami ini atau bahkan lebih sadis dari ini\~ new note : bahkan baru2 ini keluar drakor pelakor yg bikin greget. peran utama dbuat super sempurna, karir cemerlang, punya anak dan suami ganteng, tp trnyta suami selingkuh di belakang.
Hidup memang begitu. Ketidaksempurnaan manusia bukan berarti menampilkan kecatatan Tuhan dalam menciptakannya bukan? Hidup emang gak selalu berjalan mulus seperti yang direncanakan. Pasti semuanya pernah rasain dengan rasa yg berbeda\~