Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 25



Salsa menganggukkan kepalanya lalu sejenak meraih tangan Yoga. “Terima kasih sudah berada di sisiku. Aku tidak tahu jika tidak ada kamu di sampingku, Yoga.” Ungkap Salsa dan Yoga menarik kepala Salsa mendekat dengannya. Dia mencium kening adik sepupunya itu lalu mengusap lembut rambut Salsa.


“Aku Kakakmu kalau kau tidak lupa. Aku akan menjagamu sampai kapan pun itu.” ucap Yoga dan Salsa tersenyum. Lalu dia membaringkan tubuhnya di atas bangkar. Yoga benar kalau dia sungguh butuh istirahat setelah tahu kenapa beberapa hari ini dia terus muntah dan tidak enak badan.


Tanpa Salsa tahu. Yoga mengepalkan tangannya sendiri. Dia sangat benci dengan majikannya itu karenanya Salsa harus mengalami ini. Yoga tidak ingin tahu apa yang terjadi nanti, tapi jelas saja sebagai seorang kakak dia akan membuat Andrian untuk bertanggung jawab.


……………………………………………………………


Andrian baru saja pulang dari kantornya. Dia melempar tasnya ke atas ranjangnya lalu membuka kancing kemeja satu persatu. Entah kenapa hari ini rasanya lelah sekali. Dia ingin mandi air hangat cukup lama dan menikmati aroma lavender di bath-upnya.


“Tok, tok,” Namun baru saja dia akan masuk kamar mandi. Kamarnya malah ada yang mengetuk.


“Siapa?” tanya Andrian, tapi tidak ada yang menjawab. Andrian pun kembali meneruskan niatnya menuju kamar mandi.


Tok, tok, tok,


Kembali suara ketukan itu membuat Andrian mendengus pelan. Dia pun berjalan ke arah pintu dan membukanya.


BUG!!! Satu pukulan mendarat di wajah tampan Andrian. Andrian melihat siapa yang memukulnya itu. BUG!! Lagi Andrian mendapat pukulan. Andrian jelas tidak mau kalah. Dia membalas pukulan Yoga dan menarik kerah baju Yoga yang dengan kurang ajarnya memukul majikannya.


“Apa yang kau lakukan?!” suara Andrian menggelegar di ruangan membuat orang rumah terbangun.


“Yoga!! Apa yang kau lakukan?” suara Nayla di ambang pintu karena kamarnya berada di sebelah kamar Andrian. Jelas saja dia bisa mendengar suara keributan ini. Nayla pun menghampiri Yoga dan menarik tangan Yoga agar berhenti memukuli kakaknya.


“Kau jangan ikut campur,” kata Yoga mendorong Nayla hingga Nayla jatuh ke atas lantai. Sungguh, Nayla tidak pernah melihat Yoga semarah ini. Apapun yang terjadi Nayla sangat yakin kalau ini pasti ada sangkut pautnya dengan Salsa karena tidak ada lagi yang membuat Yoga sangat marah jika itu bukan berkaitan dengan Salsa. Meskipun hati Nayla agak kecewa, tapi dia lagi-lagi tidak bisa memungkiri kalau Salsa memang sangat penting untuk Yoga.


“Ya Tuhan!! Apa yang kalian lakukan?” suara Lina tiba-tiba berada di ambang pintu, tapi Yoga tidak mempedulikannya jika nanti dia akan dipecat oleh keluarga ini. “Pa!!!! Andrian dan Yoga bertengkar!” teriak Lina membuat Wicaksono keluar dari kamarnya.


“Nayla, kau bisa kena pukul,” kata Lina menarik anak perempuannya dan membawanya keluar kamar. Digantikan Wicaksono yang menarik tangan Yoga agar segera menghentikan ini karena anaknya bisa saja mati.


“Hei, hei, Nak. Ada apa? Jelaskan pada kami apa yang terjadi?” kata Wicaksono menenangkan Yoga. Yoga pun akhirnya mau berhenti. Nafasnya terlihat memburu seraya menatap jijik pada Andrian. Bisa-bisanya pria brengsek ini menyingkirkan saudara sepupunya dari rumah ini dan berencana untuk menikah dengan wanita lain sementara Salsa…, ahhh Yoga sungguh tidak bisa membayangkannya.


……………………………………………………


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^