
setelah menjelaskan semua kebenaran kepada pihak rektor dan semua petinggi-petinggi kampus akhirnya alana dan ryshaka membuat pengakuan ke semua para mahasiswa dan mahasiswi tanpa ada yang mereka tutup-tutupi sedikitpun bahkan foto saat lamaran, prewedding, ijab kabul dan foto pernikahan tak lupa mereka perlihatkan dan yang paling penting adalah buku nikah mereka yang memperkuat bahwa memang benar adanya alana dan ryshaka telah menikah sejak delapan bulan yang lalu
semua orang bungkam saat itu juga saat melihat kenyataan bahwa antara ryshaka dan alana memang memiliki hubungan spesial bahkan sekedar dari sepasang kekasih, marisa yang menjadi dalang dari semua kekacauan ini hanya bisa diam dia tidak menyangka bahwa pujaan hatinya telah menikah dengan dosennya sendiri bahkan sebentar lagi alana dan ryshaka akan di karuniai buah cinta mereka
kecewa sudah pasti sakit hati apalagi kenapa harus dosennya sendiri yang menjadi istri dari ryshaka kenapa bukan dirinya yang secara usia marisa lebih sepadan dengan ryshaka
"kenapa harus bu alana ry? kenapa bukan gue? gue yang bertahun-tahun nunggu lo bisa nerima cinta gue ternyata hanya mendapat kecewa dan sakit yang begitu dalam, sakit ry sakit" batin marisa dengan deraian airmata yang membasahi pipinya
semua mahasiswa yang sudah menggunjing alana dan berkata tidak sopan saat itu juga langsung meminta naaf kepada dosennya itu tidak ingin memperpanjang masalah akhirnya alana memaafkan mereka meskipun tak bisa di pungkiri alana masih merasa kesal karena ucapan mahasiswanya yang tidak enak di dengar dan menyakitkan hati dan kenapa hanya alana saja yang di gunjing kenapa ryshaka tidak padahal disini jelas-jelas ryhshaka yang menjadi peran utamanya memaksa alana agar mau menikah dengannya meskipun akhirnya rasa cinta di hati alana tumbuh begitu saja untuk suami berondongnya itu
"sayang are you oke?" tanya ryshaka melihat wajah alana yang masih sendu
"i'm good" jawab alana dengan senyum terpaksa
"kamu marah karena akhirnya semua orang tahu tentang pernikahan kita?" tanya ryshaka lagi
"no... bukan itu"
"lalu?"
"aku gak terima aja kenapa semua mahasiswa dan mahasiswi hanya menggunjingku saja sedangkan kamu malah semakin di puja-puja padahal sudah jelas-jelas kan kita berdua sebagai pelaku utamanya" ucap alana cemberut
"sejak kapan sih istri aku yang cantik ini dengerin omongan orang lain hhmm" tanya ryshaka menatap lekat mata alana yang berkaca-kaca
"tetep aja aku di anggap wanita murahan yang sengaja mengoda mahasiswanya sendiri sampai di nikahi pula, sakit tahu"
"jangan dengerin omongan orang sayang, mereka itu cuma iri sama kita dari sekian banyak wanita yang suka sama aku cuman kamu yang jadi pemenangnya, mereka itu gak terima kalau aku jodohnya sama kamu"
"percaya diri banget kamu sok kegantengan segala tebar pesona pulak udah tahu punya istri lagi hamil" gerutu alana yang melihat ryshaka menyugar rambutnya
"astaga sayang siapa yang tebar pesona sih, aku gak tertarik sama wanita lain cuma kamu yang aku mau"
"tahu ah kesel"
"bumil jangan marah-marah dong nanti dede bayinya sedih lho, aku janji deh kamu mau apapun aku turutin"
"iya janji, sini peluk dulu"
ryshaka menghamburkan tubuh alana ke dalam pelukannya, tak henti-henti ryshaka mengecup pucuk kepala alana penuh dengan kasih sayang dari kejauhan marisa yang melihat keuwuan pasangan suami istri itu merasa sakit hati yang teramat sangat, rasa cinta yang sudah bertahun-tahun dia simpan sendiri ternyata tak pernah mendapat balasan dari pujaan hatinya
"sudah jelas kan ryshaka dan bu al sudah menikah jangan menjadi perusak rumah tangga orang cha" ucap rendi yang tiba-tiba berada di samping marisa
"tahu apa lo tentang hidup gue hah" sentak marisa
"gue tahu ini semua ulah lo kan yang mau bikin malu bu al tapi nyatanya malah lo yang dapat kejutan, berhenti berharap cinta yang gak akan pernah lo dapetin cha ikhlasin ryshaka yang udah jadi suami orang jangan nyakitin diri lo sendiri karena terus menyimpan cinta kepada pria yang sudah beristri" nasehat rendi kepada marisa
"gue kurang apa sih ren sampai ry gak pernah sedikitpun ngelirik gue malah bu al yang bisa dapetin cinta ryshaka padahal usia bu alana lebih tua dari ryshaka jelaskan ry lebih cocok sama gue"
"lo itu cuman terlalu terobsesi sama ry, doi gak suka cewek yang terlalu agresif lagipula hati ry udah mentok buat bu al dan perlu lo tahu yang namanya cinta itu gak mandang usia buktinya lo liat sendiri kan ryshaka yang sering bergonta-ganti pasangan malah bucin sama dosennya sendiri kita gak bisa milih kepada siapa hati kita akan berlabuh"
"tapi gue cinta banget sama temen lo itu ren, gue gak rela ry nikah sama wanita lain"
"cinta boleh bodoh jangan, lo harus belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang tuhan takdirkan bukan buat lo gue harap lo gak ada niatan buat jadi pelakor dan satu lagi lebih baik lo minta maaf sama ryshaka sebelum nasib lo sama kayak livy"
"maksud lo?"
"livy berusaha ngancurin rumah tangga ry dan bu al berusaha ngancurin bisnis ry juga lo tahu apa yang ry lakuin? dia mengasingkan livy ke daerah terpencil dan memblokir semua akses agar livy gak bisa balik lagi kesini lo pasti tahu betul kan kekuasaan keluarga ryhshaka di kota ini seperti apa, jangan sampai lo nyesel seumur hidup lo"
marisa terdiam mendengar semua ucapan rendi, sebegitu cintanya kah ryshaka kepada alana sampai dia rela menyingkirkan setiap hama yang akan mengganggu ketenangan rumah tangganya
sejenak marisa berpikir untuk pergi jauh dari ryshaka agar semua bayang-bayang tentang ryshaka perlahan hilang dari hidupnya namun sisi jahat marisa mengatakan bahwa marisa harus bisa merebut ryshaka dari bu alana tidak peduli ryshaka mencintainya atau tidak
"inget cha apa yang udah lo tabur itu yang akan lo tuai di kemudian hari, jangan pernah merusak kebahagiaan orang lain cha karma itu nyata sekarang ataupun nanti lo akan dapetin karma itu, gue cabut"
rendi pergi meninggalkan marisa yang nampak sedang berpikir, marisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah ryshaka begitupun alana, pupus sudah harapan marisa untuk mendapatkan cinta pria pujaan hatinya apalagi ucapan rendi sangat mengganggu pikirannya, marisa sadar dia tidak ingin hidup menderita di kemudian hari karena sudah merusak kebahagiaan orang lain mencintai tak harus memiliki bukan
marisa memutuskan untuk oergi menjauh dari semua kenangan yang sudah di lalui bersama ryshaka meskipun sulit tapi nyatanya marisa harus bisa melupakan itu semua