
alana masih mendengarkan cerita tentang livy yang ternyata lebih mengerikan dari apa yang alana tahu selama ini
begitu cintanya livy kepada ryshaka dia rela mempermalukan dirinya sendiri bahkan jika harus dirinya terluka demi mendapatkan apa yang livy inginkan livy sangat rela
ada rasa bersalah di hati alana karena selama ini terlalu menekan ryshaka dan selalu menganggap ryshaka tidak pernah setia kepadanya
setelah mendengar penuturan dari alex dan rendi alana sekarang tahu bahwa ryshaka teramat sangat mencintainya
alana menatap ryshaka yang sejak tadi memandang dirinya kalau tidak mengingat ada alex dan rendi ingin sekali alana memeluk ryshaka sebagai tanda permintaan maafnya
"kenapa hhmm?" tanya ryshaka yang berpindah duduk di samping alana
"maaf yank" bisik alana malu-malu
"maaf untuk apa?" tanya ryshaka
"semuanya" jawab alana tertunduk malu
"kita bahas nanti di rumah aja ya" ucap ryshaka di balas anggukan kepala oleh alana
"woy jangan bisik-bisik ngamar sama kalau mau enak-enak" ucap melihat alana dan ryshaka
"gak sopan lo ngomong sama dosen lo sendiri kayak begitu" sahut rendi
"ini kan di luar kampus gak apa-apa kan bu al jangan di masukin ke hati" ucap alex terkekeh
berbeda dengan alana, ryshaka, alex dan rendi saat ini nadia dan doni sedang duduk di salah satu restoran terkenal di ibu kota
nadia merasakan gugup yang teramat sangat manakala doni mengajaknya untuk makan siang bersama dan tiba-tiba doni langsung mengajak nadia untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius tanpa ada embel-embel pacaran dulu
seharusnya nadia bahagia ada seorang pria yang berniat serius dengannya namun ada satu ketakutan jika doni tidak bisa menerima nadia apa adanya mengingat saat ini status nadia yang masih gadis tapi bukan perawan
jujur saja nadia mulai menaruh hati pada doni namun nadia tidak ingin berharap terlalu jauh akan hubungan mereka jika doni mengetahui latar belakang nadia seperti apa
"kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan don?" tanya nadia
"aku serius nad jujur saja dari semenjak pertama kali aku bertemu sama kamu aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama namun karena aku tahu kamu suka sama raka akhirnya aku mundur" jawab doni
"really?" tanya nadia lagi
"of course, so will you marry me nadia?" tanya doni menggenggam tangan nadia dan menyodorkan sebuah cincin berlian kepada nadia
"bukan maksud aku untuk menolak doni tapi...." nadia menjeda ucapannya karena tiba-tiba saja dadanya terasa begitu sesak untuk jujur kepada doni
"tapi apa?" tanya doni penasaran
"tapi.... ada suatu hal yang kamu belum tahu tentang aku don dan kamu pasti akan ke ewa jika aku mengatakannya aku yakin kamu akan berpikir ulang untuk mengajak aku menikah" sahut nadia sendu
"apa itu? katakan nad jangan membuatku mati penasaran"
nadia menghela nafas panjang menyiapkan mental untuk melihat doni yang akan kecewa karena kejujurannya
akhirnya nadia menceritakan semuanya dari mulai riko yang merenggut kesuciannya sampai akhirnya nadia hamil tanpa ikatan pernikahan dan mengalami keguguran akibat perbuatan riko sendiri
sebisa mungkin nadia menahan tangisnya di hadapan doni karena mengingat semua kejadian itu membuat hati nadia begitu sesak dan terlalu menyakitkan
doni langsung melepaskan genggaman tangannya dari tangan nadia membuat nadia semakin yakin bahwa doni tidak akan menerima nadia yang sudah tak sempurna sebagai seorang wanita
"aku gak sempurna don kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, jangankan untuk menjadi istrimu berharap untuk menjadi kekasihmu pun aku tidak seberani itu, maaf jika kejujuran aku ini membuat kamu kecewa dan merasa jijik padaku" ucap nadia tanpa sadar menitikan airmatanya
doni terdiam mendengar kejujuran nadia lidahnya seakan kelu untuk berucap rasa cinta yang sudah lama dia pertahankan harus berakhir dengan rasa kecewa bukan doni tidak bisa menerima nadia yang sudah tak lagi virgin namun mendengar nadia yang pernah hamil di luar nikah membuat doni syok
nadia yang melihat doni hanya diam saja memutuskan untuk segera pergi tanpa menunggu apapun jawaban dari doni tentang masa lalunya yang kelam
nadia pun harus merasakan patah hati sebelum mengecap manisnya cinta yang dia rasakan kepada doni, nadia cukup tahu diri tidak berani berharap doni akan menerimanya dengan tulus
"nad tunggu maksudku bukan seperti itu" ucap doni sedikit berteriak karena nadia sudah berlari
seakan menulikan pendengarannya nadia berlari seakan ingin menghilang saat itu juga dari pandangan doni
tidak ingin merasakan kecewa yang lebih dari ini nadia memutuskan untuk mengubur rasa cintanya kepada doni yang baru bersemi
biarlah rasa cinta itu harus layu sebelum berkembang
nadia terus berlari sampai dia tak sadar kalau saat ini sudah berada di tengah jalan
bruuuukkkkkk
sebuah mobil sport tanpa sengaja menabrak nadia yang sedang berdiri di tengah jalan tanpa tujuan
dengan gesit pengendara mobil itu langsung keluar dan melihat nadia yang sudah tergeletak tak sadarkan diri
merasa tidak asing dengan wajah nadia pria itu langsung menggendong tubuh nadia dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk di tangani
"sayang sebentar jo menelfon" ucap ryshaka kepada nadia yang bersandar di pundaknya
"***hallo jo ada apa?"
"..........................."
"what serius lo? di rumah sakit mana?"
"............................"
"ok gue kesana sekarang***"
*
*
"ada apa?" tanya alana saat ryshaka mematikan sambungan telfon dari jonathan
"jo gak sengaja nabrak nadia"jawab ryshaka panit
"what? kok bisa? sekarang mereka dimana?" tanya alana lagi
"rumah sakit medika, ayo kita kesana"
ryshaka dan alana menyusul Jonathan ke rumah sakit medika sedangkan alex dan rendi pergi menemui seseorang karena masih ada urusan yang lain
alana sangat cemas takut terjadi sesuatu kepada sahabatnya
lima belas menit ryshaka dan alana sampai di rumah sakit karena memang jarak dari cafe ke rumah sakit tidak terlalu jauh
"jo" panggilan ryshaka berjalan mendekat dimana jonathan berdiri
"gimana keadaan nadia? apa lukanya parah?" tanya alana khawatir
belum sempat jonathan menjawab pintu ruangan UGD di buka oleh dokter
"keluarga pasien?" tanya dokter melirik ke arah alana, ryshaka dan jonathan secar bergantian
"saya sepupunya dok, bagaimana keadaan sepupu saya? apa dia baik-baik saja?" tanya alana tidak sabar
"kondisi pasien baik-baik saja bahkan tidak mengalami luka sedikitpun, pasien pingsan hanya syok pasien seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat hingga pikirannya tidak fokus, anda tenang saja sebentar lagi pasien akan di pindahkan keruang rawat anda bisa segera melihatnya, saya permisi"
"terima kasih dok" ucap alana