
Andrian sudah mengajukan tuntutan hukum mati pada Aurel. Dia juga sudah memberikan semua keterangan tentang kejadian orangtuanya meninggal, begitu pun Yoga yang pada saat itu sedang berada di tempat kejadian. Bukti-bukti dari detektif yang Andrian sewa pun sudah mengarah pada Aurel dan Oka. Ditambah lagi pengakuan Oka sudah memperkuat kalau Aurel tersangka.
Andrian pun mendengarkan penjalasan Oka tentang keinginan Aurel terhadap harta yang Andrian miliki. Dia ingin Andrian menikahinya, tapi waktu itu kendala di orangtua Andrian yang tak merestui mereka menikah membuat Aurel gusar. Karena itu, Aurel merencanakan kematian orangtua Andrian supaya pernikahan Aurel dengan Andrian tidak ada lagi yang menghalanginya.
Di situlah Aurel meminta Oka untuk membunuh orangtua Andrian. Bahkan sebelum membunuh orangtua Andrian. Aurel pun membunuh Ayah angkatnya sendiri untuk menguasai harta yang memang seharusnya miliknya, tapi tetap saja membunuh adalah hal yang tidak dibenarkan dalam dunia ini. Membunuh tetaplah kejahatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Sebelum Andrian meninggalkan Aurel dan Oka yang sempat-sempatnya bertengkar di kantor polisi. Oka memanggil Andrian dan menyampaikan bahwa terakhir kali anak buahnya mengamankan Salsa, istrinya bersama Gilang. Setahu Oka, pria itu sudah bertahun-tahun bekerja di rumah Aurel. Jadi beberapa kali dia sering berbincang dengan Gilang. Kalau Oka tidak salah, ada beberapa tempat yang bisa saja Gilang membawa Salsa ke sana.
Pertama, tempat Kakaknya Gilang yang sudah menikah di Jakarta Barat, ke dua tempat tinggal Ibunya di Padang. Kalau memang di sana, artinya Gilang memang menjaga Salsa dengan baik. Setelah mendengar info dari Oka, entah kenapa bagi Andrian dia tidak semudah itu bisa memaafkan pembunuh orangtuanya. Tidak peduli Oka sudah mengakuinya, tapi hati Andrian masih sangat berat untuk mengucapkan terima kasih karena sudah membuat Aurel menjadi terdakwa dan sudah menjaga istrinya dari rencana jahat Aurel. Bagi Anrian, Oka tetaplah pembunuh.
“Kau akan mencarinya hari ini juga? Menurutku kau masih perlu istirahat. Lebih baik kau kerahkan detektifmu lagi untuk mencari Salsa,” kata Yoga yang sedang menyetir mobil menuju rumah Aurel. Kini perusahaan ataupun rumah Aurel menjadi miliknya. Meski semuanya sudah menjadi milik Andrian, tentu saja nyawa dan harta tidak bisa dijadikan sesuatu yang setara.
“Iya aku akan istirahat dan menyuruh detektifku menyelidikinya,” kata Andrian seraya membiarkan kepalanya bersandar di kursi mobil lalu Andrian memijitnya karena kepalanya terasa pening sekali.
“Aku tahu kau sangat mengkhawatirkannya, tapi melihatmu yang mulai sudah mau mendengarkanku. Aku sangat bersyukur karena kita tidak lagi seperti orang yang tidak saling mengenal,” kata Yoga seraya tersenyum.
Andrian pun ikut tersenyum. Dia juga tidak tahu kenapa sejak kemarin menuruti apa yang Yoga suruh. Dia rasa, Yoga memang pria yang baik untuk adiknya.
“Masih tidak ada perkembangan. Dokter bilang, kalau dia bisa siuman. Itu tandanya mukjizat dari Tuhan.” Mendengar itu kepala Andrian semakin pening. Bukankah kata-kata itu terdengar mengerikan? “Kemungkinan hidupnya di bawah 20%, terkadang aku sedih harus melihatnya terus bersama selang-selang itu. Aku ingin menghentikan pengobatannya saja, tapi aku…, aku ingin melihat bola matanya lagi menatapku dengan penuh cinta.”
Andrian melirik ke arah Yoga. “Aku…, aku menyesal telah menyia-nyiakan perasaannya selama ini. Aku sungguh menyesal,” ucap Yoga tak terasa meneteskan air matanya membuat Andrian langsung menepuk bahu Yoga.
“Kalau begitu jika mukjizat itu sungguh datang untuk Adikku. Kau harus berjanji membahagiakannya karena perusahaan Aurel akan aku berikan padamu. Kau juga harus bisa mencari uang yang banyak untuk membahagiakan Adikku karena dia wanita yang cukup gila belanja,” kekeh Andrian dan Yoga pun ikut terkekeh.
“Kau mau mengajarkanku dari awal kan?” tanya Yoga dan tentu saja Andrian tidak mungkin melepaskannya begitu saja karena anggap saja dia sudah mempunyai anak perusahaan sebelum anak pertamanya lahir.
Oh Salsa, kau di mana?
………………………………………
Jangan lupa like dan komennya dongg :(