Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 88



alana duduk di samping nadia yang masih tertidur alana menggenggam erat tangan nadia berharap nadia akan segera sadar dan kembali sehat seperti hari-hari sebelumnya


alana merasa iba dengan kehidupan nadia yang begitu miris dua kali sudah nadia masuk rumah sakit meskipun kali ini alana belum tahu alasan apa yang membuat nadia seperti ini


tak sadar alana menitikan airmatanya hatinya terasa begitu sakit melihat keadaan nadia yang begitu menyedihkan apalagi mata nadia terlihat sembab seperti telah menangis


alana sudah menganggap nadia seperti saudaranya sendiri apapun yang nadia rasakan alana juga pasti akan merasakannya


"kamu kenapa lagi nad? kenapa gak cerita sama aku kalau kamu sedang ada masalah, bangunlah nad aku khawatir" ucap alana menundukan kepalanya sembari menangis


ryshaka memberikan waktu pada alana untuk menjaga nadia karena ryshaka tahu tidak ada satupun keluarga nadia yang tinggal di indonesia


ryshaka memilih untuk menunggu alana di depan ruang rawat bersama jonathan


jo merasa bersalah karena sudah menabrak nadia meskipun tidak ada luka yang serius tapi tetap saja jo ingin bertanggung jawab atas kesalahan yang dia perbuat setidaknya jo harus mengucapkan kata maaf untuk nadia karena membuat sahabat dari istri bosnya pingsan


"jo bagaimana ceritanya lo sampai nabrak nadia?" tanya ryshaka heran


"gue juga gak tahu ry tiba-tiba aja nadia ada di tengah jalan dan seperti sedang menangis, gue langsung nginjak rem sebelum mobil gue nabrak nadia tapi gak tahu kenapa nadia tiba-tiba pingsan" jawab jo jujur


"ya sudahlah yang penting nadia tidak mengalami luka yang serius nanti biar gue tanyain aja sama alana apa yang sebenarnya terjadi sama nadia" ucap ryshaka


"livy ngamuk ry dia gak mau di bawa ke kantor polisi dia tetap kekeh kalau dia gak salah"


"benar-benar perempuan gila, lo udah hubungin keluarganya?" tanya ryshaka


"gue udah hubungin kakaknya yang ada di malang secepatnya dia akan kesini"


"kita tunggu kakaknya dulu untuk datang kesini jo baru kita akan mengambil langkah selanjutnya harus seperti apa"


ryshaka dan jonathan terus membicarakan bagaimana caranya untuk membuat cafe ryshaka ramai lagi seperti sebelumnya dan mengembalikan lagi kepercayaan para investor untuk menanam saham di cafe milik ryshaka yang sudah mulai berkembang namun hatus kembali down karena ulah livy yang tidak bertanggung jawab


sedangkan alana merasa lega karena nadi sudah sadar dan sudah bisa di ajak bicara meskipun masih terlihat lemas tapi alana penasaran dengan apa yang terjadi pada nadia


"ada apa lagi nad? kenapa kamu sampai seperti ini?" tanya alana


"sebenarnya aku tidak apa-apa al hanya saja dari semalam aku merasa tidak enak badan lalu siang tadi aku bertemu dengan doni" jawab nadia


"doni? apa ada sesuatu antara kamu sama doni?" tanya alana lagi


"doni tiba-tiba melamarku al" jawab nadia sendu


"what? kamu serius? tapi kenapa wajah kamu berubah sedih begini? bukannya kamu sendiri yang bilang sudah ingin menikah jika ada pria yang serius mengajak kamu untuk menikah kenapa sekarang malah sedih?" alana membrondong pertanyaan kepada nadia


"doni tidak bisa menerima kekuranganku al, aku cukup tahu diri tidak sepantasnya aku berharap terlalu jauh sama dia"


"maksudnya?" tanya alana lagi


sampai nadia menceritakan semua yang sudah terjadi selama beberapa bulan ke belakang termasuk nadia yang sudah tak lagi suci dan pernah hamil tanpa ikatan pernikahan


semuanya nadia ceritakan tanpa ada yang di tutup-tutupi dari alana


tanpa sepengetahuan keduanya jo tidak sengaja mendengarkan obrolan keduanya saat jo akan mengambil ponselnya yang sedang di charger


entah kenapa hati jo merasa tersentuh dengan apa yang sudah terjadi dengan kehidupan nadia, jo menganggap nadia bukan wanita yang kotor nadia hanya melakukan kesalahan dan yang lebih penting saat ini nadia mencoba untuk memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama


"jadi doni tidak bisa menerima kamu hanya karena masalah itu? cihhh sok suci sekali dia, dia pikir dia manusia tanpa dosa, pria seperti itu bukan pria yang tepat untuk di jadikan pasangan hidup nad kamu harus bisa membuktikan sama doni kalau kamu pasti bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari doni sia lan itu" gerutu alana


"sulit untuk mencari pria yang benar-benar tulus apalagi mau menerima keadaan aku yang seperti ini rasanya aku sudah tak berminat lagi untuk menikah, aku takut kecewa untuk yang kesekian kalinya" sahut nadia sedih


"jangan bicara seperti ini nad setiap manusia sudah di pasang-pasangkan oleh sang maha pencipta baik atau pun buruk ketika Tuhan menggariskan untuk menjadikan seseorang sebagai jodoh kita, kita tidak akan bisa menolak lagi...


bersabarlah aku yakin akan ada pria yang tulus mencintai kamu dan akan menerima kamu apa adanya nad percayalah" alana menguatkan nadia yang mulai putus asa


"kenapa balik lagi jo?" tanya ryshaka .ekihat jonathan yang tidak jadi masuk ke dalam ruang rawat nadia


"sepertinya alana dan nadia sedang berbicara serius aku tidak ingin mengganggu mereka" jawan jonathan


ingin sekali rasanya jonathan mengorek informasi tentang nadia kepada ryshaka namun jonathan takut jika itu terlalu cepat biarlah semua berjalan seperti ini dulu namun jonathan sudah berniat di dalam hatinya ingin menjalin hubungan yang lebih dekat dengan nadia tanpa bantuan ryshaka ataupun alana


ryshaka mengajak jonathan untuk menjenguk nadia sebelum mereka pulang, nadia juga harus mengetahui siapa pria baik yang sudah menolongnya


nadia memicingkan matanya ketika melihat ryshaka masuk dengan jonathan


nadia terpesona ketika melihat wajah jonathan yang ketampanannya tak kalah jauh dari ryshaka hanya saja jonathan terlihat kebih dewasa berbeda dengan wajah ryshaka yang masih terlihat unyu-unyu menyebalkan


"bu nadia bagaimana keadaan ibu? apa sudah lebih baik?" tanya ryshaka sopan membuat alana mendelik


"sudah jauh lebih baik, makasih ry" ucap nadia tulus


"jangan berterima kasih kepadaku bu, berterima kasihlah pada jo dia yang membawa ibu ke rumah sakit ini" tunjuk ryshaka kepada jonathan yang berdiri di hadapnnya


nadia langsung melirik ke arah jonathan yang sedang menatapnya begitu dalam


"hai aku jonathan asisten pribadi ryshaka" sapa jonathan mengulurkan tangannya


"aku nadia, terima kasih sudah menolongku maaf jika aku merepotkanmu jo" ucap alana membalas uluran tangan jonathan


"tidak masalah aku tulus membantumu semoga cepat sembuh ya dan bisa kembali pulang ke rumah" sahut jonathan membuat ryshaka geli sendiri


"ya terima kasih" ucap nadia malu-malu