Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 75



papa surya meminta alana dan ryshaka untuk menginap begitupun dengan darwin dan renata


selesai makan malam semuanya berkumpul kembali di ruang keluarga hanya kedua orang tua ryshaka saja yang sudah pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan yang lain


ariana terus saja merengek meminta hadiah tiket konser kepada alana dan kepada darwin ariana meminya di belikan tiket untuk berlibur ke bali bersama teman-temannya


mengingat ariana yang masih terlalu dewasa alana dan darwin tidak menyetujui permintaan adik kesayangan mereka


alana dan darwin khawatir jika alana pergi tanpa di dampingi keluarga akan terjadi hal-hal yang tak di inginkan


"kakak jahat katanya nana boleh minta apa saja, kalian udah janji lho dosa kalau gak di tepatin" sungut ariana menatap alana dan darwin bergantian


"bukannya ingkar janji na kamu itu belum cukup dewasa untuk berlibur jauh-jauh tanpa di dampingi orang tua apalagi nonton konser yang gak jelas gitu kakak takut kamu kenapa-napa, mengertilah sayang" bujuk alana


"kakak janji setelah urusan perusahaan sudah tidak terlalu sibuk kita sekeluarga akan liburan kemanapun yang kamu mau" timpal darwin


"tiket konsernya di ganti sama ponsel keluaran terbaru aja gimana? kak ry yang beliin" sahut ryshaka


"ponsel aku masih baru di beliin papa satu bulan yang lalu, aku mau motor vespa sebagai gantinya"


"deal kak ry beliin, mau sama jet pribadi sekalian?" tanya ryshaka menggoda ariana


"sombong, emangnya kak ry punya uang sebanyak itu?" ledek ariana


"minta sama papa surya lah" sahut ryshaka tertawa


"dasar bocah gendeng" hardik papa surya melemparkan bantal sofa ke arah ryshaka


rumah papa surya malam ini terasa lebih ramai dengan obrolan receh yang saling bersahutan dari mulut ryshaka, darwin dan papa surya sedangkan alana, ariana dan renata hanya menjadi penonton menyaksikan perdebatan antara papa dan anak menantunya


alana merasa bahagia melihat papa surya yang tidak lagi merasa kesepian sekarang karena ariana sudah kembali lagi tinggal di rumah dan akan melanjutkan sekolah di yayasan milik papa surya


alana berpikir sepertinya komen seperti ini harus lebih sering di lakukan agar papa surya tidak terus larut mengingat almarhumah mama leona


"ry bagaimana perkembangan proyek kami yang di lombok, lancar?" tanya papa surya


"ada sedikit kendala pa harusnya pembangunanya di mulai dua bulan yang lalu tapi karena sedikit masalah terpaksa di tunda dan akan mulai pembangunan akhir pekan ini" sahut ryshaka memirik alana


"kamu harus turun tangan langsung ty dalam pembangunan proyek besar seperti ini serinh banyak terjadi kecurangan, kami harus lebih waspada dan lebih teliti lagi"


"iya pa, doakan semuanya lancar dan tidak ada hambatan lagi"


"kalau ada apa-apa kakak siap bantu kamu ry" seloroh darwin


"siap kak" sajut ryshaka mengacungkan kedua jempolnya


"ini maksudnya apa sih kenapa aku hak di kasih tahu saama sekali tentang ini, kamu sengaja gak mau libatin aku dalam setiap pekerjaan kamu?" tanya alana dengan nada tinggi membuat ryshaka sedikit takut alana akan kembali marah


"gak gitu maksud aku yank, ini aku cerita kan" sajut ryshaka bingung harua menjawab apa


"kalau papa gak nanya pasti kamu juga gak akan cerita kan, kamu bilang jangan ada lagi yang di tutup-tutupi dalam hubungan kita tapi buktinya ini apa? sengaja kamu bikin proyek di lombok biar jauh dari aku gitu biar aku gak ngerecokin kamu"


"astaga kenapa ngomongnya ngelantur gitu sih yank, kamu jangan salah paham dulu proyek aku ini sudah di rencanakan sudah sejak lama maaf aku baru cerita sama kamu sekarang"


"sudah-sudah kenapa kalian jadi ribut gini sih, al kamu harus mengerti dong jangan seperti anak kecil begitu, ryshaka juga bekerja buat kamu dan calon anak kalian nanti suami kamu sudah bekerja keras untuk mendapatkan proyek besar ini jangan buat ry kecewa dengan sikap kamu yang kekanak-kanakan" tegur papa surya kepada alana


"papa sama kamu sama aja sukanya main rahasia-rahasiaan, kak darwin juga sama nyebelin" sungut alana lalu beranjak pergi menuju kamarnya di lantai atas


"lah kenapa kakak di bawa-bawa, kamu sensi banget sih al" teriak darwin menatap alan yang semakin menghilamg dari pandangannya


ryshaka sedikit berlari mengejar alana yang sudah masuk ke dalam kamarnya


ryshaka lega karena pintu kamarnya tidak di kunci dari dalam biasanya jika alana sedang marah alana akan mengunci kamarnya dari dalam membiarkan ryshaka tidur dimana saja asal jangan satu ranjang dengannya


ryshaka berjalan mendekati alana yang sedang terbaring di atas tempat tidur dengan tubuhnya di tutupi selimut sampai menutupi kepalanya


"sayang jangan marah, maaf bukan aku tidak niat cerita tapi aku ingin memastikan bahwa proyek ini sudah berjalan dengan lancar baru aku akan cerita semuanya biar kamu tidak kecewa" ucap ryshaka


hening tidak ada jawaban dari alana, ryshaka semakin takut jika alana benar-benar marah kepadanya


perlahan ryshaka membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh alana


"tidur ternyata" gumam ryshaka menghela nafas lega


namun ryshaka mengerutkan keningny ketika melihat ada buliran bening si ujung mata alana menandakan alana telah menangis


"kenapa alana menangis? apa sebegitu marahnya dia sampai menangis seperti ini?" batin ryshaka bertanya-tanya


baru kali ini ryshaka melihat alana menangis hanya merasa kesal kepadanya seberat apapun masalah mereka alana tidak pernah menangis bahkan alana lebih bersikap acuh dan dingin ketika ryshaka melakukan kesalahan tapi kenapa hanya karena masalah ini alana menangis padahal ini sama sekali bukan masalah besar menurut ryshaka


"kenapa alana sensitif sekali hari ini?" gumam ryshaka


"aku lebih suka kamu ngomel-ngomel yank dari pada harus nangis begini" lirih ryshaka mengelus rambut alana dan mencium kening alana penuh kasih sayang


05:30


alana terbangun dengan keadaan perutnya terasa di aduk-aduk meminta untuk di keluarkan


alana berlari menuju kamar mandi karena merasa sangat mual


***huek


huek


huek***


alana memuntahkan semua isi di dalam perutnya


ryshaka langsung terbangun karena mendengar istrinya yang sedang muntah-muntah


"sayang kamu kenapa, muka kamu pucet banget?" tanya ryshaka cemas


"mual kepalaku pusing banget yank" lirih alana lemas


ryshaka langsung menggendong tubuh alana yang hampir terjatuh karena lemas, ryshaka membaringkan alana di tempat tidur dan memberikan segelas air putih untuk alana


"aku panggilin dokter ya?" ucap ryshaka


"gak usah aku hanya masuk angin, tolong pijitin kepala aku aja yang" pinta alana


"tapi muka kamu pucet banget aku khawatir" sahut ryshaka


"nanti juga sembuh, ayo pijitin"


ryshaka mengalah dan memijit kepala alana sesuai permintaan istrinya meskipun hatinya merasa cemas dengan kondisi alana namun ryshaka bisa apa jika alana tidak mau di periksa memaksa pun percuma pasti akhirnya akan menjadi perdebatan di antara mereka