Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 102



"kamu udah nyamperin al sama ry belom ka?" tanya nadia di sela perbincangan mereka


"belum nad aku takut al marah sama aku karena ngilang gitu aja tanpa kabar" jawab raka


"mana bisa al marah sama kamu ka, mending kamu temuin dulu nanti beneran marah lho al sama kamu"


"iya, iya aku kesana dulu ya sekalian mau kenalin cindy juga"


"okay"


"nah sekarang giliran kita yang bicara serius nad dari tadi aku di anggurin terus" tegur jonathan saat raka dan cindy sudah pergi


nadia menyengir kuda merasa tak enak hati karena sudah mengabaikan jonathan yang sudah setia menunggu


jonathan menatap lekat manik mata milik nadia, jonathan ingin memastikan apa yang di ucapkan nadia itu benar adanya atau hanya ingin menyenangkan hatinya saja jo tidak ingib terlalu lama menunggu tanpa kepastian jo ingin segera mengakhiri masa lajangnya jika memang benar nadia menerima lamarannya tempo hari


"maaf jo" lirih nadia


"iya, jadi beneran?" tanya jo dengan wajah serius


"beneran apa?" tanya balik nadia


"beneran yang tadi kamu omongin sama raka?"


"iya yang mana?"


"calon suami" ucap jo membuat wajah nadia langsung merona


"yes i will jo" sahut nadia malu-malu


"kamu serius? aku gak mau kamu nerima lamaranku karena rasa kasihan nad"


"emang kamu gak bisa rasain kalau aku punya perasaan yang sama jo"


"nad aku serius gak main-main ini"


"yang lagi bercanda siapa jonathan"


"jadi kamu terima lamaran aku?"


"yes i do calon suamiku"


"ya Tuhan makasih nad"


jonathan menghambur memeluk nadia jonathan menghujami banyak kecupan dari mulai kening sampai terakhir di bibir nadia tanpa rasa malu, jonathan seakan tidak sadar bahwa posisi mereka saat ini sedang berada dalam keramaian berulang kali nadia mencoba melepaskanp pelukan jonathan namun nihil pelukan jo malah semakin erat seakan ingin menunjukan kepada semua orang bahwa nadia adalah miliknya pasrag hanya itu yang bisa nadia lakukan saat ini nadia juga tidak dapat memungkiri berada dalam dekapan jonathan membuatnya merasa nyaman


sedangkan alana tidak dapat mengedipkan matanya saat melihat kedatangan raka bersama seorang gadis belia, rasa rindu bercampur kesal kini menjadi satu dalam hati alana bagaimana tidak raka dan nadia adalah sahabat terbaik alana selama hidupnya tapi sudah dua kali raka menghilang tanpa kabar dan dengan alasan yang sama menghindar dari rasa patah hatinya


"liatnya biasa aja kali, gitu amat jelas-jelas gantengan suami kamu dari pada dia" celetuk ryshaka melihat alana yang terus menperhatikan raka


"aku kaget ternyata raka datang aku kira dia akan tetap sembunyi dan gak mau ketemu sama aku lagi" sahut alana jujur


"ngarep banget pengen ketemu sama dia" ryshaka kembali dalam mode juteknya


"masih aja ngambekan apa semuanya tidak cukup jadi bukti kalau aku cintanya cuma sama kamu"


"ehhemmmm" deheman raka menghentikan perdebatan alana dan ryshaka


"selamat ya al, ry akhirnya go public juga" ucap raka tulus


"thank's ka aku kira kamu gak bakalan dateng" sahut alana


"aku gak mau di sebut sahabat durhaka al, sorry ya karena udah dua kali bikin kamu kesel sama aku" bisik raka di telinga alana membuat ryshaka meradang


"wah ngelunjak nih pak dosen" celetuk ryshaka


"pak raka yang terhormat saya peringatkan jangan kegatelan sama istri orang" sewot ryshaka sedangkan raka malah terkekeh


"dasar bocah, oh kenalin ini cindy calonku al"


"wah surprise banget, kamu maennya daun muda ka"


"sudah, sudah antrian masih panjang" seru ryshaka


"ka jangan dulu pulang ya kamu hutang penjelasan sama aku" sergah alana


"siap al"


akhirnya raka dan cindi turun dari pelaminan dan bergabung kembali bersama nadia dan jonathan seperti yang di perintahkan alana, raka tidak buru-buru pulang raka memilih untuk mencicipi hidangan yang sudah di siapkan tak lupa mengajak cindy bersamanya selain raka ingin menjelaskan kepada alana raka juga ingin bicara serius dengan ryshaka bahwa saat ini raka memang sudah benar-benar move dari alana dan sudah membuka hatinya untuk sang calon istri


"apa sih nyuruh-nyuruh raka jangan dulu pulang sengaja bikin aku kesel" ucap ryshaka cemberut


"cieee yang lagi cemburu kok lucu amat" goda alana


"sayang aku serius ih, kesel tahu kamu masih deket-deket sama dia"


"udah mau jadi daddy tapi masih ngambekan "


"kamu yang mancing-mancing"


"nanti kita ngobrol rame-rame bukan aku sama raka doang, udah dong jangan manyun gitu gak enak di liat tamu-tamu nanti di kiranya kamu kepaksa nikah sama aku"


ryshaka tersenyum paksa karena menghargai tamu-tamu yang masih berdatangan


tepat pukul 20:00 alana dan ryshaka turun dari pelaminan karena para sudah tak nampak lagi yang berdatangan


alana menggandeng tangan ryshaka menghampiri meja nadia dan raka


alana penasaran ada cerita apa di balik menghilangnya selama hampir tiga bulan ini


ryshaka maaih dengan wajah kesalnya terpajsa mengikuti keinginan alana entah kenapa jika melihat alana dekat dengan raka rasa cemburu ryshaka begitu meluap-luap padahal saat ini raka sudah memiliki calon istri


"ka gimana cerita kamu bisa jadi calon suami cindy? kayaknya cindy masih muda banget emang mau sama kamu yang udah bangkotan" tanya alana tertawa


"namanya jodoh gak ada yang tahu kan al, lagian aku nyambung kok sama cindy, cindy juga nyaman sama aku... iya kan dek?" tanya raka melirik cindy yang diam saja sejak tadi


"ii...yaaa kak, kak raka baik dan perhatian meskipun sedikit cuek" cindy terkikik geli dengan ucapan ya sendiri


"cin aku, nadia sama raka itu sudah sahabatan dari SMA, udah kayak saudara kamu jangan mikir macam-macam ya kalau ngeliat aku atau nadia dekat-dekat raka" lanjut alana


"mana ada sodara suka sama sodara sendiri, ngawur" ketus ryshaka


"astaga sayang masih aja, udah dong malu sama yang lain nanti aku kasih 2 ronde deh" bisik alana menggoda


"aku mau nya 5 ronde" sahut ryshaka santai


"apapun asal kamu seneng, senyum dong biar gantengnya keliatan"


"ry saya mau ngomong sama kamu serius" ucap raka


"bukannya dari tadi udah ngomong ya pak" sahut ryshaka masih ketus


"sayang jangan jutek-jutek" nasehat alana mengelus lembut tangan ryshaka


"kamu jangan khawatir saya akan merebut alana dari kamu ry, saat ini saya sudah 100% move on dari istri kamu, perhatian dan rasa sayang saya buat alana sekarang hanya sebagai sahabat tidak lebih, kamu juga tahu kan sekarang saya sudah mempunyai calon istri yang benar-benar saya cintai"


"masa sih saya gak percaya tuh"


"terserah kamu mau percaya atau tidak saya hanya ingin hubungan di antara kita membaik tidak ada kesalahpahaman lagi, kalian berbahagialah saya ikut bahagia melihat kalian bahagia"