Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 101



tepat hari ini alana dan ryshaka melangsungkan resepsi pernikahan mereka dengan sangat mewah


alana terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantin berwarna putih dengan banyak taburan butiran swarovski di bagian dadanya, rambut alana yang di tata dengan gaya sanggul modern membuat alana terlihat semakin cantik dan sangat anggun, ryshaka juga tak kalah tampan dan gagah dengan balutan jas formal senada dengan warna gaun yang di kenakan alana


keduanya terlihat sangat bahagia senyum yang tersungging dari bibir mereka tak pernah surut saat menjamu semua tamu undangan yang berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada kedua mempelai di atas pelaminan


"ehemmm calon mommy sama calon daddy bahagia banget kayaknya" ucap nadia yang datang bersama jonathan


"gak ada alasan yang bikin aku gak bahagia nad, bocah ingusan ini yang bikin aku bucin sebucin-bucinnya" akui alana tanpa rasa gengsi


"cieeeee yang udah ngaku bucin kemaren kemana aja sayang" seloroh ryshaka merasa tersanjung dengan ungkapan alana


"kemaren aku masih dalam masa transisi" sahut alana terkekeh


"bahagia selalu ya ry, gue ikut bahagia ngeliat lo sama alana akur terus kayak gini" ucap jonathan


"eh ada jo juga, cieeeee pedekate yang sukses kayaknya" goda alana mencolek pinggang nadia


"lagi sama-sama belajar membuka hati dan menikmati setiap proses yang kita jalani al, doain aja yang terbaik buat hubungan kita kedepannya" sahut nadia bijak


"duh beda ya kalau pasangannya bapak-bapak ngomongnya bijak bener, gak kayak yang onoh bawaannya mesum terus"alana tertawa puas


"mesum-mesum begini juga kamu bucin yank"


obrolan keduanya terpaksa terhenti karena seruan dari tamu di belakang mereka yang sudah mengantri cukup panjang jo menggandeng lengan nadia untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan, diam-diam alana tersenyum melihat sikap jo yang begitu manis kepada nadia, alana berharap semoga nadia dan jo berjodoh karena alana sangat tahu persis pria tipe seperti jo adalah tipe pria yang tidak neko-neko dan bisa menghargai wanita lebih dari apapun tak peduli apa masa lalu sang wanita jika hati seorang jonathan sudah terpaut makan tidak akan apapun yang akan mengubah itu


"sayang kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya ryshaka heran


"aku seneng jo sama nadia bisa deket kayak gitu, semoga mereka berjodoh ya aku mau melihat nadia bahagia dengan pria yang benar-benar tulus mencintainya dan bisa menerima nadia apa adanya" sahut alana menatap ryshaka


"Aamiin semoga ya, kamu laper gak? aku ambilin makanan mau?" tawar ryshaka


"boleh deh tapi aku mau cemilan aja yank" pinta alana


"siap ratuku"


setelah ryshaka beranjak turun dari pelaminan tiba-tiba seseorang yang benar-benar ingin alana hindari ada di hadapannya saat ini, alana mencoba menghilangkan rasa kecewanya dan bersikap seramah mungkin kepada wanita yang sedang berdiri di hadapannya dengan tatapan sendu dan penuh dengan rasa bersalah


"al selamat ya, aku ikut bahagia dengan pernikahan kamu" ucap stella


ya perempuan yang ada di hadapan alana saat ini adalah stela mantan sahabatnya yang tega menusuk dia dari belakang


"ya terima kasih" sahut alana datar


"al aku minta maaf atas semua kesalahan yang aku lakuin ke kamu al, aku nyesel aku terlalu serakah dan mengorbankan persahabatan kita hanya karena obsesi, maafkan aku al" lirih stela


"sudahlah stel semuanya juga sudah berlalu, sekarang aku sudah punya kehidupan baru yang sangat bahagia aku tidak mau membahas sesuatu yang bisa merusak ke kebahagiaanku yang sudah aku buat dengan susah payah, aku memaafkan kamu lagipula untuk apa memendam kebencian terlalu dalam itu akan menjadi benalu untuk diri kita sendiri kedepannya" sahut alana


"makasih al makasih kamu memang sahabat terbaik dari dulu, aku malu karena dengan terang-terang merebut yang memang sudah menjadi milik kamu saat itu" lagi-lagi stela membahas tentang arga


"sssstttttt.... sudah jangan di bahas lagi stel suamiku mau kesini bisa ngamuk dia kalau tahu kita masih ngebahas masa lalu" ucap alana menunjuk ryshaka yang sedang berjalan ke arah mereka


"sayang ada apa?" tanya ryshaka melihat wanita yang sedang menangis di hadapan alana


"gak ada apa-apa, kita cuman kangen aja karena udah lama banget gak ketemu... ini kenalin sahabay aku stela" alana memperkenalkan stela kepada ryshaka


ryshaka menerima uluran tangan stela dan menyebutkan namanya sendiri


"ya udah ini makan dulu katanya tadi laper" ryshaka memberikan satu piring berisi macam-macam cemilan


stela merasa kikuk berada di antara pasangan pengantin di hadapannya dengan buru-buru stela pamit karena ada urusan lain namun stela berjanji setelah ada waktu senggang stela akan menemui alana kembali untuk memastikan bahwa alana benar-benar sudah memaafkannya dan tidak akan ada lagi permusuhan di antara keduanya


sedangkan nadia yang sedang asik ngobrol dengan jonathan di kagetkan dengan kedatangan raka yang menggandeng seorang wanita cantik namun terlihat masih unyu-unyu


raka terlihat berbeda dari raka yang Nadia lihat sebelum raka menghilang beberapa bulan lalu dan sekarang raka kembali dengan membawa seorang wanita


"astaga raka kemana aja kamu, ngilang gak ada kabar... kangen tau" ucap nadia memeluk raka antusias


"aku semedi dulu beberapa bulan ini nad, biasa recovery pasca sakit yang tak berkesudahan, aku lebih kangen lagi" sahut raka mendramatisir dan membalas pelukan nadia


"jadi sekarang udah bener-bener move on nih" nadia melirik gadis di samping raka yang hanya tertunduk malu-malu


"ah iya hampir lupa kenalin ini namanya cindy, insyaallah calon istriku nad" bisik raka di telinga nad


"cieeee lama ngilang tau-tau udah bawa calon istri aja, dek kenalin aku nadia sahabatnya om-om ini" celetuk nadia membuat raka mendelik


"sembarangan om-om aku masih muda kali nad"


nadia tak menghiraukan ucapan raka dia malah fokus pada cindy yang terlihat oleh mata nadia masih seorang pelajar SMA atau baru masuk kuliah


"cindy kuliah? apa gimana? kok mau sama om-om ini cin?" tanya nadia sedikit mengejek


"aku baru lulus SMA kak, aku sama kak raka ketemu gak sengaja pas aku mau daftar kuliah kebetulan kak raka jadi dosen di kampus itu" jawab cindy malu-malu


"ya Tuhan raka kamu mainnya daun muda masih fresh, awas lo macem-macem bisa di gantung kamu sama bapaknya"


"ehemmm,, aku di cuekin nih" jonathan berdehem merasa di abaikan


"ehh... maaf aku lupa, ini kenalin raka sahabat aku dan calon istrinya" nadia memperkenalkan jonatahan kepada raka dan cindy


mereka mengobrol panjang lebar membicarakan sesuatu yang sebenarnya tidak penting sama sekali hanya sekedar melepas rindu karena nadia dan raka sudah lama tidak bertemu sedangkan jo dan cindy mereka lebih banyak diam dan menyimak apa yang nadia obrolkan dengan raka, nadia memperkenalkan jonathan sebagai calon suaminya kepada raka membuat jonathan salah tingkah dan senang bukan main


nadia memang sudah berniat akan menerima lamaran jo beberapa hari lalu namun belun sempat nadia utarakan secara langsung dan dengan nadia sengaja memperkenalkan jo sebagai calon suaminya nadia berharap jo mengerti kalau nadia membalas perasaannya selama ini