Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 26



Yoga nampak menarik nafas. Dia sebenarnya tidak yakin harus mengungkapkan semuanya karena Salsa memintanya agar tidak mengatakan apapun pada keluarga ini. Apalagi pada orangtua Andrian karena mereka pasti tidak senang memiliki cucu dari seorang pembantu, tapi…,


“Katakan saja,” ucap Nayla di samping Yoga. Wanita ini tak ragu meraih tangan Yoga dan mengelusnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang orangtuanya pikirkan tentang dirinya yang menyukai seorang supir pribadinya.


“Salsa hamil,” ucap Yoga tiba-tiba menimbulkan suara kaget dari bibir Lina dan Nayla. Mereka berdua sama-sama menutup bibir mereka.


“Lalu kenapa kau memukulku? Kau pikir, aku…,” tiba-tiba suara Andrian mengapung di atas udara mengingat kejadian yang telah berlalu. Dia…, melakukannya pada Salsa dan sekarang Salsa hamil?


“Tidak mungkin!” bantah Andrian. Dirinya hampir saja meninggalkan semua orang sebelum akhirnya Wicaksono menarik tangan Andrian agar tidak lari.


“Apa kau sungguh melakukannya?” tanya Wicaksono.


“Iya aku melakukannya, tapi Salsa tidak mungkin hamil karenaku. Aku mandul, Pa. Aku tidak bisa memiliki anak. Aku sudah memeriksa ke rumah sakit sebelum aku mengatakan rencanaku yang akan menikahi Aurel.”


Semua terperangah mendengar penuturan Andrian, tapi Yoga merasa semakin meninggi emosinya dengan apa yang Andrian katakan. Andrian bilang, dia melakukannya? Semudah itu dia mengatakan itu dan mengatakan akan menikah dengan wanita lain. Lalu dengan seenaknya dia bilang Salsa tidak mungkin hamil karenanya? Bukankah secara tidak langsung Andrian menuduh Salsa melakukan dengan yang lain, sementara semuanya tahu sikap dan sifat Salsa sejak lahir bagaimana. Salsa tentu saja tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak.


Bug!!! Yoga kembali melayangkan pukulannya pada Andrian. “Lalu kau menuduh Salsa melakukannya dengan orang lain?”


“Bisa saja!” ucap Andrian langsung. “Aku mandul, apa kau tidak dengar? Atau kau kurang puas mendengar aku adalah laki-laki yang tidak bisa memiliki keturunan.”


“Andrian!” teriak Lina. Dia tidak suka mendengar apa yang Andrian katakan. Setaunya, keluarga besar Wicaksono ataupun Lina tidak ada yang mandul.


Yoga pun menganggukkan kepalanya. Nafasnya masih terlihat memburu sementara Nayla langsung menggenggam tangan Yoga kembali untuk menenangkan prianya. Lalu Nayla membawa Yoga menuju ke belakang agar berpisah dari Andrian yang masih terlihat shock.


…………………………………………………………………..


Entah sudah hampir berapa jam Andrian terdiam di dalam bath-up bersama aroma lavendernya. Pikirannya entah kemana ketika kata-kata Yoga terus saja mengiang di telinganya.


“Salsa hamil,” hanya itu yang terus berputar di telinga Andrian.


Apa benar Salsa hamil? Jika memang benar, itu tandanya dia tidak mandul. Andrian bisa mempunyai keturunan dari seorang wanita yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anaknya, tapi…, jika memang benar Salsa hamil. Bagaimana dengan Aurel? Apa yang akan Andrian lakukan dengan pernikahannya. Sementara dia tidak bisa kabur begitu saja dari tanggung jawabnya sebagai seorang Ayah dari anak yang Salsa kandung.


“Aaaaaaaaaaaa.” Teriak Andrian. Mengapa semuanya seperti ini? Tapi kalau dia boleh jujur, bukankah ini kabar bahagia untuknya? Jika dia sungguh tidak mandul, itu berarti dia akan memiliki keturunan. Dia akan punya anak! Apalagi..., keturunannya dari wanita yang sangat dia cintai. Ya Andria tidak bisa membohongi hatinya tentang ituu.


Andrian pun menghela nafasnya sejenak seraya memejamkan matanya. Wajah Salsa tiba-tiba terbesit di bayangannya. Wanita itu tengah menatapnya dalam-dalam membuat Andrian langsung membuka pejaman matanya. Dia langsung keluar dari bath-up dan menyalakan shower untuk segera membersihkan dirinya. Besok, dia akan ke rumah sakit sekaligus menanyakan pada Yoga di mana keberadaan Salsa sebenarnya. Dia ingin bertemu dengan Salsa besok juga.


……………………………………………………


 


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^