
setelah menyelesaikan drama percekcokan di kamar mandi alana dan ryshaka segera pulang ke rumah papa surya
papa surya, ariana, darwin dan juga renata tak lupa kedua orangtua ryshaka juga ikut hadir mereka semua tengah menunggu kedatangan alana dan ryshaka di rumah papa surya
terlebih kedua orang tua ryshaka sudah terlanjur kesal karena sampai saat ini ryshaka belum memberitahukan kehamilan alana secara langsung malah mereka mendengar kabar itu dari mulut orang lain membuat kedua orangtua beranggapan bahwa ryshaka tidak menggap keberadaan kedua orang tuanya belum lagi masalah pencemaran nama baik alana dan ryshaka di kampus membuat kepala papi arya pusing bukan kepalang
dua jam berlalu akhirnya alana dan ryshaka sampai di rumah papa surya
mereka di sambut dengan tatapan tajam semua orang yang ada disana tentu saja membuat ryshaka merinding
"dari mana saja kamu anak nakal?" tanya papi arya dengan nada bicara yang sangat tinggi
"jalan-jalan lah ngapain lagi namanya juga pengantin baru puas-puasin dulu pi sebelum dede bayi nanti brojol" sahut ryshaka tanpa dosa sembari mengelus perut alana yang masih rata
"kamu kenapa tidak bilang kalau alana hamil hah? kamu gak nganggap keberadaan mami sama papi?" kini giliran mami anna yang berkomentar
"ma...maaf mi bukan maksud kita gak mau cerita tapi kemarin itu ada sedikit masalah makanya kami belum sempat cerita" bukan ryshaka yang menjawab melainkan alana yang tampak merasa bersalah
"mami gak marah sama kamu sayang, mami cuman kesel sama suami kamu" mami anna mengelus rambut alana dengan sayang
"udah sih gak usah lebay mi, sekarang kan mami sama papi udah tahu kalau alana hamil" sahut ryshaka enteng
"dasar anak kurang ajar" umpat papi arya
"jangan marah-marah pi nanti asam lambungnya kambuh, eh ini kok ngumpul rame-rame disini mau demo kemana?" lagi-lagi ryshaka berceloteh membuat papi arya semakin kesal
"ry jangan bercanda terus bersikap dewasa lah sedikit sebentar lagi kamu mau jadi orang tua" nasehat papa surya
"iya pa maaf"
"jangan banyak tingkah kamu mau di pecat jadi menantu hah?" bisik darwin yang kebetukan duduk di samping ryshaka
"ih kakak ipar ngomongnya jahat banget" sahut ryshaka
"makanya manut aja kalau orangtua lagi ngomong"
tidak ingin membuang-buang waktu papi arya langsung membicarakan tentang acara resepsi pernikahan putra semata wayangnya, papi arya ingin menggelar pesta yang sangat mewah dan mengundang semua kolega bisnisnya begitupun papa surya yang tak kalah antusias pasalnya ini adalah kali pertama baginya membuat pesta untuk sang putri berbeda dengan saat darwin menikah dulu karena yang menyiapkan pesta adalah keluarga dari renata keluarga darwin hanya membantu sesuai permintaan saja
hasil kesepakatan bersama akhirnya resepsi pernikahan alana dan ryshaka akan di gelar satu bulan lagi
kali ini mami anna dan renata yang bertugas mencari WO terbaik untuk mempersiapkan semuanya dari mulai dekorasi, cathering dan undangan pernikahan tak lupa mami anna juga menanyakan konsep pernikahan seperti apa yang alana mau, mami anna ingin membuat pesta yang berkesan dan mewujudkan pesta pernikahan impian menantu kesayangannya
"ry papi gak mau tahu kuliah kamu harus selesai sebelum resepsi pernikahan kalian di gelar"
"kok gitu pi kan gak akan ngaruh apa-apa juga mau lulus apa belum toh aku sama alana udah resmi jadi pasangan suami istri" sergah ryshaka
"kamu itu kalau di kasih tahu orangtua bisanya cuman protes aja, nurut aja bisa gak sih? lagian kamu mau sampai kapan jadi mahasiswa terus gak malu nanti sama anak kamu?"
"iya deh iya aku nurut, aku usahain sebelum resepsi aku udah wisuda"
"harus... sekali-kali kamu harus buat istri kamu bangga ry"
"al bangga kok sama ry, papi aja yang gak tahu"
berbeda dengan para kamu lelaki, alana, mami anna dan juga renata sedang membicarakan gaun pernikahan seperti apa yang alana inginkan mami anna memperlihatkan koleksi gaun pengantin salah satu butik langganannya melalui sosial media miliknya mami anna juga memperlihatkan gaun seragam untuk para bridesmide dan groomsmen
alana juga meminta pendapat ryshaka tentang gaun pengantin dan jas pengantin yang cocok untuk mereka saat resepsi nanti mengingat saat ini alana sedang hamil muda alana ingin gaun pengantin yang tidak terlalu ketat pas bagian perut khawatir anak dalam kandungannya akan merasa sesak, mami anna hanya tersenyum mendengar keinginan menantu kesayangannya
setelah menemukan gaun pilihannya mami anna mengajak alana untuk segera pergi ke butik langsung untuk memesan gaun pengantin dan jas yang sudah alana pilih sedangkan renata di temani darwin berencana untuk mencari WO untuk memilih dekorasi dan undangan pernikahan terlebih dahulu
"sayang kamu yakin gak aku temenin" ucap ryshaka yang mengantar alana ke teras rumah
"kalau kamu ikut nanti malah namba repot, udah kamu di rumah aja temenin papi kamu dan papa mertua kamu" bukan alana yang menjawab melainkan mami anna
"kok gitu sih mi, aku gak mau jauh-jauh sama istri aku nanti kalau dia pengen sesuatu gimana? wanita hamil kan suka ngidam dadakan"
"jangan banyak protes nanti kalau bajunya sudah jadi baru kamu ikut untuk fitting sekarang kan baru mau milih-milih dulu gaun pernikahan yang istri kamu inginkan"
"mami gak asik"
"udah jangan ngedumel mendingan kamu selesein skripsi kamu, kamu gak lupa kan tadi papi bilang apa? nanti kalau sudah selesai aku periksa"
"iya deh aku nurut... kamu hati-hati ya jangan nakal" ryshaka mengecup puncak kepala alana
"al pergi sama mami kok ry jangan khawatir"
"iya mi"
"biar aku yang nyetir mi" seru alana saat ryshaka sudah masuk ke dalam rumah
"jangan sayang biar supir aja kita santai-santai aja duduk di belakang, mami bisa di gorok sama suami kamu kalau ngebiarin kamu nyetir" sahut mami anna terkekeh
"mami bisa aja" alana tertawa
ryshaka kembali bergabung dengan papi arya dan papa surya yang sedang serius membahas tentang perusahaan mereka
"lho bukannya mau nulis skripsi kok malah gabung disini" protes papi arya
"aku mau nanyain sesuatu sama papa mertua" ryshaka melirik papa surya yang sedang fokus pada ponselnya
"kenapa ry?"
"pa apa selama ini alana punya cincin pernikahan impian gak? seperti modelnya yang berbeda dengab cincin pada umumnya gitu, aku mau kasih hadiah buah istri aku" tanya ryshaka serius
"bukannya cincin pernikahan kalian sudah ada ya?" papa surya malah bertanya balik kepada menantunya
"memang udah ada tapi aku mau kasih lagi pa, biar maik uwuw gitu"
"papa gak tahu ry coba kamu tanya nana atau renata saja, biasanya oara wanita lebih tahu
"aku tanya nana aja kali ya kak rena kan udah pergi sama kak darwin"
"ya sudah sana"