
semakin tidak bisa menahan hasratnya yang terus memaksa untuk di salurkan ryshaka perlahan merangkak naik ke atas ranjang tanpa memperdulikan alana yang saat ini masih merajuk
ryshaka menatap wajah alana yang semakin cantik dan menggoda dengan kehamilannya itu, ryshaka mengelus lembut wajah tenang alana yang sedang terlelap
ryshaka mengecup lembut bibir alana perlahan namun pasti sekarang bibir ryshaka sedang bermain di leher putih alana mengecup dan menyesap sampai meninggalkan jejak kepimilikannya disana
alana yang merasa itu semua hanya mimpi masih saja anteng di dalam tidurnya, ryshaka mulai turun menyusuri dua bukit kenyal menantang milik alana, mere mas dan memilin biji ketapang favoritnya
alana semakin merasa semuanya nyata langsung membuka matanya dan sangat terkejut ketika ryshaka yang sedang bermain di kedua gunung sintal miliknya
alana dengan cepat mendorong tubuh ryshaka agar menjauh darinya dan nyaris membuat ryshaka terjungkal dari atas ranjang
"sayang kenapa kamu jahat sekali" cebik ryshaka menahan hasratnya yang sedang naik-naiknya
"kamu ngapain hah? curi-curi kesempatan saat aku tidur, aku masih kesal jangan sentuh aku" sentak alana membuat ryshaka semakin merana
"satu ronde saja sayang, aku mohon" rengek ryshaka dengan wajah memelasnya
"jangankan satu ronde setengah ronde saja tidak akan pernah terjadi, sana kembali tidur di sofa" usir alana langsung memunggungi ryshaka yang tampak frustasi
"kamu jahat, sengaja memakai pakaian lucknut itu untuk menggodaku sekaligus melarang aku untuk menyentuhmu, itu penyiksaan namanya" umpat ryshaka mengacak-ngacak rambutnya
"syukurin siap suruh gak nurutin ngidam istri yang lagi hamil" balas alana tak mau kalah
"sayang come on kamu tahu sendiri alasannya apa jangan suka memperpanjang masalah yang tidak penting"
"tidak penting kamu bilang? kalau anak kamu pas lahir nanti ngeces terus kamu mau? dasar egois"
"ya sudah kalau kamu masih bertahan bersikap seperti ini jangan salahkan aku mencari pelampiasan di luar" ucap ryshaka yang sebenarnya hanya ingin menakut-nakuti alana
"silahkan, besok kita cerai talak tiga sekalian, aku masih bisa mencari daddy pengganti untuk anakku yang lebih tampan dan lebih kaya pastinya" sahut alana yang semakin tersulut emosi
"berani kamu ya"
"kamu yang mulai, sana pergi nyari perempuan yang bisa puasin hasrat kamu dan jangan pernah temui aku lagi setelah itu, aku gak nyangka semudah itu kamu akan mencari perempuan lain karena aku tidak bisa melayanimu padahal kamu tahu betul alasannya karena apa" ucap alana dengan suara bergetar menahan tangisnya
cemaslah ryshaka niat hati hanya ingin menakut-nakuti alana malah ryshaka sendiri yang ketakutan karena ancaman alana
ryshaka semakin frustasi harus dengan cara apaa lagi membujuk istrinya agar mau memaafkannya
ryshaka menyentuh bahu alana yang bergetar, ryshaka tahu pasti saat ini alana sedang menangis
"sayang aku hanya bercanda tidak serius sama sekali" ucap ryshaka
"pergi" bentak alana yang semakin menangis histeris
"oh Tuhan kenapa aku bodoh sekali sengaja membangunkan macan yang sedang tertidur" umpat ryshaka merutuki kebodohannya
ryshaka ketar-ketir karena alana benar-benar menanggapi ocehan ryshaka dengan serius
ryshaka terus membujuk alana agar tidak marah lagi namun usahanya sia-sia alana malah menjambak rambut ryshaka saking kesalnya melihat wajah ryshaka saat ini dan bukan hanya itu alana juga memukuli badan ryshaka dengan bantal karena nasih belum merasa puas melampiaskan rasa kekesalannya pada ryshaka
"sayang stop it... kamu mau anak kita pas lahir udah jadi yatim" sentak ryshaka membuat alana semakin menangis
"tuh kan kamu mau ninggalin aku dan anak kita kan, jahat" sahut alana yang semakin ngawur
"astaga kenapa sejak hamil alana jadi aneh begini sih" batin ryshaka tak habis pikir dengan tingkah istrinya
"bukan begitu sayangku, cintaku, hidupku... aku cuma mau kamu berhenti marah-marah nanti anak kita di dalam perut stres lho kamu mau anak kita rambutnya rontok sebelum waktunya" cerocos ryshaka mencoba membujuk alana lagi
"ngaco kamu, mana ada bayi masih di dalam perut rambutnya rontok" sahut alana menahan senyum
"janji?"
"janji tapi satu ronde dulu ya, aku kangen" rengek ryshaka
"satu ronde aja ya gak lebih" ryshaka menganggukan kepalanya seraya bersorak di dalam hatinya
malam itu alana dan ryshaka melakukan olahraga ranjang yang selalu ryshaka rindukan setiap hari
ryshaka yang awalnya hanya meminta satu ronde namun berakhir dengan beberapa ronde karena alana yang selalu meminta nambah
sejak mengetahui dirinya hamil alana jadi semakin agresif dan menambah hasratnya untuk main kuda-kudaan hal itu justru membuat ryshaka senang bukan main
setelah selesai menyalurkan hasrat keduanya akhirnya ryshaka dan alana tertudur dengan saling memeluk satu sama lain
*
*
*
*
*
"pagi semua" sapa ryshaka yang turun terlebih dahulu untuk sarapan
"pagi, al mana ry kok kamu sendirian?" tanya papa surya
"masih siap-siap pa, oh ya hari ini aku pamit ya mau ajak alana pulang ke apartemen"
"emang alana mau kamu ajak pulang?" tanya nadia yang sudah ikut duduk di meja makan bersama jonathan
"mau lah bu nad kita kan udah baikan" jawab ryshaka bangga
"syukurlah kalau kalian sudah baikan, ingat ry sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah bersikaplah lebih dewasa dan harus banyak mengalah, wanita hamil itu mood nya cepat berubah-ubah jangan sampai membuat alana stres dan satu lagi cepat selesaikan kuliah kamu papa mau sebelum anak kamu lahir kamu harus sudah lulus dan fokus di perusahaan" nasehat papa surya panjang kali lebar
"siap papa mertua, aku janji gak akan bikin alana marah-marah lagi dan soal kuliah aku lagi bikin skrispsi sebentar lagi selesai papa jangan khawatir"
"buktikan jangan banyan omong ry, manjat pohon jambu aja gak bisa" celetuk jonathan
"kak ry mana vespa aku" seru ariana yang baru saja duduk di samping nadia
"nanti siang yang adek manis sekarang kakak ipar kamu yang tampan ini mau ke dokter dulu mau periksa calon keponakan kamu"
"kak al hamil?" tanya ariana yang belum mengetahui kehamilan alana
"yes" sahut ryshaka singkat
"asik dong aku mau punya ponakan, kak ry udah mau jadi bapak jangan main cewek mulu nanti di tinggal kak al tahu rasa lho" celetuk ariana
"tuh dengerin nana aja tahu kalau kamu masih suka genit sama cewek-cewek" timpal alana yang baru ikut bergabung di meja makan
"mana ada aku kayak gitu ya, aku setia lho sama kamu sayang.. hey adek ipar jangan sembarangan kalau ngomong kakak batalin vespa nya mau?"
suasana di meja makan pagi itu begitu ramai karena alana, ryshaka dan ariana terus saja berceloteh sedangkan papa surya, nadia dan jonathan hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah mereka namun papa surya bahagia karena sekarang keluarganya sudah berkumpul lagi meskipun alana akan kembali tinggal di aparteman dan darwin masih sibuk dengan urusan bisnisnya tapi setidaknya ada si bungsu ariana yang saat ini akan menamaninya setiap waktu
"seandainya kamu masih ada ma, pasti akan sangat bahagia melihat anak-anak kita akur dan alana sudah menemukan pasangan yang tepat" batin papa surya