Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 12



Aurel menutupi tubuhnya dengan selimut seraya memperhatikan Oka yang menatap pemandangan di luar apartemen. Sudah lewat berapa minggu kejadian Aurel memberikan obat untuk Andrian.


“Kau tahu? Kau terlalu posesif. Jika seperti ini, bagaimana kita akan lancar.”


“Aku sudah melakukannya,” ucap Oka pada Aurel. Pria bertubuh six pack itu hanya menggunakan boxer seraya menyeruput kopi di mug bewarna putih.


“Kau melakukan apa? Kau sudah menghancurkan semua rencanaku. Aku sudah lama di sini bersamamu. Seharusnya aku sudah mendapatkan hati Andrian yang paling besar dan kau seharusnya berhasil membunuh tua bangka itu!”


Oka pun membalikkan tubuhnya. Dia menaruh mug bewarna putih itu asal dan berjalan menuju ranjang di mana semalam Oka mengurung Aurel di bawahnya. Sungguh, Oka tidak bisa membayangkan jika Aurel melakukannya dengan orang lain.


“Dia sudah mati semalam, Sayang. Kita terlalu asyik berdua dan aku jamin tidak ada siapa pun yang tahu kalau aku pelakunya.”


“Sial! Kenapa kau baru mengatakannya. Semua orang pasti mencariku,” kata Aurel meraih HP di tasnya yang ternyata mati dan Aurel pun segera melilit tubuhnya dengan selimut. Dia segera sibuk mencari charger HP-nya, lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya. Dia yakin semua orang mencarinya karena dia satu-satunya keluarga si tua bangka yang selama ini dia sebut Ayah.


Oka pun menghela nafasnya memperhatikan kepergian Aurel ke dalam kamar mandi. Terkadang, Oka merasakan kalau Aurel sangat mencintainya, tapi terkadang Oka juga merasakan sebaliknya. Oka merasa kalau Aurel pasti kapan saja bisa mengkhianatinya.


…………………………………………………………..


“Mas, Salsa pingsan!” namun tiba-tiba suara Nayla membuat Andrian yang sedang berkaca memasangkan dasinya segera menoleh.


“Aku butuh bantuanmu, Mas. Yoga baru saja mengantar Mama dan Papa ke bandara.”


Tidak mengulur waktu lagi. Andrian entah kenapa langsung berlari ke arah bawah. Tentu saja ke arah dapur dan dia menemukan Salsa di atas lantai.


“Cepat panggil Dokter David,” perintah Andrian seraya mengangkat tubuh Salsa dan membawanya menuju kamar pembantu yang sudah orang-orang rumah menyuruh Salsa untuk pindah dari kamar yang cukup dikatakan seperti gudang, tapi Salsa tidak mau karena ada banyak sekali kenangan di kamar itu. Ya, Salsa masih sangat ingat bagaimana mendiang ibunya bekerja di rumah ini dengan lelah demi dirinya. Salsa tidak mungkin melupakan bahwa setiap malam ibunya sering memeluknya dan menciumnya ketika akan tidur.


Tak lama Nayla pun kembali dengan teh hangat. “Aku menemukannya sudah pingsan. Aku rasa ada yang aneh dengan Salsa setelah menemui Mas di kantor terakhir kali. Sebenarnya ada apa dengan kalian?” tanya Nayla langsung. Dia sudah tidak kuat menahan pertanyaan ini.


Andrian pun nampak gugup. Dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada Nayla. Dia tahu Nayla pasti akan menamparnya jika tahu apa yang terjadi di antara mereka kemarin.


…………………………………..


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^