Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 64



Andrian pun menangkap tangan Salsa lalu menggenggamnya erat sebelum kuncinya dia berikan pada petugas vallet. “Mas aku deg-degan,” bisik Salsa ketika melihat betapa mewahnya restoran yang sudah Andrian pesan ini. Bahkan di sebelah restoran mewah itu Salsa pun bisa melihat bangunan tinggi yang di atasnya ada tulisan Jacyl Hotel.


“Tidak apa, Sayang. Kita hanya berdua, kau tidak perlu segugup itu,” kata Andrian mengelus tangan Salsa lalu melihat arah pandang Salsa yang menatap bangunan tinggi dengan lampu-lampu di setiap lantainya.


“Itu hotel yang aku pesen untuk kita malam ini.” Mendengar itu Salsa langsung menyembunyikan wajahnya ke punggung Andrian.


“Mas kau sungguh memesannya,” kata Salsa membuat Andrian terkekeh.


Andrian membawa Salsa ke dalam dan seorang pelayan langsung mengantarkan mereka ke tempat yang sudah Andrian rencanakan akan menjadi makan malam yang indah. Salsa pun melirik ke segala arah, memperhatikan interior restoran yang tidak pernah dia rasakan seumur hidupnya. Mulai dari lampu, lantai, meja, hiasan di dinding dan juga pelayan yang ada di Jacyl restoran sungguh membuat Salsa terpukau.


“Sayang,” Andrian menyentuh tangan Salsa.


“Jangan fokus ke yang lain. Fokus saja ke aku, suamimu yang tampan.” Salsa pun tersenyum dan mengangguk pelan.


“Mas, makasih sudah membawaku makan malam mewah seperti ini, tapi apa ini gak begitu berlebihan? Kenapa hanya ada kita berdua di sini? Memang tidak ada yang mau makan di sini?”


“Aku sudah memesannya malam ini hanya untuk kita berdua.” Kata Andrian meraih tangan Salsa.


“Tapi Mas, ini pasti sangat mahal. Aurel saja hanya kau bawa ke restoran dekat kantornya. Aku tidak mau jadi wanita yang gila harta.”


“Hei, kamu ngomong apa sih. Jangan bandingkan kamu dengan Aurel dong. Kamu jelas beda dengan dia. Kamu itu pantas aku berikan sesuatu yang mewah seperti ini karena kamu pun mewah untukku. Kamu jelas lebih berharga dibanding wanita itu,” kata Andrian tidak suka mendengar kalau istrinya malah menjelek-jelekkan dirinya sendiri.


Salsa pun menundukkan kepalanya merasa seperti dimarahi oleh Andrian. Akhirnya Andrian mengangkat kepala Salsa untuk menatapnya lalu mengelus wajah Salsa dengan lembut.


“Aku ingin memberikan sesuatu untukmu.” Kata Andrian.


“Mas, jangan mengatakan seperti itu.” kata Salsa.


“Ini cincin pernikahan kita. Aku ingin kau memakainya dan aku akan memakainya juga supaya semua orang di kantor tahu kalau aku sudah memiliki istri dan akan memiliki anak.”


Salsa tersenyum, tapi matanya mulai berkaca-kaca. Meskipun Andrian mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menjadi suami yang baik, tapi menurut Salsa semuanya sudah lebih dari cukup. Apapun yang Andrian lakukan untuknya, Salsa tahu kalau Andrian sangat mencintainya.


“Jangan menangis, Sayang.” Ucap Andrian mengusap air mata Salsa.


“Aku menangis karena bahagia Mas. Akhirnya, sekarang aku bisa memilikimu tanpa berbagi dengan orang lain.” kata Salsa.


Andrian pun menarik tangan Salsa dan memakaikan cincin yang sudah dia belikan untuk Salsa. “Ya, kau benar. Aku hanya milikmu,” kata Andrian lalu mencium punggung tangan Salsa lama.


……………………………