Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 33



Aurel merasa puas dengan kerja kekasih dan anak buahnya. Sekarang Aurel hanya perlu bepura-pura berduka dengan kematian orangtua Andrian. Lalu setelah Andrian mulai melupakan orangtuanya. Mereka pun akan menikah.


Aurel merapikan bajunya. Dia baru saja turun dari mobilnya lalu menuju rumah besar Andrian. Melihat keadaan sekitar, dia hanya melihat pekarangan bunga duka seperti ketika ayahnya meninggal tempo lalu. Baru saja Aurel menjijit ingin melihat rumah besar Andrian sebuah taxi berhenti di belakang mobilnya. Aurel membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Andrian yang tak bersemangat.


“Andrian,” suara Aurel.


Andrian pun mengangkat kepalanya. Dia melihat Aurel yang datang dan menghambur memeluknya. “Baru beberapa bulan yang lalu ayahku meninggal. Kau tak sendiri, aku selalu bersamamu,” kata Aurel membuat Salsa yang baru saja keluar dari taxi melihat wanita lain memeluk suaminya.


“Terima kasih kau sudah datang,” ucap Andrian memeluk Aurel sangat erat sungguh membuat Salsa merasakan sakit di hatinya.


Pasti wanita itu memiliki tempat spesial di hidup Andrian karena Salsa tahu Andrian bukan tipe orang yang mudah memeluk siapa saja. Dia juga pria yang cukup dingin jika sudah bersama seorang wanita yang bukan dia suka. Apakah itu berarti?


“Kau pasti butuh istirahat Andrian. Aku akan menemanimu,” kata Aurel dan Andrian mengangguk. Mereka bergandengan tangan seakan melupakan keberadaan Salsa. Meski salsa tahu kalau Andrian sedang dalam keadaan kalut, tapi mengapa wanita itu sama sekali tak menegur atau bahkan menyapanya. Dia bahkan mencetuskan bahwa dirinya akan menemani Andrian istirahat.


Salsa menghela nafasnya sejenak seraya memegang perutnya. “Dia tetap Ayahmu, Nak.” Ucap Salsa pada kandungannya.


………………………………………………


Mata Andrian terasa sangat lelah. Kini kekasihnya sudah berada di sampingnya. Andrian membenamkan wajahnya ke dalam leher kekasihnya. Sementara Aurel, kekasihnya mengusap punggung Andrian untuk menenangkan hati Andrian yang jelas masih dilanda rasa sedih.


Tanpa mereka tahu, seseorang di ambang pintu sedang mengintip kegiatan mereka. Salsa menghela nafas beratnya. Dia tidak perlu lagi merasa kecewa dengan apa yang dia lihat sekarang karena pada nyatanya, Andrian memang milik orang lain. Andrian bukan miliknya. Andrian hanya suami sementaranya karena setelah segala kesedihan yang Andrian lalui. Salsa akan kembali ke dunia sebelumnya, hidup tanpa Andrian dan dia akan bahagia bersama anak yang sedang dia kandung.


Sekali lagi Salsa melihat posisi mereka berdua yang tidur di atas ranjang Andrian. Meskipun mereka hanya berpelukan di sana, tapi Salsa tidak bisa bohong kalau hatinya merasa sakit melihat suaminya bersama orang lain. Akhirnya Salsa meninggalkan kamar Andrian dengan helaan nafas dari mulutnya. Dia tidak bisa menangis atau dia memang tak berhak menangis. Andrian memang bukan miliknya, meski mereka sudah menikah. Apalah arti menikah jika keduanya tidak sama-sama memiliki keinginan untuk membina rumah tangga.


“Aku mencintaimu, Mas, tapi aku tahu kalau kamu pasti enggak akan nerimaku lagi yang hanya pembantumu. Anggap saja pernikahan ini hanya sebatas permintaan mendiang orangtuamu,” batin Salsa seraya memasuki kamarnya yang dulu.


...................................................


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA