Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 42 (LANJUTAN AKHIR LALU)



Tubuh Salsa sudah lebih baik karena mengkonsumsi obat dari Dokter yang Andrian panggilkan ke rumah. Meski awalnya, Salsa sudah menolaknya dengan halus, tapi Andrian tetap saja memanggil Dokter ke rumah. Sebagai tanda terima kasih pada suaminya yang sudah sangat peduli padanya. Salsa pun membuatkan salah satu makanan kesukaan Andrian, Andrian sangat suka fettucini buatannya, begitu kata mendiang ibu mertuanya waktu itu.


Namun sudah berapa jam Salsa menunggu kedatangan Andrian maupun Aurel. Jam sudah hampir menunjukkan pukul 11 malam, tapi mereka tidak terlihat sama sekali. Salsa pun meninggalkan dapur, mungkin lebih baik dirinya menunggu sambil menonton TV karena selama dia menunggu dengan terdiam di atas bangku meja makan. Maka hanya ada suara-suara atau bayangan wajah Andrian yang sedang bermesraan dengan Aurel.


Salsa pun menyalakan televisi di ruang santai. Sebenarnya dia memikirkan hal ini sejak kemarin Andrian menawarkan dirinya untuk ikut ke rumah Aurel. Salsa sudah memikirkan apakah dia sungguh sudah benar memutuskan untuk ikut dengan Andrian. Apakah keputusannya tidak akan membuatnya menyesal untuk hidup lebih lama bersama Andrian. Kenapa dia harus memilih Andrian yang menjadi orang yang membahagiakannya kelak nanti, meski kenyataannya…,


Salsa mendengar suara mobil yang masuk ke dalam pelataran rumah. Dia segera bangkit dari duduknya dan berjalan kea rah pintu rumah. Lalu mencoba mengintip keluar di mana satpam yang kemarin dia kenal bernama Gilang sedang memberi aba-aba agar mobil masuk dengan benar.


Salsa pun terlihat agak sedikit kecewa begitu melihat Andrian pulang bersama Aurel, tapi lagi-lagi Salsa harus menguatkan hatinya karena inilah yang memang harus dia hadapi.


“Selamat datang, Nyonya,” sapa Salsa seraya membukakan pintu rumah dan Aurel tersenyum seraya berjalan masuk dengan langkah yang terlihat sangat senang.


Salsa pun mengikuti langkah Aurel ketika Aurel memberikan tas kerjanya pada Salsa. “Saya sudah menyiapkan makan malam untuk Nyonya dan Tuan,” ucap Salsa yang masih mengikuti langkah Aurel dari belakang.


“Oh ya?” tanya Aurel membalikkan tubuhnya. “Saya dan Andrian baru saja makan di luar.”


Tiba-tiba Salsa harus merasa kecewa lagi. Kenapa Andrian tidak menghubunginya jika mereka memang akan makan malam di luar. Kalau Salsa tahu begitu, dia tidak akan memasak fettucini yang banyak untuk suaminya.


“Ada apa?” tanya Andrian yang baru saja masuk dan melihat Salsa sedang berbicara dengan Aurel.


Sungguh pemadangan yang membuat Salsa sangat iri ingin melakukannya. Andrian yang tahu Aurel melakukan itu untuknya pun segera menepis pelan tangan Aurel dengan perlahan. “Aku bisa melakukannya,” kata Andrian memberi pengertian pada Aurel dan Aurel pun mengangguk pelan.


“Masak apa?” tanya Andrian begitu tertarik dengan perbincangan mereka sebelumnya.


“Fettucini,” jawab Salsa.


“Wahh kita juga baru saja makan fettucini di restoran Itali dekat kantorku. Andrian sangat suka fettucini di sana, iya kan Sayang. Apa setelah perjalanan bisnisku selesai kita akan makan di sana lagi?” tanya Aurel seraya memeluk Andrian dan mempermainkan jari lentiknya di atas tubuh bidang Andrian.


“Iyah,” kata Andrian cepat seraya menyingkirkan lembut tangan Aurel karena dirinya merasa risih. “Istirahatlah, aku akan menyusul,” kata Andrian pada Aurel dan Aurel tersenyum menganggukkan kepalanya seraya berjalan meninggalkan Andrian.


Andrian menghela nafasnya sejenak lalu memperhatikan wajah Salsa yang menunduk. “Apa kau sudah membaik?” tanya Andrian mendekat ke arah istrinya dan memegang keningnya dengan lembut. Dia rasa, suhu badan Salsa sudah membaik.


“Aku sudah baik-baik saja, Mas.” Kata Salsa dan Andrian tersenyum melihat wajah istrinya yang seperti malaikat ini.


.....................................


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^