Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 72



pukul 14:00 nadia baru saja selesai dengan tugas-tugasnya sebagai dosen, nadia berniat untuk mampir ke sebuah cafe yang berada tidak jauh dari kampus untuk mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan awalnya nadia ingin mengajak alana namun mengingat saat ini alana sedang merawat ryshaka yang sedang sakit sudah pasti akan menolak ajakan nadia untuk sekedar makan siang bersama


"sudah selesai?" tanya doni membuat nadia sedikit kaget


"astaga doni kamu membuatku kaget, kamu masih disini? apa belum selesai urusan kamu disini?" tanya nadia


"sengaja nungguin kamu buat ngajak makan siang atau sekedar ngopi gitu" seru doni di balas senyum simpul oleh nadia


"baiklah, aku terima ajakanmu kita ke cafe di depan sana saja ya biar gak terlalu jauh" tunjuk nadia ke sebuah cafe di sebrang kampus


nadia dan doni berjalan menuju cafe tersebut dan meninggalkan mobil mereka di parkiran kampus


entah perasaan apa yang nadia rasakan saat berdekatn dengan doni saat ini jujur saja nadia sangat terpesona melihat doni yang semakin tampan dan terlihat sangat berwibawa berbeda dengan dulu yang sangat cuek dan sangat pendiam bahkan jika di sapa oleh nadia pun doni jarang sekali membalasnya tapi sekarang nadia cukup di buat takjub oleh perubahan doni yang berbalik seratus delapan puluh derajat


"mau pesan apa?" tanya doni saat mereka sudah duduk di dalam cafe


"aku mau tenderloin steak deh sama minumnya es teh manis aja" jawab nadia serata memainkan ponselnya


"aku americano coffe aja mbak" ucap doni kepada pelayan wanita yang sedang mencatat pesanan mereka


"kamu gak makan don?" tanya nadia


"belum laper nad, aku nemenin kamu aja sekalian ngopi" sahut doni tersenyum manis


"ya Tuhan senyumnya bikin neng meleleh bang" batin nadia menjerit menatap wajah doni yang semakin menggoda dengan senyumannya


lamunan nadia buyar saat pelayan cafe membawa pesanan mereka


namun tetap saja tatapan nadia tidak lepas dari wajah doni sampai tak sadar jika tangannya menyentuh steak yang masih panas


"awwwww" ringis nadia


"maaf kak saya tidak sengaja" ucap pelayan itu padahal jelas-jelas bukan dirinya yang salah namun karena menghormati nadia sebagai tamu cafe pelayan itu berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu


"no... saya yang salah mba maaf ya" seru nadia merasa tak enak hati dengan pelayan itu


"makasih ya mba" ucap doni dan pelayan itu segera meninggalkan meja mereka


"are you oke nad?" tanya doni sedikit cemas


"i'm good no problem don" sahut nadia meniup-niup tangannya yang masih terasa panas dan sedikit nyeri


"lain kali lebih hati-hati ya, apa perlu di bawa ke rumah sakit?" goda doni mengulum senyum


"kamu meledek don, aku masih sehat bugar belum sekarat hanya tanganku saja yang sedikit perih" nadia mendelik membuat doni terkikik


doni sangat gemas dengan wajah masam nadia saat ini jika saja akal sehatnya sudah tidak berfungsi ingin sekali rasanya dono mengecup bibir mungil nadia namun apalah daya doni cukup menjadi pengagum diam-diam untuk nadia sejak dulu


dari mereka masih duduk di bangku sekolah dulu doni memang menaruh perasaan kepada nadia yanh menjado sahabat alana, doni mengenal nadia pun saat arga dulu mengenalkan alana sebagai kekasihnya dan di dampingi oleh nadia


sejak itulah doni merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada nadia namun sayang setelah doni berusaha mendekati nadia dan mulai untuk mengenal nadia lebih jauh ternyata nadia malah menyukai pria lain yang tak lain adalah raka sahabatnya sendiri dan sejak itu lah doni memilih mundur karena doni mengira raka juga mempunyai perasaan yang sama kepada nadia terlihat dari kedekatan mereka yang cukup intens dan selalu bersama setiap waktu namun doni melupakan kejafiran alana di antara mereka bahkan wanita yang di cintai bukan nadia tapi alana yang saat itu sudah menjalin kasih dengan arga


"siapa? maksudnya?" alana mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan pertanyaan doni


"pria yang membuatmu patah hati karena di tinggal nikah" seru doni penasaran


"oh astaga kamu percaya dengan ucapan mahasiswaku tadi?" tanya alana menepuk keningnya


"maybe" doni mengangkat kedua bahunya


"mmmm, yakin kamu mau tahu?" selidik nadia


"terserah kamu saja tapi jika kamu keberatan untuk cerita aku tak akan memaksa" ucap Doni menyeruput kopinya yang manis panas


"riko, pria yang meninggalkan aku dan lebih memilih menikah dengan wanita lain" sahut nadia


"riko??? bukannya dulu kamu suka sama raka?" tanya doni penasaran


"tapi raka sukanya sama alana" jawab nadia terkikik


"ya Tuhan kisah cinta kalian begitulah rumit ternyata"


"yes terjadi cinta segitiga di antara kita namun dulu alana tidak pernah mengetahui kalau raka menyukainya"


"tapi kan sekarang alana sudah menikah suaminya berondong lagi" ucap doni terkekeh


"kamu tahu?"


"kebetulan tadi aku yang memeriksa suami alana yang sedang sakit menggantikan dokter wahyu yang sedang melakukan operasi"


"tapi ryshaka cinta mati lho sama alana, aku salut dengan perjuangannya supaya bisa membuat alana jatuh cinta sama dia"


"kayalnya suami alana sangant posesif dan cemburuan ya nad" bisik doni di balas anggukan kepala oleh nadia


doni menceritkan saat ryshaka merasa cemburu kepadanya karena mengobrol dengan alana terlalu lama, nadia tertawa saat mendengar ryshaka sengaja memecahkan vas bungan karena rasa cemburunya yang begitu tinggi kepada siapapun pria yang dekat dengan alana tidak peduli itu sahabat alana sendiri termasuk doni


nadia dan doni tertawa mengingat tingkah ryshaka yang sangat konyol ketika sedang cemburu


berbeda dengan nadia dan doni yang sedang mengobrol asik alana baru saja terbangun dengan tangan ryshaka melingkar di pinggang rampingnya


setelah menyuapi ryshaka makan dan meminum obat ryshaka malah meminta jatahnya kepada alana sebagai hukuman karena sudah mengobrol terlalu lama dengan pria lain alana yang sudah sangat paham dengan sifat posesif ryshaka tidak menolak apa yang di inginkan ryshaka hingga alana dan ryshaka pun tertidur karena kelelahan setelah bertempur beberapa ronde


"lagi sakit juga masih sempet-sempetnya ngajak main di ranjang, bocah mesum" gumam alana melihat ryshaka masih memejamkan matanya dengan bertelanjang dada


perlahan alana melepaskan pelukan ryshaka karena ingin kembali mengenakan pakaiannya setelah pertempuran itu alana langsung tertidur dan tidak sempat mengenakan pakaiannya terlebih dahulu karena saking lelahnya melayani nafsu ryshaka yang luar biasa liarnya jika sedang berada di atas ranjang


namun alana mengurungkan niatnya karena pelukan ryshaka yang begitu erat


"biarkan seperti ini dulu yank" ucap ryshaka dengan mata yang masih terpejam