
Cukup larut Andrian pulang ke rumah. Hari ini dia banyak menghabiskan waktunya di kantor karena dia tahu jika dia pulang lebih sore, dia akan bertemu dengan Salsa kembali seperti kemarin.
“Baru pulang?” tanya Nayla dengan mata menyipitnya karena dia terbangun dari tidurnya. Nayla mengambil gelas yang sama seperti Andrian pegang lalu mengambil minum karena air di kamarnya habis.
“Iyah,” jawab Andrian menaruh gelasnya di atas meja makan lalu beranjak keluar dari dapur.
“Mas tahu kalau Salsa pergi dari rumah?” tanya Nayla seraya meminum airnya dan mengikuti langkah Andrian yang menuju kamar atas.
“Tidak, memangnya kenapa?” tanya Andrian santai. Dia memang tidak tahu kalau Salsa sampai bertekad meninggalkan rumah. Apa itu tidak keterlaluan?
“Hanya bertanya, apa tidak boleh?” tanya Nayla kembali pada Andrian. Anehnya, Nayla baru sadar kalau hubungan dirinya dengan Andrian sebagai saudara kandung semakin lama semakin renggang. Ada apa sebenarnya hingga hubungan mereka seperti orang asing di dalam rumah yang sejak kecil membesarkan mereka.
Andrian mengangkat bahunya seraya memegang engsel pintu kamarnya-ingin masuk, tapi Nayla mencegahnya.
“Tapi aku sedikit penasaran apa yang terjadi di antara kalian. Kau tahu? Tadi aku ke kantormu. Aku ke ruangan CCTV dan memeriksa ruanganmu.”
Mata Andrian langsung membelalak. Dia kembali menutup pintu kamarnya. “Itu ruangan yang tidak bisa sembarang orang masuk! Kau tahu itu!”
Kini Nayla mengangkat bahunya sama seperti yang Andrian lakukan tadi. “Aku tahu, tapi kalau kau ingat, aku juga anak Papa yang berhak atas perusahaan.”
Andrian tahu itu, dia sedang berbicara dengan saudara kandungnya bukan orang lain, tapi mendengar Nayla ke ruangan CCTV entah kenapa dia begitu khawatir Nayla mengetahui kejadian kemarin.
“Aku jadi semakin ingin tahu apa yang terjadi melihat ekspresimu seperti ini Mas,” kata Nayla terang-terangan. Namun Andrian tidak menanggapinya dan kembali menekan engsel pintu kamarnya.
“Aku juga ingin tahu, siapa wanita seksi yang datang ke kantormu beberapa hari yang lalu,” ucap Nayla seraya berlalu membuat Andrian langsung mengingat Aurel.
Siapa lagi wanita yang Nayla maksud kalau bukan Aurel. Aurel memang menjadi rahasia di kantornya. Semua orang kantor tahu kalau bosnya ini tidak single, tapi orang rumah tahunya Andrian ini memang tidak punya kekasih. Nayla-lah yang baru tahu kalau Andrian ternyata punya Aurel.
..........................
Sekarang, Salsa sedang asyik memandangi taman dari ruangannya. Dia sudah mendapatkan izin dari Dokter untuk hari ini pulang, tapi dia sejujurnya tidak tahu harus kemana.
“Kau sedang apa?” tanya seseorang membuat Salsa membalikkan tubuhnya. Dia menemukan Oka yang datang dengan sebuah bungkusan di tangannya.
“Hanya melihat keadaan di luar,” kata Salsa.
“Buah untukmu karena aku yakin kau sudah dapat jatah makan pagi,” kata Oka dan Salsa pun mengangguk setuju seraya tersenyum.
“Terima kasih,” kata Salsa menerimanya dengan senang hati.
“Aku dengar kau sudah bisa pulang?”
Salsa mengangguk lagi.
“Kau sudah pikirkan akan kemana?”
Salsa menggelengkan kepalanya. “Ngomong-ngomong bagaimana bisa kau tahu kalau aku tidak punya tujuan.”
Oka pun terkekeh. “Melihat dari isi tasmu dan ya..., feeling.” Kata Oka.
Salsa pun memandang horor pada Oka. “Apa kau benar-benar memeriksa isi tasku?” tanyanya mengingat di dalam tasnya pun ada dalaman miliknya.
...........................
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^