Secret Marriage

Secret Marriage
103



"hai boleh gabung"


sontak semua yang sedang duduk melihat ke arah sumber suara


alana tampak biasa saja berbeda dengan nadia dan raka yang menatapnya begitu sengit


"stel masih disini ternyata, ayo gabung" ajak alana


"beneran gak apa-apa aku ikut gabung disini kayanya kalian kurang suka aku ada disini" sahut stela tak enak hati


"it's oke stel, duduk aja" alana menarik lengan stela hingga duduk di sampingnya


"kamu masih punya muka buat ketemu sama kita stel?" sinis nadia


"nad, jangan gitu" sergah alana


"ngapain sih kamu ngundang dia al?" ketus nadia


seketika suasana yang tadinya begitu hangat berubah menjadi mencekam kedatangan stela seakan bencana untuk mereka tanpa nadia dan raka tahu apa maksud stela sengaja ingin bergabung bersama mereka berbeda dengan alana yang memang sudah bertemu lebih dulu dengan stela dan dengan tulus stela meminta maaf padanya dan menyesali semua perbuatannya yang berimbas pada persahabatan mereka yang kini hancur


"aku mau minta maaf sama kalian atas semua kesalahan yang udah aku lakuin terutama pada alana, aku menyesela sangat-sangat menyesal aku memang bodoh hanya karena sebuah ambisi aku mengorbankan persahabatan kita, maafkan aku" lirih stela menundukan kepalanya


"selama ini kamu kemana aja stel dua tahun setelah kepergian arga kamu baru minta maaf sekarang bahkan dengan lantang kamu seakan mengibarkan bendera perang sama alana, otak kamu di taro dimana? apa sekarang dengan kamu minta maaf kamu bisa nyembuhin luka di hati alana begitu saja? " ucap nadia dengan nada sedikit meninggi


"nad" protes alana


"benar yang di omongin nadia al setelah semua kekacauan yang di buat sama stela gampang banget dia minta maaf sama kamu, meskipun selama dua tahun itu aku gak ada di sini tapi aku selalu tahu apapun itu dari nadia dan aku kecewa sama kamu stel memang benar kata orang tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan contohnya seperti kamu yang mencintai atau lebih tepatnya terobsesi pada arga yang sudah jelas adalah tunangan alana akupun begitu jujur aku sempat menyimpan perasaan lebih untuk alana bahkan bisa di bilang jatuh cinta tapi sisi kewarasanku masih berfungsi dengan baik dan tidak melakukan hal-hal yang bisa menghancurkan pershabatan kita tapi ternyata kamu lebih gila dari apa yang aku bayangkan karena cinta yang benar-benar tulus itu tidak akan egois kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun tidak bahagianya bukan bersama kita" timpal raka mengeluarkan unek-uneknya


"sudahlah aku udah maafin stela, sebelum bertemu kalian stela lebih dulu nemuin aku tadi dan minta maaf aku rasa stela tulus minta maaf sama aku, betul kan stel?" tanya alana menatap stela seakan mengintimidasi


"lagipula saat ini kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing, sudah mempunyai pasangan masing-masing juga untuk apa terus berlarut dalam masa lalu arga sudah tidak ada begitupun perasaan aku untuknya sudah terkikis seiring berjalannya waktu meskipun belum hilang sepenuhnya tapi kehadiran ryshaka aku bisa kembali merasakan jatuh cinta berkali-kali, dan untuk cindy jangan cemas raka sudah sepenuhnya cinta sama kamu sekarang itu hanya perasaan masa lalu dan masa depan raka saat ini hanya kamu"


"aunty cantik" teriak seorang anak kecil berlari ke arah alana


semua yang sedang dalam mode serius terlalihkan karena suara anak kecil yang terlihat sudah akrab dengan alana


nadia dan raka mengerutkan keningnya merasa aneh dengan alana yang cepat akrab dengan anak kecuali dengan shakira keponakannya sendiri


begitupun dengan stela yang terlihat kaget karena anak kecil itu sudah kenal dengan alana


"hai ara cantik, apa kabar sayang?" tanya alana hendak membawa ara duduk di pangkuannya


"aku baik aunty, om ganteng ini siapa aunty?" tanya ara dengan khas anak kecilnya


"om ini suaminya tante sayang, kenapa kamu naksir" tanya alana terkekeh sedangkan ara hanya membalas denga tertawa renyah lebih tepatnya tidak mengerti dengan ucapan alana


"al kamu udah kenal sama anak aku?" tanya stela heran


"ya aku pernah ketemu ara sama bunda nimas waktu di mall stel, kami sempet ngobrol juga" jawab alana apa adanya


"al aku benar-benar minta maaf aku gak bermaksud mengkhianati kamu terlalu dalam seperti ini pasti kamu benci banget sama aku kan?" stela terisak menyesali perbuatannya sendiri


"jujur aku marah, benci dan lebih tepatnya kecewa stel tapi seberapa besarnya rasa marah dan benci itu aku rasakan aku gak akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula aku mencoba ikhlas dengan semua takdir yang sudah tuhan gariskan buat aku terutama saat melihat ara rasanya aku gak tega buat benci sama anak tak berdosa ini" alana mencubit gemas pipi ara


"aunty cakitt" ara cemberut membuat alana semakin gemas


"dan kalian semua tau kenapa aku memaafkan stela dengan mudah? alasannya karena anak ini, kalau pun arga saat ini masih ada, aku gak mungkin bisa terus-terus sama dia karena ada wanita lain yang sedang mengandung anaknya saat itu dan ini anak cantik ini adalah anak arga sama stela terlepas dari kesalahan yang stela lakukan hingga anak ini hadir aku tidak bisa membenci ara dan karena ara kuga aku juga lebih bisa mengikhlaskan semuanya" lanjut alana lagi


semua orang terdiam mendengar ucapan alana tidak menyangka bahwa alana yang mempunyai hati sekeras batu dan mempunyai sifat egois bisa dengan rendah hati memaafkan stela yang sudah memberikan luka terdalam dalam hidupnya, nadia memeluk alana begitu erat merasa bangga dengan sahabatnya yang sudah berubah menjadi lebih dewasa karena meskipun umur mereka sudah matang kerap kali alana bertingkah layaknya anak kecil yang selalu ingin di mengerti tanpa harus mengerti keadaan orang lain


jonathan dan cindy sedari tadi hanya diam saja menyimak apa yang sedang jadi perbincangan antara sahabat yang sempat renggang itu


ryshaka bukan tidak ingin ikut berbicara namun ryshaka memberikan ruang bagi alana untuk mencurahkan semua unek-unek di dalam hatinya


"jadi kalian udah baikan kan? gak ada marahan-marahan lagi kan" seru ryshaka


"ish nih bocah siapa juga yang marahan" cibir raka


"ya apapun itu namanya yang jelas sekarang sudah tidak ada rasa dendam dan kebencian lagi di antara kita, aku ikut senang istri aku yang cantik ini sudah mau memaafkan kesalahan mbak Stela dengan lapang dada, aku berharap semoga kedepannya persahabatan kalian tetap akur dan tidak terjadi lagi yang namanya cinta dalam persahabatan, bikin ribet" sahut ryshaka terkekeh geli


"kamu nyindir saya ry?" tanya raka merasa tersindir


"bukan nyindiri sih pak tapi mengingatkan gak ada salahnya dong kan sesama manusia itu harus saling mengingatkan jika di antara ada yang salah apalagi kalau cinta sama istri orang bisa berabe urusannya" sahut ryshaka


"untung saja kamu bukan mahasiswa saya lagi ry kalau masih jadi mahasiswa saya sudah habis kamu saya kasih hukuman"


ryshaka membalas hanya dengan cengiran saja, stela bisa bernafas lega karena akhirnya semua sahabatnya bisa memaafkan kesalahanya yang bisa di bilang sangat fatal terutama alana yang menjadi korban utama stela tapi dengan rendah hati alana bisa memaafkan stela begitu saja


stela benar-benar menyesal karena sudah mengkhiantai sahabat sebaik dan setulus alana


stela berjanji dalam hatinya tidak akan kembali mengulangi kesalahan yang sama yang mengakibatnya pershabatan mereka kembali hancur