Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 41



Andrian berendam di dalam bath-up cukup lama. Dia memukul kepalanya sejak tadi karena sudah menghabiskan malamnya bersama Aurel di ruang kerja. Dia tidak menyangka kalau akhirnya mereka akan melakukannya juga. Sungguh! Andrian merasa bodoh sekali. Dia takut hal-hal yang tidak dia inginkan terjadi di luar kendalinya.


Andrian pun keluar dari bath-up dan membersihkan tubuhnya di bawah shower. Setelah merasa cukup bersih dia mengusap tubuhnya dengan handuk dan melilitkannya. Tak lupa mengambil handuk kecil untuk mengusap rambutnya yang basah.


Pagi-pagi sekali Aurel membangunkan dirinya yang masih tertidur di atas sofa. Dia melihat Aurel yang sudah rapi dengan baju kerjanya lalu mencuri ciuman paginya dengan membisikkan sesuatu.


“Aku akan menghubungimu, kita akan makan malam di luar,” kata Aurel lalu pergi meninggalkannya seraya berkata, “Jangan tidur lagi, kau bisa telat.”


“Argghhh,” teriak Andrian di depan kaca kamarnya.


Tak mau terlalu memikirkannya lagi. Andrian pun berusaha mencari pakaian kerjanya. Dia membuka lemari bajunya, tapi sesuatu terlintas begitu dia sedang memilih beberapa jas yang tergantung di dalam sana. Kenapa Salsa tidak menyiapkan baju untuknya? Bukankah Salsa selalu melakukan itu atau Salsa sudah lupa karena sudah lama tak melakukannya.


Andrian pun segera berpakaian. Sebelum berangkat dia ingin bertemu dengan Salsa. Dia ingin meminta maaf atas apa yang terjadi semalam antara dirinya dan Aurel. Dia akan berkata jujur pada Salsa agar tidak ada kebohongan di antara mereka.


………………………………………


Andrian tidak menemukan siapa pun di dapur. Makanan pun belum tersedia itu tandanya Aurel tadi tidak sarapan pagi di rumah. Andrian segera ke kamar Salsa dan menemukan Salsa yang masih tertidur meringkuk.


“Sa,” panggil Andrian dari ambang pintu, tapi Salsa tidak menjawab.


Andrian pun mendekati Salsa lalu ketika dia baru saja memegang punggung Salsa untuk membangunkannya. Dia merasakan suhu tubuh Salsa yang panas.


“Sa,” Andrian panik. Dia duduk di pinggir ranjang di samping Salsa seraya mengguncang pelan tubuh Salsa.


“Mas,” ucap Salsa berusaha mengangkat tubuhnya untuk bangun, tapi dirinya begitu lemah hingga Andrian semakin panik.


“Aku akan panggilkan Dokter,” kata Andrian, tapi Salsa menarik tangan Andrian sekuat tenaga.


“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, Mas.” Kata Salsa dengan wajah pucatnya.


Andrian pun segera memeluk tubuh Salsa. Hatinya terasa sakit melihat keadaan Salsa yang tak berdaya seperti ini. Dia sungguh suami yang jahat. Di saat istrinya sakit, dia malah asyik dengan Aurel. Ya Tuhan, Andrian sangat merasa bersalah.


“Maafkan aku, aku bukan suami yang baik untukmu,” kata Andrian membuat Salsa terenyuh. Dia tidak tahu reaksi Andrian akan seperti ini ketika dia sakit.


“Mas aku hanya perlu adaptasi dengan udara di sini. Aku memang tidak mudah tinggal di tempat baru,” kata Salsa memberi pengertian pada suaminya.


Andrian pun memperhatikan keadaan sekitar. Dia tidak melihat selimut di ranjang Salsa. Semalam pasti dia kedinginan.


“Kenapa kau tidak bilang kalau tidak membawa selimut? Kau bisa memintanya padaku,” omel Andrian dan Salsa menundukkan kepalanya.


Semalam dia ingin memintanya, tapi dia mendengar suara yang tidak dia inginkan begitu ingin mengetuk ruang kerja suaminya. Dia tahu apa yang terjadi. Jadi dia kembali ke kamar dengan sesuatu yang harus dia ikhlaskan.


“Aku tidak mau mengganggu kalian.” Kata Salsa membuat Andrian semakin merasa bersalah karena istrinya tahu apa yang terjadi semalam.


“Maafkan aku, aku sungguh tidak akan melakukannya lagi. Aku janji.” Ucap Andrian, tapi Salsa tidak mau terlalu berharap dengan janji Andrian. Saat ini dia hanya ingin menerima semuanya dengan ikhlas agar hatinya tidak terlalu merasakan sakit.


“Dia juga istrimu Mas. Sudah sepantasnya kalian melakukannya. Aku akan marah jika kau melakukannya dengan yang bukan sahnya di luar sana, Mas.” Jelas Salsa dan Andrian kembali menarik Salsa ke dalam pelukannya.


Dia tidak tahu kenapa ada hati seorang wanita sebaik Salsa. Sungguh dia tidak pernah menyesal menikah dengan wanita seperti Salsa.


“Aku mencintaimu,” bisik Andrian membuat Salsa terkejut. Dia baru mendengar pengakuan ini karena kemarin dia sudah terlelap duluan ketika Andrian mengatakan kalimat itu.


“Aku…, aku juga, Mas.” Ucap Salsa ikut mengakuinya.


………………………………………………


Jangan terlalu dibawa pusing beb. Bacanya sambil makan pisang goreng. Jangan omel-omel mulu ntr tua. Yang ngalamin itu kan Salsa, moga kamu yg baca terus baik2 aja hubungannya di luar sana. Karena dunia novel gak selalu indah, aku hanya mengangkat cerita yang mungkin jarang (bukan gk ada) kalian temui di novel lain, tp di dunia nyata banyak hal menjijikkan lainnya yg terjadi meski dgn kasus yg berbeda.


Mgkin CEO selalu digambarkan jd sesuatu yang sempurna. tp banyak loh CEO yg meski dr keluarga kaya, sekolah di luar negeri, balik2 dapat warisan tp tetap gk lepas dr ketidaksempurnaannya\~ Ada yg candu narkoba, perdagangan ilegal, prostitusi dll, kita kn gk tahu apa yg mreka lakukan terlepas dr embel2 CEO. Bukan cuma CEO, tapi KITA. Ya lagi2 emg mnusia gk sempurna beb! Jadi bacanya selow aja\~