Reckless

Reckless
NASIB ALDRIC



Cloud memelankan laju kendaraan roda dua miliknya. Ia berhenti di bahu jalan tepat di depan sebuah bar kecil, membuat Aldric dan dua anggota DEA memberhentikan kendaraan mereka juga. Aldric menatap bingung, menyaksikan Cloud melompat turun dari motor dan masuk ke dalam bar. "Kenapa dia masuk ke dalam bar?" gumamnya.


"Kalian tunggulah disini," intruksi Aldric kepada rekannya. "Aku ingin mengikuti bocah itu. "


Aldric bergegas mengikuti Cloud, masuk ke dalam bar. Kedatangannya disambut seorang wanita seksih bergaun hitam. "Malam babee, kau memerlukan jasa *** ***? aku bisa ko melayani mu. " Kerlingan nakal dari wanita itu seraya merabaa dadaa Aldric.


Sial... Maki Aldric dalam hatinya, ia menatap wanita itu dengan tatapan menggelikan. "Aku tidak membutuhkan jasamu. "


"Ayolah babe, " paksa wanita itu mengenggam tangan Aldric.


"Hei Julio, berhentilah untuk menggodanya. " Teriakan Cloud membuat pria gemulai itu menoleh.


" Pretty.. Namaku Pretty Cloud, " jawab Julio tidak terima.


"xkifvkbdh... Kau pria hah?? singkirkan tanganmu! " bentak Aldric seraya menghempaskan tangan pria gemulai itu. Suara barintonnya memekik, membuat pengunjung bar menatapnya. Aldric mengangkat dagunya, membuang napas gusar, ia melangkah besar menghampiri Cloud yang berada di depan meja bar.


"Kenapa kau kesini bocah?? " Aldric mengedarkan pandangannya melihat keseluruhan bar. "Nanti aku akan menjelaskannya, sir. "


"Ini tuan, " bartender memberikan 4 botol wine berukuran mini dan 1 botol air mineral kepada Cloud.


"Berapa totalnya? " tanya Cloud


"Empat puluh dolar tujuh puluh lima sen, tuan. "


Cloud menengadahkan tanganya ke arah Aldric membuat pria itu mengerutkan keningnya. "Tolong bayarkan minumanku sir, aku hanya bocah tidak memiliki uang sebanyak itu. " Cloud mengerjai anggota DEA itu.


Aldric berdecak kesal, seraya mengeluarkan dompetnya. Ia mengambil uang dan membayar minuman beralkohol itu.


Cloud begitu saja berbalik tanpa sepatah kata pun. "Hei bocah, pintu utama ada disana!" Cloud mengacuhkannya, namun ia tetap mengikuti langkah Cloud. Belum juga minum dia sudah mabuk.


"Aku ingin ke toilet dulu sir. "


Aldric mensejajarkan langkah Cloud. "Bagaimana kau mengetahui tempat ini? kau pernah kesini? " telisik Aldric.


Jelas Cloud mengetahuinya, bar ini biasa ia datangi saat terdahulu bersama anggota kartel lainnya, dan menjadi ladang untuknya menjual charlie kepada pelanggan.


"Tidak sir, aku mengetahui tempat ini dari internet. "


"Lalu kenapa kau bisa mengenal wanita jadi-jadian tadi? "


"Dia tetangga ku, " jawab Cloud kemudian. "Lihatlah pria yang duduk di sudut kanan sir, yang berambut gondrong."


Aldric melihat sosok pria yang diberitahukan Cloud. Pria itu terlihat teler. "Dia kenapa? apa dia sedang sakaau? "


Cloud mengangguk. "Dan dia juga seorang pedagang charlie. "


"Aku akan segera menangkapnya. " Geramnya.


"Esok datanglah ke belakang Reading Terminal Market. Dia membuka jasa pembuatan tatto. "


"Kau ini seorang cenayang, hah?? "


Cloud hanya terkekeh, tidak menanggapi pernyataan Aldric. Ia masih mengingat wajah-wajah yang menjadi pelanggannya saat itu. Tidak memungkinkan ia menceritakan jika ia terlahir kembali kepada pria berusia 38 tahun ini.


Akhirnya mereka pun sampai di dalam toilet. "Anda ingin mengatahui aku akan melakukan apa? ikutlah aku ke dalam. "


"What!! heh bocah, aku masih normal! "


Cloud berdecak. "Aku juga normal, sir. Bahkan aku mempunyai seseorang kekasih yang sangat cantik. "


"Kau sedang pamer? " Aldric menuduh, menatap Cloud kesal.


"Tidak sir, bagaimana anda mau ikut masuk?? " ajak Cloud lagi.


Akhirnya Aldric mengikuti Cloud masuk salah satu bilik. Cloud melepaskan ranselnya lalu ia mengeluarkan suntikan berisi cairan.


"Cairan apa itu Cloud? "


"Obat tidur, " jawab Cloud tersenyum. "Tolong sir, keluarkan empat botol wine itu. " Aldric melakukannya, ia mengeluarkan botol-botol wine tersebut. Cloud pun menyuntikkan cairan obat tidur melalui penutup botol yang terbuat plastik.


Lalu satu botol lagi, Cloud membuka penutupnya dan membuang cairan berwarna merah dari dalam ke dalam wc. Cloud membersihkan botol itu, dan memasukkan air mineral. "Ini untuk ku minum. "


"Good idea, Cloud. " Aldric tertawa, seraya menepuk pundak Cloud. Ia sudah mengerti apa yang akan di rencanakan pemuda itu.


Kemudian, pun ia membantu Cloud memasukan botol tersebut ke dalam kantongan. "Kemarikan suntikan itu. " Cloud memberikan suntikan itu kepada Aldric, dan pria itu menyembunyikan di dalam saku jaketnya.


"Aku sudah menyewa beberapa wanita untuk bersenang-senang. "


Borneo. Cloud menarik tangan Aldric, dan berbalik di balik dinding. "Hei ada apa? " bisik Aldric.


"Ada anggota black eagle, sir. " Terdengar langkah dan suara melintasi lorong. Cloud mengawasi dari balik dinding. "Sepertinya sudah aman. "


Cloud dan Aldric pun akhirnya melangkah keluar dengan cepat. Kembali mereka menaiki kendaraan, dan melaju membelah jalan menuju mansion black eagle.


🍂🍂🍂


Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya Cloud tiba di mansion black eagle. Ia masuk ke dalam mansion melalui gerbang menggunakan kartu akses yang pernah diberikan Ace untuknya. Sedangkan Aldric, Jack, dan Vicktor berada diluar, tidak jauh dari mansion.


"Benz," panggil Cloud membuat pria berambut cepak menoleh, dan manik legamnya melihat Cloud menghampirinya membawa kantongan berwarna putih.


"Ada apa kau kesini?" tanya Benz yang melihat kehadiran Cloud di mansion.


"Hmm.. Aku tidak bisa tidur Benz, maka dari itu aku memilih kesini. " balas Cloud, ia menduduki satu tangga di beranda mansion. "Dimana Frank? " Cloud menyapu halaman mansion mencari keberadaan pria itu.


"Di pos, sedang bercintaa. Dia mengundang teman wanitanya. " jawab Benz, ia menyusul Cloud untuk duduk di anak tangga.


"Astaga... " Cloud berpura-pura terkejut. Ia sudah mengetahui tentang Frank, salah satu penjaga mansion itu kerap membawa wanita jika malam hari tiba.


"Kau membawa apa, Cloud? "


"Ah aku hampir saja lupa menawarkannya. Aku membawa wine untukmu, dan juga Frank" Cloud mengeluarkan botol-botol itu.


"Ambilah Benz. " Di ambilah yang berisi air mineral, Cloud membukanya, dan meneguk perlahan.


"Sampai jumpa lagi sayang. "


Cloud, dan Benz menatap ke arah sejoli yang baru saja keluar dari pos, mereka sedang berciuuman. "Menggelikan, dia benar-benar brengsek. " Benz berdecak, membuat Cloud tersenyum.


"Carilah pasangan lagi Benz! " Usul Cloud kepada pria yang berstatus duda. Ia mengetahui sedikit tentang Benz, pria itu memiliki trauma kepada wanita. Disebabkan mantan istrinya berselingkuh dan meninggalkannya . Perpisahan itu yang membuat Benz memilih untuk bergabung dengan black eagle, dan menetap di mansion


"Aku tidak mau Cloud. Wanita adalah mahluk yang menyusahkan, " lirih Benz, matanya pun berkaca-kaca.


Cloud membawa tangannya ke belakang punggung Benz, menepuknya perlahan. " Badai yang terjadi akan berlalu begitu saja, begitupun juga dengan hujan yang tidak selamanya akan turun. Aku benar bukan? "


"Kau pandai sekali berkata-kata. "


Si jomblo Aldric 🤣 Aku baikkan kasih yang bening-bening namun berumput.