
Ariana menatap nanar ke arah kobaran api yang berada di perapian. Keheningan yang mendominasi membuat dirinya tenggelam dalam kerinduannya terhadap Justine. Ya, suaminya yang sudah pergi selama-lamanya masih meninggalkan kesedihan di ruang hatinya yang terdalam.
Sampai detik ini ia masih kesulitan untuk melupakan sosok pria yang menolongnya saat mereka pertama bertemu. Cinta pertamanya. Justine seseorang pria sederhana yang mampu mencuri hatinya. Seseorang yang bisa membuat Ariana meninggalkan kemewahan yang kedua orangtuanya berikan, dan meninggalkan negaranya Italy untuk pria itu.
Namun kembali kepada takdir. Kehidupannya yang indah harus direnggut dalam satu waktu. Kecelakaan naas yang di alami Justine, bagaikan mimpi buruknya.
Kreekk..
Suara pintu yang terbuka membuat Ariana menoleh. Melihat siluet putranya, secepatnya ia menyeka air matanya. "Kau baru pulang Nak?"
"Maaf Ibu, aku pulang terlambat." Kata Cloud seraya melepas ranselnya.
Ariana pun bergegas berdiri. "Tidak apa, Nak. Duduklah, ibu akan membuatkan minuman herbal untukmu."
Tidak lama kemudian, Ariana sudah kembali dan duduk bersampingan dengan Cloud. "Ada apa, Nak?" Ariana mengelus punggung Cloud, dengan memandang lekat putranya dari samping.
Wanita berusia 48 tahun itu terdiam menunggu putranya membuka suara. Akhir-akhir ini Cloud menunjukkan sisi aslinya, putranya sudah kembali terbuka dan mau bercerita semua hal kepadanya.
"Ibu...Apa yang ibu tau tentang Tuan Palker?? "
Mata Ariana membulat seketika. Cloud menanyakan tentang sosok pria yang sangat mengerikan. Pria yang telah menjebak dan memanfaatkan suaminya. Selama ini, Ariana merahasiakan tentang Chalk dari Cloud demi keselamatan putranya. Lantas, mengapa Cloud bisa menanyakan prihal Chalk Palker.
"Tolong ceritakan apa yang ibu ketahui tentang pria itu?" Cloud sekali lagi melayangkan pertanyaan yang sama. Dari perubahan raut wajah Ibunya, Cloud menangkap ada rasa ketakutan dan juga kesedihan. Manik Ibunya berkaca-kaca.
"Jawablah ibu, " Cloud semakin mendesak ibunya untuk bercerita. Cloud yakin jika Ibunya mengetahui hubungan persahabatan antara Ayahnya dengan ketua kartel itu. Apakah Ayahnya seorang pengedar??
Ariana menitihkan air matanya. "Ibu tidak bisa menceritakannya."
"Please Ibu, aku mohon." Cloud meraih tangan ibunya. "Apa yang ibu tutupi tentang pria itu,hmm? "
Ariana terdiam sejenak, kembali ia melihat perapian dan berfikir. "Pria mengerikan itu telah memanfaatkan Ayahmu Cloud."
Cloud langsung mengernyit. "Tuan Palker memanfaatkan Ayah? Memanfaatkan seperti apa Ibu?"
"Ceritanya sangat panjang, Cloud. " Ariana membuang napas yang terasa sesak di dadaanya. "Pria itu- meminta Ayahmu untuk membeli sebuah tanah di Kensington Avenue untuk mendirikan sebuah mansion."
"Lalu??" Dahinya semakin mengerut kedalam. Cloud sembari mengingat mansion yang pernah ia datangi saat itu. Ya, mansion yang menjadi tempat memproduksi barang haram. Ia juga mengingat selain di jadikan tempat produksi, ada terowongan yang merupakan jalur akses yang terhubung untuk menyalurkan barang itu ke kota Mexico. Cloud pernah diperintahkan oleh Chalk untuk menyalurkan barang-barang ke Mexico lewat jalur bawah tanah menggunakan kereta.
"Ayahmu tidak mengetahui jika mansion yang dibangun pria itu akan dijadikan tempat pembuatan barang haram."
"Chalk memperdaya Ayahmu Cloud. Dia manipulasi tandang tangan Ayah mu untuk mengesahkan surat kepemilikan mansion atas nama Ayahmu." Lanjut Ariana.
Cloud tertunduk, dan mengusap wajahnya. "Ya Tuhan..." Cloud mengeram untuk menahan amarahnya. Kembali ia menatap Ibunya. "Lanjutkan ibu? Apa yang Ayah lakukan setelah mengetahui perbuatan Tuan Palker?"
"Ayahmu memutuskan untuk bergabung dengannya. Ia melakukan karena ingin menghancurkan bisnis haram yang digeluti pria itu. Namun... "
Ingatan Ariana melayang pada saat Justine berpamitan. Justine mengulas senyuman terbaiknya yang ternyata adalah senyuman perpisahan. Kecelakaan naas yang dialami Justine menyisakan tubuh Justine hangus terbakar.
Kembali, Ariana meneteskan air matanya. Memgingat semua, seperti membuka luka lama yang belum sepenuhnya mengering.
"Ibu... " Cloud memeluk tubuh Ariana yang bergetar, dan membiarkan wanita yang melahirkannya menumpahkan rasa sedih yang di pendam sejak dulu. Selama ini, ibunya berusaha kuat, tegar di depannya. Cloud memejamkan matanya, dan menelan salivanya dengan susah payah.
Perkenalkan Cloud, dia adalah Aisley. Kepala kepolisian yang akan membantumu jika sesuatu terjadi kepadamu.
Cloud tersentak, napasnya pun tertahan."Mungkinkah Tuan Palker otak dari kecelakaan Ayah?"
"Nak, bagaimana kau bisa mengetahui tentang pria itu? " pertanyaan Ariana setelah dirinya sudah merasa jauh lebih baik. Sesegera, Cloud menceritakan pertemuannya dengan Chalk, dan ia juga menceritakan pembicaraan diantara mereka.
Ariana mengerjap pelan. "Kau menerima tawaran pria itu?"
Cloud mengangguk. " Iya, Ibu...Aku menerimanya."
Ariana semakin melebarkan pupil matanya. "Tidak Nak, tidak.. Kau tidak boleh terlibat dengan pria itu. " Ucapnya lirih.
"Ibu tenanglah, aku melakukannya karena ingin menghancurkan pria itu. Aku mengetahui jika Tuan Palker seorang ketua kartel. Dan setelah mendengar cerita Ibu, aku menaruh curiga jika Tuan Palker adalah dalang atas kecelakaan Ayah."
"Ibu juga merasakan jika kecelakaan Ayah sudah direncanakan. Tapi Nak, Ibu sangat mengkhawatirkan dirimu. Sudah cukup Ibu merasakan kehilangan Ayahmu, Cloud. Ibu tidak ingin kehilangan lagi."
"Ibu... Aku akan berjanji untuk selamat. Tentu, tentunya harus di iringi doa darimu."
Ariana menghela napasnya yang memberat. Sejujurnya, ia berat memberikan izin Cloud untuk melakukan misi berbahaya itu. Namun melihat tekad putranya, Ariana memberikan izinnya. "Baiklah Nak, Ibu berharap kau menepati janjimu." Cloud pun mengangguk lagi.
" Apakah kau sudah mebuat rencana?"
" Sudah Ibu. Aku akan menghubungi agen DEA terlebih dahulu, sebelum aku memulai misiku. "
Ariana mengangguk setuju. Putranya perlu perlindungan dari agen pemberantasan narkoba. "Berhati-hatilah Nak, Pria itu bisa melakukan apa saja. Sudah banyak kejahatan yang dilakukan pria itu, termaksud melecehkan putri Nyonya Maria."
Cloud menatap dalam Ibunya dalam diam. Cloud dihinggapi rasa penasaran.
"Chalk melakukan pemerkosaan kepada Eilaria, dan Jessy... Jessy adalah anak biologis pria itu. "
Cloud pun tercengang. Fakta apa lagi ini??
Sudah banyak kejahatan yang dilakukan Chalk, dan pria itu tidak tersentuh hukum sama sekali atas kejahatan yang diperbuatnya. Tentu, ada seseorang yang membantunya. Siapa lagi, jika bukan Aisley.
Cloud semakin bertekad menghancurkan pria itu. Lantas, apakah misi Cloud berhasil? atau sebaliknya? 😏 stay tuned terus dimari.... Jangan lupa like n komentar kaliaan yak....