Reckless

Reckless
SALING MENGGODA



Kasih yang manis manis dulu sebelum ada badai yang menghadang.. Cieleh bahasanya. Mohon tinggalkan komentar kalian ya dan jangan lupa tekan like. Terimakasih. 😘


"Habiskan burgermu Hana, sebelum aku menghabiskannya di dalam mulutmu."


Reflek Hana mengerling ke arah Cloud. Ia tersenyum sambil terus mengulum makanan saat melihat lengkungan yang sama di bibir kekasihnya.


"Kenapa burger ini lezat sekali." Hana tersenyum dan mengangkat alisnya. "Tapi, jujur ini tidak selezat biibirmu Cloud," bisik Hana yang terdengar oleh Cloud.


Hana menerbitkan lagi senyumannya dengan wajah yang merona dan menggoda. Hei, baru saja Hana mengucapkan kalimat nakal di depan prianya.


Demi apa! Hal itu pun berhasil membuat Cloud terkekeh. Hana yang berterus-terang, semakin membuatnya menarik. Cloud menyukai hal itu.


Inilah Hananya, apa adanya.


"Jadi kau sudah menyukai bibiirku?" balas Cloud menggoda.


Hana mengulum bibirnya. "Sepertinya." Hana mengedikkan bahunya. "Mungkin bibirmu sudah menjadi candu untukku."


"Astaga." Cloud pun terkekeh lagi. Rupanya Hananya kini pandai menggodanya.


Dipandang lekat wajah Hana. Cloud masih tidak mengira jika kehidupan masa lalunya kembali lagi, bersama Hananya. Hatinya lega melihat senyuman lembut dari wajah Hana untuknya.


Sungguh kehadiran Hana, menyempurnakan hari-harinya. Apakah ke depan semua akan terus indah seperti ini??


Well, apapun yang akan terjadi kelak, Cloud akan selalu bersama Hana. Sesuai janjinya, mengubah peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan sebelumnya. Ia tidak mau jatuh lagi ke dalam lubang yang sama. Tidak sama sekali.


Cukup sekali ia merasakan kehilangan separuh jiwanya. Mengingat saat itu, ia harus menyaksikan Hana meninggalkannya dengan cara sangat menyedihkan.


Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka menyelesaikan makan siang mereka. Tentunya, makan siang kali ini begitu manis. Keduanya saling menggoda dan Cloud sesekali menujukkan rasa sayangnya kepada Hana lewat gesturnya.


"Cloud," dipeluk Hana kekasihnya dari samping, lantas menyadarkan kepalanya di dadaa bidang yang sangat ia sukai. Wangi sandalwood dari tubuh Cloud terhidu.Hana terpejam, menikmati aroma maskulin sang kekasih.


Spontan, Cloud menggerakkan satu tangannya dan meletakkannya di pinggang Hana "Hmm.. " tanggapannya .


"Setelah ini kita akan pergi kemana?" tanya Hana sedikit mengangkat wajahnya, dan bertemu langsung dengan sepasang mata berwarna coklat kekasihnya itu yang terlihat teduh.


Hari masih siang, kebetulan Cloud libur bekerja. Bukannya ini kesempatan untuk mereka menikmati waktu bersama. Tidak ada Lvy dan Clara ataupun Petter. Ketiganya belum mengetahui perihal hubungan mereka. Cloud maupun Hana sepakat merahasiakan status mereka untuk sementara waktu. Anggap saja mereka sedang backstreet.


Cloud tersenyum lembut seraya menjamah pipi Hana. "Tempat apa yang ingin kau kunjungi?"


Hana pun menegakkan tubuhnya kembali. "Bagaimana jika kita menonton bioskop?" usul Hana, dengan wajahnya yang bertambah ceria.


Hana langsung membayangkan hal romantis yang akan mereka lakukan di dalam gedung bioskop. Menikmati film dengan berbagi popcorn, berpelukan dan bahkan berciuuman.


Berciuuman...


"Aku tidak mau," jawab Cloud singkat, wajahnya sengaja dibuat datar.


Sontak jawaban Cloud membuat Hana mengernyit, dan senyumannya yang tadi terbit tiba-tiba meredup.


Cloud kembali mengulum bibirnya. Memandang setiap perubahan ekspresi sang kekasih, ia malah terhibur.


Dibelai Cloud pipi Hana dengan ibu jarinya." Aku hanya bercanda sayang, ayo kita menonton."


Hana mengembalikan lagi senyumannya. "Really?" Cloud mengangguk.


" Aaa....Terimakasih, Mi Cielo." Ucapnya, kedua tangannya di letakkan di pipi Cloud dan menekannya. Hana merasa gemas dengan kekasihnya karena telah mengerjainya.


"Bay the way, kau ingin menonton film bergenre apa? romantis, action, horor, atau komedi?"


"Horor." Hana membalas pertanyaan kekasihnya dengan cepat.


"Horor?" nampak kerutan halus muncul di pelipis Cloud.


Hei apa selera kekasihnya berubah saat ini?? terdahulu Hana tidak menyukai film bergenre itu.


Tapi tidak akan menjadi masalah, yang terpenting hari akan menjadi moment yang berkesan untuknya, tentu untuk kekasihnya juga.


"Iya, Cloud." Jawab Hana mengangguk .


"Kau tidak takut?"


"Tidak, justru aku paling takut kehilanganmu Cloud." Lagi-lagi Hana menggoda kekasihnya dan


membuat Cloud tertawa


"Sejak kapan kau pandai menggoda, hah?" tanya Cloud seraya mengusap rambut bergelombang milik Hana.


"Sejak menjadi kekasihmu."


Jawab Hana pelan, dagunya sedikit naik dan memainkan jemarinya, membentuk garis vertikal dipermukaan rahang tegas milik Cloud.


"Baiklah, aku membenarkan jawabanmu. Memangnya seperti itu faktanya. So, sebaiknya kita pergi sekarang agar kita tidak kehabisan tiket." Cloud berdiri terlebih dahulu. Mengulurkan tangannya, yang langsung di sambut baik oleh kekasihnya.


Dengan jemari yang saling bertautan, Cloud mengenggam erat tangan Hana seakan-akan tidak ingin terpisah. "Ayo..."


Cat :


Sandalwood : aroma Woody yang sangat manis sehingga mampu membuat siapa pun yang mencium wanginya menjadi terhanyut.