
Hari ini aku up 2 bab, bab special pake cinta. Jangan lupa kasih like, dan ramaikan komen kalian..... 😏 Terimakasih
"Aku sangat mencintaimu." Cloud mengikis jarak diantara mereka, hingga bibir mereka saling bertemu. Hana memejamkan kedua matanya, merasakan lumaatan Cloud sangat pelan dengan linggual Cloud mebelai bibir bawahnya.
Hana melenguuh, ia merabai tubuh Cloud bergerak ke belakang, dan membalas setiap lumaatan di bibirnya. Tangannya pun begerak, membelai pelan punggung lebar Cloud.
Cloud melepaskan panguutannya. Di tatapnya wajah Hana yang memerah, ia tersenyum menyentuh bibir kekasihnya yang masih basah karena ulahnya.
Ditatap seperti itu membuat Hana selah tingkah. Ia menggigit bibir bawahnya, tertunduk.
"Jangan menunduk Hana, please." Desaahnya membuat darah Hana berdesir kencang. Membangkitkan gejolak yang menggelora.
Cloud mengangkat wajah Hana. Menatap lama, ia menganggumi kilauan mata indah Hana. Beautiful eyes.
Kembali Cloud membungkam bibirnya. Kali ini berbeda rasanya, gerakan bibir Cloud cepat dan menuntut. Hana lagi-lagi terpejam, mengikuti setiap sentuhan bibir Cloud.
Eughm... Leengguhan pun keluar ketika Cloud melesakkan lingguualnya di dalam mulutnya, menjelajahi ronggaa sampai linggual mereka bertemu, saling meliliit, dan saling merasai.
Tangan Cloud menjalar ke bawah, meraba dan meeremas pelan bongkahan Hana. Dalam sekali hentakan Hana sudah berada digendongnya membuat gadis itu terkejut, reflek ia mengalungkan kedua kakinya di pinggang Cloud.
"Cloud... " pekiknya menciptakan garis lengkung di bibir Cloud. Tampan, yaa... Hana terpesona, tangannya berpindah memegang rahang Cloud, lalu mengelus garis tegas itu.
"Apakah kau menyukainya??"
"Menyukai?" Hana menukikkan kedua alisnya, tidak mengerti. "Menyukai apa??" mendadak ia blenk, dan hilang konsentrasinya saat di rasakan tangan Cloud meraba punggungnya dari balik t-shirt.
"Menyukai moment seperti ini, Hana." Jelas Cloud. Hana mengerti kali ini.
"Sangat Cloud. Adegan ini seperti di film-film yang aku tonton." Jujurnya, semakin membuat Cloud melebarkan senyuman, dan Cloud tertawa.
"Benarkah demikian, nona Hana Pastone?" Cloud mengerutkan dahinya.
"Iya seperti itu."
"Lalu setelahnya, mereka melakukan apa?" Cloud memancing, melanjutkan obrolan mereka.
"Umm itu.... " Seketika Hana terdiam, dalam adegan yang ia tonton sang pria membawa kekasihnya ke atas ranjang, dan bercyumbu dengan mesraah.
Blush... Rona pipinya semakin panas. Membayangkan adegan itu terjadi kepadanya.
Tiba-tiba...
"Tu--turun kan aku!!" Hana memberontak, namun tangan Cloud semakin menahan tubuhnya.
Cloud kuat sekali, sempat-sempatnya Hana memikirkan kekuatan sang kekasih di tengah usahanya melepaskan diri.
"Tidak mau!" jawab Cloud setelahnya ia memutar tubuhnya, membuat Hana semakin mencengkram pegangannya di pundak Cloud.
"Cloud hentikan, kalau aku terjatuh bagaimana??" pekik Hana, lalu ia tertawa.
Keduanya pun larut dalam tawa. Perasaan bahagia telah mereka ciptakan di saksikan oleh malam. Bahkan hujan di luar sana seolah mendukung.
Hingga kembali bibir mereka saling menyatu. Cloud membawa Hana, dan menuruni Hana diatas tempat tidurnya. Bersamaan itu tautan mereka pun terlepas. Cloud menempelkan dahinya di dahi Hana, keduanya saling lempar pandang seraya mengatur napas mereka yang terengah-engah.
"Aku sedikit pusing Cloud. Tapi jujur hal tadi sangat menyenangkan."
Cloud tersenyum mendengarnya. Ia menyentuh kaki Hana. Jemarinya bergulir menelusuri sampai tukai atas.
"Clouud.." Hana terpejam, menghayati jemari Cloud yang bergerak menyentuh, membelelai kakinya.
Cloud memandangi wajah Hana, ia tersenyum lembut. Menunjukkan rasa bahagia dari garis bibirnya. "Hana... " bisiknya parau, yang sudah tebakar api geloraa. "Bukalah matamu, hmm!"
Hana menuruti permintaan Cloud. Ia membuka matanya, dan maniknya di manjakan dengan sorot mata Cloud yang semakin sayu. "Kau belum menjawab pertanyaan ku yang tadi."
Hana menguci bibirnya. Tidak memungkinkan untuknya menceritakan adegan di film yang baru ia tonton dengan sahabatnya. "Um... Aku lupa Cloud." Hana menoleh menyembunyikan wajahnya. Baru saja ia berbohong, dan ia sungguh malu.
Cloud memiringkan wajahnya. Mendekat ke arah curuk leher Hana, lalu ia mencium dan memberikan ruam merah syarat cinta. Hana lagi-lagi tersentak. "Apa seperti itu adegannya selanjutnya?" tanyanya, seraya melanjutkan bibirnya, linggualnya membelai garis leher Hana.
"Iyah..Sh..seperti itu, " desaah Hana, reflek ia mendongakkan wajahnya memberi jalan untuk bibir Cloud menjamah bagian jenjangnya.
Susuran jemari Cloud perlahan masuk ke dalam t-shirt kekasihnya. Ia menjamah punggung mulus itu. Hangat dan bergelora, Hana bisa merasakan dari telapak tangan Cloud dan cumbuan di lehernya.
"Bolehkan aku melihat dirimu seutuhnya Hana?"
Hana terdiam. Kemudian ia memegang pipi Cloud dan mencium bibir kekasihnya itu sebagai jawabannya.
Mendapatkan lampu hijau, Cloud semakin merapat. Dadaanya semakin bergemuruh, di tariknya ke atas t-shirt yang di kenakan Hana sekali gerakan, dan kini ia bisa melihat jelas sebagian tubuh indah kekasihnya.
Cloud meneguk ludahnya, ia semakin kesulitan untuk bernapas.
"Kau di ciptakan dengan sempurna Hana. Semua.. Semua yang ada pada dirimu begitu indah."
Samar-samar suara Cloud terdengar serak, memujinya, melambungkannya, membuat keseluruhan jiwanya bersorak bahagia. Hana menyunggingkan senyuman, senyuman yang di sukai Cloud dan pancaran matanya berkilau membuat sang kekasih terpesona.
Cloud mengikis jarak mereka yang tersisa. Di kecuplah kening Hana, bibirnya turun lalu ia mengecup ke dua mata indah itu, hidung, dan berlabuh di bibir ranum kekasihnya.
Hana melingkarkan tangannya di tengkuk leher Cloud. Tubuhnya terangkat, dan berpindah ke atas pangkuan kekasih.
Keduanya masih larut dalam cumbuyaan. Pergesekan kulit mereka, memberikan gerlayaar yang menggelitik di bawah perut mereka. Cloud semakin mengikat tubuh Hana dengan tangannya, dan merebahkan kekasihnya itu.
Hana membuang napasnya, frustasi. Jemari Cloud menyentuh tubuhnya. Memberi sentuhan-sentuhan kecil namun sukses menciptakan gelombang di dalam tubuhnya. Cloud membuat garis vertikal, dan berhenti di atas dadaanya.
Hek... Hana kesulitan bernapas. Di rasanya jemari Cloud bermain di titik sensitifnya, dan meremaas penuh kelembutan.
Cloud mencium bibir Hana lagi, bibirnya turun mengeecup leher, dan menghidu aroma sabunnya yang melekat di tubuh Hana. Kembali Cloud menciptakan ruam disana kemudian ia melanjutkannya, memberikan sentuhan di setiap inchi tubuh Hana.
Tubuh Hana semakin menegang, dan punggungnya terangkat ketika bibir Cloud memberikan sentuhan di dadaanya. "Cloudd, shh" Hana membuang napasnya, kedua tangannya meremas rambut Cloud dengan keras.