
Minta dukungan like dan komentarnya ya... Biar aku tambah semangat 🙈🙈 Thank you....
...****************...
Cloud memindahkan botol-botol berisi wine dari dalam lemari, lalu menyusun botol tersebut di atas meja. Suara pintu terbuka membuatnya menoleh, dan menatap dari jauh dua sosok yang baru masuk ke dalam gudang, Chalk dan juga Ace.
"Apakah Tuan Leon akan datang, Tuan?" tanya Ace mengenai salah satu pendiri kertel, selain Chalk. Sudah lama, pria itu tidak datang ke mansion Black Eagle setelah peresmian terowongan yang mereka ciptakan. Sama dengan Chalk, Leon adalah seorang pembisnis hebat di kota Philadelphia.
"Leon, " batinnya. Cloud menajamkan indra pendengarannya selaras melanjutkan pekerjaannya. Ia harus mengetahui sosok yang belum diketahuinya sama sekali.
"Tentu, dia akan datang Ace." Jawab Chalk penuh yakin. "Dia sudah berjanji."
"Kau sudah datang Cloud. Sorry membuatmu menunggu lama, aku harus menunggu Istriku bersiap. Kau pasti mengerti jika wanita memerlukan waktu yang lama untuk berias," ucap Chalk melirik arlojinya, nyaris pukul tujuh malam.
"Tidak apa-apa tuan."
"Ace, keluar kan charlie yang kau bawa."
Ace segera mematuhi perintah sang ketua. Ia mengeluarkan beberapa bungkus berisi serbuk charlie yang sudah ditakar dari dalam tasnya, dan memberikannya kepada Cloud.
"Masukkan sebungkus Charlie ke dalam botol wine, sebelum kau menyajikan kepada tamu undangan. Kau mengerti Cloud?"
"Mengerti Tuan," patuh Cloud.
Mendengar jawaban Cloud, Chalk tersenyum tipis. "Kerjakan dengan baik," ucapnya lagi seraya menepuk-nepuk pelan punggung Cloud. "Aku akan menempati janjiku, memberikan hadiah pertama untukmu. Aku pastikan kau akan senang mengetahui hadiah yang akan aku berikan."
Cloud melebarkan senyumannya hingga gigi putihnya terlihat. "Aku akan melakukan sesuai perintahmu, tuan."
"Baiklah, aku harus kembali ke ballroom, sebentar lagi tamu akan datang. Ayo Ace, kau harus tepat waktu untuk bertemu Dixton."
Cloud kembali sendiri di dalam ruangan. Ia melepaskan kedua sepatunya, dan memasukkan bungkusan Charlie di alas kakinya. Segera Cloud memasang kembali sepatunya. Ia melakukan sesuai rencananya tadi, menyembunyikan barang haram di dalam sepatunya, dan berniat membuang obat-obatan terlarang tersebut. Misi pertamanya harus berhasil. Itulah tekadnya.
Waktu menunjukkan pukul setengah delapan, para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Cloud membawa sepuluh botol wine yang dimasukkan ke dalam troli menuju pantry yang berada di lantai satu, berdekatan dengan ballroom.
"Harry Blade, sungguh kau benar-benar datang. Sudah lama tidak berjumpa denganmu!" Chalk mendekati Harry yang baru saja masuk ke dalam ballroom, dan menjabat tangan temannya itu.
"Kau harus menjamu ku dengan baik Chalk, aku baru saja sampai dari New York dan langsung bergegas ke sini untuk memenuhi undangan makan malam darimu. Dimana istrimu? Apakah dia tidak ikut? " tanya Harry yang tidak melihat Mariana disisi Chalk. Hanya ada Roland yang berada di belakang Chalk.
"Aku disini Harry," suara Mariana mengalun lembut saat menatap pria yang menggunakan jas formal berwarna abu-abu yang berdiri di depan suaminya. Mariana baru saja keluar dari toilet guna merapikan penampilannya yang tadi sedikit berantakan.
Harry melihat Mariana kembali tersenyum. "Hei...Mariana, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja, Harry." Jawab Mariana. Ia tersenyum sembari memeluk lengan kanan kokoh Chalk, dan mengusapnya.
"Benarkah?" telisik Harry. "Tapi kedua matamu nampak sayu, dan sedikit memerah."
"Ah aku sedikit mellow, mengingat pesta pernikahan kita yang dihadiri dad, sayang. Aku merindukannya, sudah lama kita tidak berkunjung ke makam Dad." Mariana beralasan, tidak sesuai perasaannya. Ia begitu pandai menutupi kegelisahan.
"Sebelum berangkat ke New Zealand, aku akan mengajakmu berziarah." ucap Chalk, yang dijawab Mariana dengan anggukan. Tanpa sengaja, iris hijau Mariana bertemu dengan iris hitam milik Roland. Keduanya bersitatap sejenak. Mariana segara memutuskan pandangannya terlebih dahulu.
Kembalilah bersamaku Mariana jika kau tidak bahagia bersamanya. Suara Roland terngiang lagi, membuat Mariana kembali gelisah.
"Kalian ingin terbang ke New Zealand? dalam rangka?" tanya Harry ikut dalam perbincangan suami istri itu.
"Yeah, kami akan merayakan anniversary ke 26 disana, akhir bulan ini." kekeh Chalk melirik ke arah Roland. Chalk sengaja memanasi pria itu, dan tersenyum smirk melihat raut wajah Roland yang pias.
Roland mendegar hanya menarik napasnya, ia sudah mengetahui soal keberangkatan Mariana dan atasannya itu. Roland lah yang memesan tiket untuk mereka.
"Woah, aku sangat iri dengan kalian."
"Menikahlah lagi Harry, agar kau tidak sendiri. " Saran Mariana. Ia mengetahui tentang Harry Blade. Setelah kepergian Lillyan delapan tahun yang lalu, Harry menutup hati untuk wanita lain.
"Ya, yang dibicarakan Mariana benar. Menikahlah lagi, kau masih gagah." Chalk menimpali ucapan Mariana, memberikan dukungan.
"Aku masih mempunyai Alana yang akan menemani hari-hari ku." Harry bersikeras. Ia menunjukkan kesetiaannya kepada Chalk, dan juga Mariana. Untuknya tidak ada wanita yang bisa menggantikan Lillyan dalam hidupnya.
"Suatu saat putrimu akan menikah Harry, dan ikut dengan suaminya." Jelas Mariana. "Dan kau akan sendiri." Lanjutnya tidak bermaksud menakut-nakuti.
"Stop Mariana, aku tau hal itu pasti akan terjadi. Sungguh, aku akan berlapang daada melepaskan putri ku kelak ikut dengan suaminya. Dan aku akan sering mengunjunginya."
"Ck, keras kepala. Baiklah, sebaiknya kita duduk."
🍂🍂🍂
Cloud masuk ke dalam ballroom yang sudah di isi oleh orang-orang penting dan juga artis ternama yang menjadi rekan bisnis Chalk, setelah Cloud bergabung dengan pelayan lain melakukan briefing sebelum jamuan malam dimulai. Ia membawa baki yang terdapat gelas yang sudah berisikan wine, dan menawarkan minuman beralkohol ke setiap tamu undangan yang hadir.
"Minumannya Sir," Cloud menawarkan wine kepada salah satu tamu undangan, penyanyi terkenal Amerika Nick Carter. Penyanyi favorit dari kekasihnya. Cloud mengetahui jika kekasihnya mengaggumi penyanyi dari kelompok musik Backstreet Boys itu, begitupun juga Thorball. Ck.
Cloud akan menceritakan pertemuan dengan Nick Carter kepada Hana setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. Cloud berencana akan menemui kekasihnya yang berada di cafe, dengan tiba-tiba dan memberikan kejutan. Ia sungguh penasaran dengan ekpresi Hana apabila mengetahui jika ia bertemu dengan idolanya.
Penyanyi itu pun tersenyum ramah, dan mengambil wine dari atas baki. "Thank you so much."
"You're welcome sir." Cloud meneruskan langkahnya. Kembali, ia merotasi pandangan, dan menemukan Chalk tengah berbincang akrab dengan sosok pria yang Cloud tau, Harry Blade. Ayah dari Alana.
Apakah Tuan Harry adalah Leon?
Berumputtt lagii, Harry Blade 🤣🤣