
Cloud berdiri di depan Mansion besar kartel Black Eagle yang terletak di kawasan mewah Kensington Avenue. Dia tidak sendiri, ada beberapa angen dari DEA yang memantau dari kejauhan memastikan keamanannya.
Cloud turun dari motornya, dan mendekati dinding yang terdapat bel kamera. Cloud menekan tombol bel yang terletak di alat tersebut. "Dengan siapa disana?"
Benz. Cloud menyebut nama pria yang bertugas menjaga mansion. "Aku Cloud. Kedatangan ku kesini atas perintah Tuan Palker."
Tidak lama kemudian, pagar hitam yang menutupi mansion terbuka otomatis. Cloud kembali menaiki motornya, dan melaju untuk masuk ke dalam. Pria bernama Benz itu mendekati Cloud yang sudah turun dari kendaraanya.
Cloud memandang bangunan kokoh yang berada di depannya. Serpihan ingatan kembali lagi dalam fikirannya. Hari, tanggal, jam yang sama Cloud pertama kali datang ke mansion, dan bertemu dengan Aisley.
"Ikuti aku... Tuan Palker sudah menunggu kedatanganmu." Cloud tersenyum samar. Diikuti pria itu dari belakang yang akan membawanya bertemu dengan ketua Kartel. "Masuklah." Ucap pria bertubuh besar itu seraya membuka pintu. Setelah pintu tertutup, Cloud dan Benz melanjutkan langkahnya. Cloud berjalan lurus, dengan sedikit mendongakkan wajahnya.
Terlihat anggota Kartel yang berkumpul di tengah ruangan. Grombolan itu sedang memasukan serbuk Charlie ke sebuah kapsul, dan sebagian mereka memasukan kapsul kedalam botol vitamin herbal yang sudah beredar besar di pasaran. Aktivitas mereka Cloud rekam di kamera yang terpasang di kalungnya seraya melangkah.
Cloud dan Benz menaiki anak tangga, hingga keduanya berhenti di depan pintu berwarna hitam yang dijaga dua penjaga. Salah satu penjaga membuka pintu untuk Cloud masuk.
"Selamat datang Dude," Chalk berdiri dengan sebuah gelas berisi wine ditangannya. "Duduklah.. "
"Terimakasih Tuan." Cloud mendaratkan bokongnya di sofa bersamaan dengan Chalk. Ia meletakkan tas yang berisi beberapa pakaiannya. Malam ini, ia akan menempati apartemen yang sudah disiapkan Chalk untuknya.
"Kau ingin minum?" tawar Chalk.
"Tidak Tuan, aku mudah mabuk." Alasannya. Cloud harus berhati-hati dengan Ayah dari teman kampusnya itu.
"Lantas kau ingin minum apa?" tawar Chalk lagi. "Ck, disini hanya ada wine. Aku akan menghubungi Ace untuk menbelikanmu soft drink. " Kata Chalk .
"Itu tidak perlu Tuan, terimakasih." Chalk pun mengangguk samar. "Baiklah, " singkat pria itu.
"Kau sudah siap untuk bekerja malam ini Cloud?"
Cloud di tugaskan untuk melayani para tamu undangan yang datang ke hotel milik Chalk. Pria itu meminta Cloud untuk memasukan Charlie ke dalam wine yang akan di sajikan untuk para tamu undangan.
"Siap Tuan, " jawab Cloud tidak meragu. "Perkerjaan apa yang anda perintahkan?"
Chalk mendorong tubuhnya kedepan. "Tugas pertamamu sangat mudah dude. Hanya memasukan Charlie ke dalam botol wine. Nanti malam ada jamuan makan malam di hotel ku. Kau datanglah sore hari dan jadilah waiters disana. Pukul delapan aku akan menemuimu di ruangan khusus penyimpanan wine. Bagaimana pekerjaan yang sangat mudah bukan?"
Cloud tertawa. "Ini sangat mudah Tuan, aku bisa melakukannya."
"Good, aku menyukai pemuda pemberani seperti dirimu. Astaga aku hampir saja lupa." Chalk mengeluarkan kartu berwarna hitam dan menyodorkannya kedepan Cloud. "Itu kartu akses apartemen milikmu."
Cloud mengambil kartu tersebut. "Terimakasih Tuan..."
"Kerjakan dengan benar Cloud, jika kau berhasil aku akan memberikanmu hadiah."
"Baik Tuan, aku akan melakukannya dengan sebaik mungkin."
Jangan berharap aku akan benar-benar mengerjakan pekerjaan kotor itu Tuan. Aku akan menggagalkannya.
Cloud melirik ke arah jam yang berada di dinding. Sebentar lagi dia akan datang.
Yang dimaksud Cloud adalah Aisley. Kepala kepolisian yang Cloud curigai sebagai tokoh utama yang menggagalkan misi Ayahnya.
"Aisley, duduklah.." Aisley menduduki sofa kosong yang tidak jauh dari posisi Cloud.
"Perkenalkan Cloud, dia adalah Aisley. Kepala kepolisian yang akan membantumu jika sesuatu terjadi kepadamu."
Pria berseragam polisi itu tersenyum lembut, seraya menggapai tangan Cloud yang terulur. "Cloud."
Aisley mengangguk. "Selamat bergabung di Black Eagle, Cloud ."
"Terimakasih atas sambutannya Tuan." Kata Cloud menatap lekat Aisley kini. "Apa ada lagi pekerjaan yang bisa aku lakukan, Tuan?" kini tatapannya kembali ke arah Chalk.
"Tidak ada Cloud, kau boleh keluar. " Cloud pun memenuhi perintah sang ketua Kartel untuk keluar. Tentu Cloud tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk mendengar obrolan kedua sahabat itu. Cloud sudah mengetahui apa yang mereka bicarakan. Pembicaraan yang unfaedah.
"Dimana Ace, Chalk? Aku tidak melihatnya." Tanya Aisley setelah Cloud keluar dari ruangan Chalk.
"Dia masih mengurus surat balik nama pabrik permen yang baru-baru ini aku beli." Chalk menuangkan wine digelas kosong untuk Aisley.
"Rencananya pabrik itu akan beroperasi kapan? Apakah kau sudah mempersiapkan merk untuk permenmu itu."
"Amoire," Chalk tersenyum, dan mengusap rahangnya.
Amoire. Merk permen yang akan diproduksi Chalk. Amoire nama lain dari Amora. Dia memakai nama kekasihnya, yang artinya cinta.
"Nama kekasihku. Aku akan memberikannya kejutan. " Ucapnya lagi.
Aisley yang mendengar jawaban Chalk hanya tergelak. Sahabatnya itu benar-benar sudah jatuh pada pesona wanita yang bekerja sebagai pelayan. "Lalu bagaimana dengan Mariana? Kau tidak memberikan kejutan untuknya?"
"Itu urusan nanti Aisley." Jawab Chalk
"Kau tidak adil kawan. Baiknya kau lepaskan saja, kau sudah memiliki semuanya."
"Aku akan tetap mempertahankannya, Aisley. Aku tidak berniat untuk melepaskannya."
"Ck, malang sekali istrimu, Chalk. Dia sudah merelakan kisah cintanya bersama si cupu, untuk menerima perjodohan antara kalian. Kau berhasil mengambil hatinya dan sekarang kau menyia-nyiakannya. Kau benar-benar brengsek Chalk." Aisley tertawa, begitu juga dengan Chalk.
"Kau juga sama brengseknya denganku Aisley."
Kau memakai bekas ku.
Eilaria yaa gadis malang, putri satu-satunya Nyonya Maria yang tewas karena bunuuh diri setelah mendapatkan pelecehan untuk ke dua kalinya. Pelakunya adalah Aisley. Aisley memperkosaa Eilara saat pria itu belum menjadi kepala kepolisian. Tepatnya saat Jessy putri Eilaria berusia 3 tahun. (ada di bab Broken)
Chalk menyesap minumannya lagi. " Si cupu itu masih ada perasaan dengan Mariana."
"Aku terkejut Chalk. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
"Aku memergokinya mendekati Mariana di kamar putraku."
"Wow, punya nyali juga si cupu itu." Aisley tertawa disela ucapannya. "Tapi kau beruntung bisa mendapatkan dua wanita yang luar biasa sekaligus."
Chalk pun tergelak. "Kau bisa saja Aisley."