Reckless

Reckless
PERKENALAN



Motor yang dikendarai Cloud berhenti di plataran rumah Hana. Pagi tadi Hana memutuskan untuk pulang ke rumahnya setelah ia mendapatkan kabar jika kedua orangtuanya sudah kembali dari Australia.


"Ayoo, Cloud. Aku akan memperkenalkanmu dengan mom dan dad, " Hana menggenggam tangan Cloud dan mengajak kekasihnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Sebaiknya kita mengunjungi Harry sayang. "


Langkah Hana terhenti sejenak mendengar percakapan kedua orang tuanya.


"Ya kau benar sayang. Putra kita selalu bertindak tanpa sepengetahuan kita. " Rupanya kedua orangtuanya sedang membicarakan Ayden. Hubungan Ayden dan Alana sudah diketahui kedua orangtua mereka. Yang jadi pertanyaan apa yang dilakukan si pembuat onar itu.


"Putramu mencerminkan dirimu sayang, jangan kau lupakan itu."


Alston tertawa, mengingat masa-masa dimana ia melamar Kyle tanpa memberitahu ke dua orangtuanya. Ya, dikatakan istrinya benar, Ayden cerminan dari dirinya. Dari wajah dan tingkah pun mereka sama.


"Mom... Dad, " suara Hana berjalan mendekati mereka, sontak membuat ke dua pasangan suami istri menoleh ke arahnya.


"Hana, putri mom. " Kyle menghampiri putrinya, di ikuti Alston. "Mom, merindukanmu sayang." Ucapnya seraya memeluk, dan maniknya menatap pemuda yang datang bersama putrinya.


"Aku juga merindukan momy." Kyle melepaskan pelukannya, lalu tangannya telulur merangkup sisi wajah putrinya.


"Kau melupakan daddy mu, sayang." Alston bersuara, memprotes.


"Dad...," gumam Hana mendakati sang ayah kemudian memeluknya. "Aku merindukanmu."


Alston pun membalas pelukan putrinya. "Daddy, fikir kau melupakan dad. " Hana memundurkan tubuhnya memandang wajah ayahnya yang tidak sama sekali menua. "Itu tidak akan mungkin, daddy."


"Siapa pemuda yang kau ajak kesini, sayang? kau tidak ingin memperkenalkan kepada kami?"


"Namanya Cloud mom, dia kekasihku. " Bisik Hana kepada wanita yang melahirkannya.


"Ooh sayang, kau pandai sekali mencari pasangan. Dia sangat tampan." Kelakar Kyle menggoda putrinya, suaranya pun di dengar Alston.


"Egghm," Alston berdeham, ia tidak rela sang istri memuji pria lain.


Kyle memutar bola matanya asal. "Tapi kau yang paling tampan sayang." Pengakuan Kyle membuat Alston tersenyum lebar. Itulah yang di harapkannya.


Hana tertawa, ia sangat menyukai kedekatan kedua orang tuanya. Sampai-sampai ia berkeinginan kelak setelah ia menikah turut merasakan apa yang momy nya rasakan.


Alsto mengamati Cloud dengan intens, lalu ia tersenyum, dan memeluk pemuda yang berstatus kekasih dari putrinya. "Selamat datang di kediaman kami, son. " Alston melepaskan pelukan, menyambut baik kedatangan Cloud. Begitu juga dengan Kyle.


"Terimakasih paman, bibi," kata Cloud sungkan. Ia merasa sangat gugup berdiri dihadapan kedua orangtua dari kekasihnya.


"Mari kita duduk." ajak Alston seraya menepuk pelan punggung Cloud.


Mereka berempat pun duduk di atas sofa yang berada di ruang keluarga, dan terlibat dalam percakapan. Para pelayanan pun datang menyajikan minuman, dan aneka kue diatas meja.


"Omong- omong, kau bekerja dimana Cloud? " kembali Alston bersuara, mengajak Cloud berbicara.


"Bekerja sambil kuliah?" tanya Kyle menimpali. Cloud mengangguk pelan. "Iya bibi, aku mengambil kuliah pagi, dan sorenya aku bekerja."


"Kau mengingatkan ku saat aku muda dulu, son. Dahulu aku juga kuliah sembari bekerja. " Alston menceritakan tentangnya yang terlahir dari keluarga yang sederhana. saat itu ia berkerja sebagai karyawan toko, lalu ia mengumpulkan uang dari upahnya yang dijadikan modal usahanya membuat perhiasan. Karena kegigihan serta kerja kerasanya pada akhirnya Alston mencapai kesuksesannya. Tentu semua karena dukungan keluarga, termaksud Kyle.


Cloud tersenyum, ia sekarang mengerti mengapa Hana menganggumi sosok ayahnya. Alston mempunyai sifat yang hangat, dan penuh perhatian.


"Diminum dulu minumanmu, son." Cloud mengangguk. Ia meraih gelas yang berada di depannya, dan menyesapnya.


"Mom, tadi aku tidak sengaja mendengar obrolan mom dan dad tentang Ayden. Apa telah terjadi sesutu hal?" tanya Hana penasaran. Ia menyilangkan kedua kakinya, dengan dagunya bertumpu pada satuan tangannya.


Kyle menghela napas perlahan. "Ayden baru saja mengabari jika kemarin ia melamar Alana, sayang."


"Oh, " respon Hana menanggapi ucapan ibunya. Ia tidak terkejut dengan apa yang dilakukan saudara satu-satunya itu. Dari menyelinap, lalu melamar, dan next apa yang akan diperbuat saudaranya itu tidak akan membuat Hana terkejut. "Lalu, apa dia tolak?"


Ck miris sekali jika hal itu sampai terjadi.


"Tidak sayang.. Justru sebaliknya, ia diterima. " Jawaban momy nya membuat Hana lega. Akhirnya sang kakak meraih kebagiaannya setelah lama berkelana dengan berganti-ganti pasangan. Apa yang dia katakan waktu itu, mencari jodoh.


Baguslah sekarang dia sudah menemukan jodohnya. Tentunya, tidak ada perasaan wanita yang terluka olehnya. Dan hari bahagianya akan menjadi "hari patah hati nasional" mengingat fans saudaranya itu sangat banyak. Bahkan teman sekelas Hana, membuat grup dengan nama AFC "Ayden Fans Club" eiyyuh... itu sangat berlebihan.


"Maka dari itu, kami akan menemui Harry dan juga Alana, sayang. Kami akan membicarakan kelanjutan hubungan mereka. Ah mom, tidak sabar melihat kakakmu berdiri di altar, menggunakan taxedo, dan mengucapkan janji setia bersama Alana. "


"Aku juga mom, justru aku tidak sabar ingin meminta sebelas keponakan yang menggemaskan darinya. Ku rasa dia akan menyanggupinya."


"Ck kau ini..." timpal Kyle. Ibu anak itu tertawa bersama. Begitu juga Alston dan juga Cloud.


"Son... Aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu karena kau telah menolong putriku."


"Justru aku yang berterimakasih kepadamu, paman. Karena anda telah membesarkan seorang putri yang memiliki hati yang begitu tulus." Kata Cloud tulus membuat siapa yang mendengarnya, merasakan kehangatan.


"Cloud, " Hana memperhatikan wajah Cloud. Cukup tekejut dengan penuturan kekasihnya di depan orang tuanya.


"Apa ada yang salah, sayang?" tanya Cloud membalas tatapan Hana.


"Tidak ada yang salah son, kita sebagai kaum pria harus bisa menyenangkan pasangan kita. " Alston menimpali, membuat Cloud mengarahkan kembali menatapnya. Sepemikiran...


"Bukankah mereka berdua membuat kita bernostalgia sayang." Kata Alston kepada sang istri seraya merangkul pinggangnya.


"Kau benar sayang, " jawab Kyle, kemudian ia tertawa.


"Sebaiknya kita tinggalkan sejoli ini sayang, biarkan mereka menikmati masa muda mereka. Dan kita menikmati waktu berdua di kamar, jangan lupa urusan kita belum selesai. " Ucap pria tampan yang tidak lagi muda menggoda istrinya. Menggoda sang istri seperti kebiasaannya.


"Alston! " bisik Kyle membuat Alston tergelak.


Hana yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepalanya. Namun hatinya menghangat melihat dan mendengar kebahagiaan mereka. Nampak harmonis. Lalu bagaimana dengannya kelak, apakah Cloud yang akan menjadi pasangan hidupnya? dan bahagia bersamanya?