
"*Jangan sakiti wanita yang siap serius menerima kamu apa adanya. Jangan hanya karena belum mampu, lantas kau seenaknya membuat wanita menunggu dengan janji-janjimu."
Briana Rodriguez*
🌼🌼🌼
Ketegangan antara pasangan suami istri tersebut bertahan hingga malam, Baik Briana dan Maxim sama sama keras kepala. Tak ada yang mau mengalah dari pendiriannya.
"Oke fix, besok aku akan pergi sendiri !" Gerutu Briana dalam hati. Dia mengabaikan suaminya dan bergegas tidur.
Maxim tahu betul bagaimana sifat Briana, bagaimana keras kepalanya. Dia tak akan berubah meski dengan bujuk rayuan. Oleh karena itu, Maxim lebih memilih mengalah dari pada urusannya makin panjang.
"Kejam sekali kau Bi, dengan mudahnya meninggalkan aku tidur terlebih dahulu." Protes kesal Maxim menyaksikan istrinya telah terlelap tidur dengan posisi membelakanginya.
Maxim kemudian memutar otak supaya dia bisa mendapatkan maaf dari istrinya.
"Kalau saja ada Keana!" Seru Maxim dalam hati.
🍂🍂
Pagi Hari waktu Zurich.
Maxim sudah mempersiapkan semua amunisinya untuk melawan kekejaman Briana.
"Bi, sayang bangunlah !" Bujuk Maxim yang sudah siap menjalankan aksinya.
Sayup sayup Briana mencoba membuka matanya, Pertama kali ia melihat Maxim wajahnya masih ditekuk bak kain kusut.
"Muaaaacchh,,,"Maxim mendaratkan ciuman bertubi tubi di bibir, pipi dan hidung istrinya.
"Alay !" Hanya itu reaksi yang keluar dari mulut manis Briana. Sebenarnya dirinya tak tega melihat suaminya bersusah payah untuk memenangkan hatinya kembali, tapi sekali kali Maxim memang harus diberi pelajaran.
Briana segera menyingkap tabir yang menutupi badannya, Segera saja dia melipat tabir yang berupa selimut tersebut.
Betapa terkejutnya ia ketika membuka selimutnya, Ia menemukan sebuah kado yang berhiaskan pita dan renda renda yang didominasi warna pink tersebut.
"Apa ini Max ?" Tanyanya penasaran.
"Buka saja !" Ujar Maxim tak sabar menunggu reaksi Briana.
Pelan pelan Briana membuka setiap inchi kotak tersebut. Dari lapisan atas hingga bungkus lapisan berikutnya.
Di lapisan terakhir dia melihat sebuah box warna Oranye dengan lambang kuda berponi warna hitam.
"Bag ?" Sindir Briana
"This's for you," Jawab Maxim sambil memeluk istrianya mesra.
"Apa ini sogokan ?" Sindir Briana lagi. Kemudian dia membuka box tersebut dan melihat sebuah tas berwarna rose.
Source : Official Hermes store in www.hermes.com
Mini tas berwarna merah fanta tersebut adalah model terbaru dari brand tas mewah dunia.
Tas kulit kambing Mysore dengan tali bahu berantai, dua saku, dan bukaan berlapis paladium Dibuat di Perancis Berukuran panjang 6,7 ", tinggi 5,5" dan kedalaman 1,7 "
Harga tas tersebut senilai $8.150 atau senilai Rp 120.620.000 ( 1$\=14.800 ).
Tas tersebut memang bukan tas mahal pertama bagi Briana. Tapi dia sangat mengapresiasi pemberian suaminya karena ini termasuk new season bagi brand tersebut.
Selain sebuah tas, di samping balas mereka tidur terdapat sekuntum bunga mawar berwarna pink yabg melambangkan cinta dan kasih sayang.
Wajah Briana bersemu merah, dia tak kuasa menyembunyikan perasaan gembiranya yang meluap meski hanya sesaat.
Melihat hal tersebut tak disia siakan Maxim, Tanpa menunggu lampu hijau dari istrinya Maxim merengkuh tubuh Briana ke pelukannya.
"Jangan marah lagi Bi, Please aku bisa gila !" Pinta Maxim merayu Briana dengan birbisik lembut di telinga wanita cantik tersebut.
"Tergantung usahamu, mau berubah atau tidak !" Ejek Briana masih ingin mengerjai suaminya.
"Apa yang kau lakukan Max, aku bahkan belum mandi dan kau sendiri pun sama !" Protes Briana mendapati serangan susulan Suaminya.
"Setelah tadi malam aku berpuasa, tak akan kubiarkan kali ini lolos !" Ancam Maxim kini mulai melucuti Pakaian istrinya.
"Suami buasku sungguh tak sabar !" Ejek Briana.
"Dan istriku yang nakal ini membuatku tak bisa menahannya lagi ,," Maxim mulai melancarkan aksinya mencumbui bagian bagian sensitif istrinya.
Untung saja mereka sedang liburan, jadi mereka memiliki banyak waktu luang. Karena bagaimanapun tahu sendiri keinginan Maxim, sekali berc*nya saja tak cukup.
Setelah melakoni kegiatan panas tersebut, mereka berdua memberi jeda untuk beristirahat bagi masing masing. Sebelum melanjutkan kembali.
Sekitar 10 menit berlalu, Briana merasa tak lelah lagi. Kemudian dia menurunkan kedua kakinya untuk berjalan ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Tak sengaja Briana menginjak sesuatu, dia kemudian menunduk guna melihat sesuatu tersebut. Dan ternyata sesuatu tersebut adalah kumpulan dari kelopak kelopak bunga mawar yang berhamburan di seluruh lantai.
Melihat hal tersebut dia teringat sebuah film jaman Briana masih sekolah menengah pertama yakni Film Eiffel im in Love. Dimana dalam scene tersebut Tita sebagai peran utamanya mendapat kejutan dari Adit sang pacar taburan bunga mawar di seluruh kamarnya.
Dia sangat terharu pada Maxim, betapa dia bersusah payah untuk mengambil hatinya.
"Bagaimana ? Romantis kan suamimu ?" Bujuk Maxim melihat ekspresi wajah Istrinya.
"Sedikit ,,," Jawab Briana singkat.
"Mau lebih hot lagi ?" Goda Maxim mendekati Briana kemudian.
Briana melorotkan matanya mendengar pertanyaan Suaminya. Mendapati hal tersebut tak disia siakan oleh Maxim. Maxim langsung merengkuh lagi tubuh istrinya yang masih berbalut selimut saja dan membawanya ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi pun tak luput dari hiasan Maxim. Begitu banyak bertaburan kelopak bunga baik dilantai maupun di bathtub.
Untuk area kamar mandi Maxim mendominasi mawar putih. Tepat di samping Bathub, Maxim meletakkan sebuah buket mawar putih di samping sepasang handuk.
White rose dijadikan lambang kesejatian cinta. Warna putih pada kembang indah sekaligus mewakili ketulusan untuk saling memiliki satu sama lain.
Pada warna putihnya menerangkan tentang kesucian dan permohonan maaf. Ada banyak orang yang menunjukkan ungkapan permohonan maafnya dengan bunga ini. Hal ini juga dipakai untuk mengekspresikan cinta yang murni, atau kasih sayang yang tulus.
"Sejak kapan kau menyiapkan ini semua Max ?" Tanya Briana penasaran.
"Sejak istriku ngambek, dan menolak tidur denganku !" Sahut Maxim. Kemudian Maxim menurunkan pelan pelan tubuh istrinya ke dalam bathtub.
"Lumayan, cukup menghibur .."Sindir Briana yang sebenarnya terharu dengan perlakuan suaminya.
"Kau suka dengan suami buasmu nyonya ?" Sindir Maxim kemudian.
"Sedikit !" Sahut Briana simple.
Mendengar pernyataan bohong dari istrinya, Maxim lagi lagi ingin segera menerkam Briana. Dia sudah menduga bahwa Briana akan mengerjainya lagi. Oleh karena itu Maxim akan memberikan pelajaran untuk istri usilnya.
Tangannya kini sudah menjalani seluruh tubuh Briana tanpa terkecuali.
"Katakan apa kau menyukai suami buasmu sayang ?" Tanya Maxim menggoda Briana dengan menindih tubuh istrinya di dalam bathtub.
"Iya !" Sahut Briana yang terbata bata karena ulah nakal Maxim.
"Coba katakan kalau kau mencintaiku !" Pinta Maxim diikuti erangan kenikmatan yang dirasakannya.
"je t'aime !!" Jawab Briana yang sama sama menikmati surga milik mereka berdua.
"Ulangi lagi sayang ?" Rengek Maxim sambil meluma* Bibir Istrinya.
Napas Briana terengah-engah ketika Maxim menc*umnya.
"Aku mencintaimu suamiku !" Ujar Briana
❤️❤️❤️