
Ya Tuhan jika dia BUKAN JODOHKU, tolong hapuskan kata BUKAN dari hidup ini.
πΌπΌπΌ
Briana dan Hendry mengantar Keana pulang kerumahnya.
" apa mommy akan menginap dirumah Keana ?" tanya Keana tiba tiba
" mommy akan pulang kerumah Opa" jawab Briana
Briana mengantarkan Keana hingga ke depan rumahnya.
" Briana ... are you briana?" Panggil seseorang dari belakang
Briana dan Keana menoleh kebelakang..
" Grandma..." panggil Keana pada wanita baya itu
" Tante Monica ..." ucap Briana
" Long time no see" sapanya Wanita itu
" sepertinya aku datang diwaktu yang tak tepat" jawab Briana
" Bicara apa sayang, ayo masuk" ajak Monica
" Maaf Tante, Briana agak sibuk hari ini " kata Briana sambil melambaikan tangannya pada Hendry
" Hendry Rodriguez.." sapa Monica dengan senyumnya
" Briana pamit dulu Tante" ucap Briana
" Besok mommy datang lagi kan?" rengek Keana
" Mommy ??? " tanya Monica dalam hati
Briana hanya mengangguk kan kepalanya.
" see u soon" kata Briana sambil melambaikan tangan pada Keana
" Keana kenapa keana memanggilnya mommy ?" Tanya Monica
" karena Mommy Keana " jawab anak itu
" apa mommy mu sering kemari ?" selidik Monica
" tidak Grandma, mommy baru saja datang dari Swiss kata Daddy" jelas Keana
menurut cerita keana dan setelah melihat kedekatan keana dengan Briana, Monica memastikan hubungan keduanya masih berlanjut.
πΈπΈ
Briana mengantar Hendry ke Hotel tempatnya menginap.
" kak, kau jangan tertipu dengan pria itu" Nasehat Hendry.
" ah itu tak mungkin" jawab Briana kembali ke mobilnya
" aku tak akan membiarkan dia mendekatimu lagi kak" kata Hendry
" tenang saja adikku" ... bujuk Briana
Lalu Briana mendapati telpon dari Adam, Bahwa besok akan di undi Bagi siapa yang sudah membeli unit perumahan akan berkesempatan makan malam dengan Briana.
" Atur saja Pak Adam " balas Briana sambil mengemudikan mobilnya kembali.
ππ
Briana telah sampai dirumah papanya.
" Selamat sayang, kau sudah melakukan yang terbaik " puji Tomi papa Briana
" terima kasih papa " jawab Briana
" apa kalian sedang bertengkar ?" selidik papanya
" maksud papa apa?" tanya Briana heran
' Kau memutus kontrak dengan Maxim" sindir papanya
" Dia rival Briana papa, mana mungkin kita bisa bekerja sama " jelas Briana
" Rival?" tanya papanya kaget
" Tentu saja" jawab Briana serius
" kau ada ada saja nak " ejek Papanya
" Briana lelah pa, Briana ingin istirahat" pinta Briana
" Makanlah, mama mu sudah menyiapkan makan malam untuk kita" bujuk Tomi
" iya " jawab Briana lalu masuk ke kamarnya
ππ
Bunyi dering handphone Briana .
Briana melihat sekilas nama Maxim menghubunginya dengan panggilan Video.
Lalu dia mendiamkan handphone tersebut.
Merasa Briana mendiamkannya Maxim tak kehilangan ide liciknya.
Dia lalu mengirimi Briana pesan singkat.
" Keana ingin bicara padamu" Tulis Maxim singkat.
Briana hanya membacanya saja. Tak berniat membalasnya.
Melihat respon Briana yang men cuekinya Maxim lalu ke kamar anaknya.
" Sayang, kau tak rindu mommymu?" tanya Maxim
" Tentu saja dad" jawab Keana
" kita akan menelponya" rayu Maxim
" oke " sahut Keana
Maxim lalu menghubungi Briana lagi, kali ini Dia menyuruh Keana yang Memegang handphonenya.
" mommy...." teriak Keana
" Oh my my, my princess..." sapa Briana
" i Miss you a lot mom" kata Keana
" Pintar darling, kau paling bisa membujuk mommymu" puji Maxim dalam hati.
" i Miss u too baby, bukankah kita barusan tadi bertemu Princess?" tanya Briana
" Mom, kemarilah " pinta Keana
" ucapan macam apa ini" pikir Briana
" i Will do it, but i cant " jelas Briana
" Daddy akan menjemput mommy" bujuk Keana
" Keana ada hal yang boleh dan ada juga yang tak boleh dilakukan itu bisa melanggar aturan " jelas Briana
Keana memasang tampang sedihnya.
" anak pintar, rayu Mommy mu sayang " Maxim memberi aba aba di depan Keana
" Mom, Daddy juga memintamu tinggal disini ?" Kata Keana dengan lugunya
" Anak ini ..." batin Maxim dengan kagetnya
" Baiklah, besok mommy akan menjemputmu ke sekolah " bujuk Briana
" janji ya Mom" rayu Keana
" Sure baby, " kata Briana
" Mom, Muaccccchhhhh" Keana memonyongkan Bibirnya
" Muach " Balas Briana
" Daddy ingin bicara padamu mom" kata Keana lagi.
" baiklah " jawab Briana dengan kesalnya
" Yesss, aku menang " kata Maxim dalam hati
Maxim lalu keluar dari kamar Keana.
" kau membuatku pusing" umpat Briana
"dia mencarimu dari tadi " kata Maxim berbohong
" kau harus bisa menjelaskan padanya bagaimana hubungan kita max" kata Briana dengan ketus
" memang seperti apa hubungan kita ?" goda Maxim
" Sodara ipar , kau lupa ?" bentak Briana
" aku kira kau akan menjadi mommy keana " ejek Maxim
" Sialan " bentak Briana lalu menutup teleponnya.
" Dia malu mengakuinya, padahal jelas dari tadi mukanya memerah " kata Maxim dengan tersenyum.
πππ
Terimakasih sudah setia dengan kisah cinta Briana.
Saya sangat senang para readers sudah memberikan like dan komenya.
π