
Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki.
πΌπΌπΌ
Musim Panas di London ini membuat matahari masih bersinar terang meski sudah hampir waktu malam tiba.
Briana menunggu suaminya bersiap siap. Dia menggerutu dalam hati.
Begitu melihat suaminya selesai bersiap siap dia kemudian mencibirnya.
"Kita akan makan malam sayang, bukan untuk kencan kenapa kau lama sekali !" gerutu Briana
"Aku harus memperhatikan penampilanku bila bersama denganmu, apalagi kita akan menemui pria " Sindir Maxim
"Ah terserah kau saja Max" balas Briana dengan kesal
"Ayo sayang, jangan buat temanmu menunggu lama" ajak Maxim menggandeng tangan Briana
" hei, aku yang tahu tempatnya " bentak Briana dengan kesal
ππ
"Good night Mr Smith" sapa Briana pada seorang lelaki paruh baya
"Oh... my daughter Briana ..!" sapa Mr Smith
"How are you ?" Tanya Briana basa basi
"I'm very fine u can look me" jawab Mr Smith sambil melirik Maxim
"Mr Lautner, long time no see" Kata Mr Smith menyapa Maxim
"You know him ?" Tanya Briana
"Of course, who doesn't know me" Puji Maxim pada dirinya sendiri.
"Is he your boyfriend? " Selidik Mr Smith
"No, Briana is my Wife " jawab Maxim tegas
"Wow, you did't invite me " Sindir Mr Smith.
"oh come on, I'm not here to discuss this Profesor" Kata Briana kesal
"oh Okay my daughter, you want to talk about what ?" tanya Mr Smith
"I'm here to ask for help you help design my project" jelas Briana
"What do you mean, project honey ?" tanya Maxim penasaran
"Aku meminta Profesor Smith mendesign Proyek Apartemen ku " jelas Briana dengan berbisik.
"You are not compact with each other" Sindir Prof Smith.
Profesor Smith adalah dosen Briana waktu Kuliah di Imperial college London.
Briana memiliki ide untuk meminta bantuan mendesign Proyek Apartemen nya dengan bantuan Mr Smith.
Selain beliau memang ahli, nama besar Beliau dapat menarik konsumen untuk membeli Apartemen Briana.
Itu adalah strategi pasar Briana. Apalagi karena hubungan dekat antara Pak Tomi dan Mr Smith , itu bisa menekan biaya untuk meminta bantuan arsitek.
Untuk urusan design, Briana sendiri akan turun tangan dengan berkolaborasi bersama Mr Smith. Ini adalah ide Brilian dari Direktur Sandjaya Grup.
Maxim masih memendam rasa penasan kepada istrinya. Hingga makan malam usai dia masih belum bisa mendapatkan maksud dari Briana.
"Sayang, apa kau jauh jauh ke UK untuk ini ?" tanya Maxim
"Off course Max" jawab Briana
"Kenapa kau melakukan semua ini, kita Bisa menyewa desingner terbaik untuk ini kau pun bisa meminta tolong padaku" cecar Maxim di kamar Hotelnya.
"Apa kau lupa tujuan awalmu ?" sindir Briana
"Apa tujuan awalku ?" Maxim menanyainya balik
"Mengalahkanmu" Jawab Briana singkat
"Bi, jangan bercanda aku ini suamimu" tekan Maxim dengan kesal.
"Kita memang suami istri, tetapi dalam bisnis kita adalah rival " Jelas Briana penuh penekanan.
"Apa ??" Tanya Maxim dengan herannya.
Maxim masih tak abis pikir Briana menganggapnya rival.
"Kita harus profesional sayang " rayu Briana memeluk suaminya untuk menenangkan suaminya.
"Kau selalu tahu cara membujukku" Puji Maxim pada Briana.
"Karena aku istrimu " ejek Briana menjulurkan lidahnya.
"Jangan menggodaku Briana Lautner" kata Maxim memeluk erat istrinya.
"Kau tak ingin mengajakku ?" Tanya Maxim menggodanya.
"Pergilah ke kamar mandi dan lakukan sendiri disana" Ancam Briana
"Apa salahku sayang?" Tanya Maxim mengekori kemana Briana
"Malam ini kau tidur sendiri " ancam Briana lagi.
"Sayaaaaaaaanggggg... !!!" Maxim menjerit mendengar hukuman dari Briana
Briana mengambil baju tidurnya dan membawanya ke kamar mandi.
"Wanita ini lebih mengerikan daripada kegagalan proyek ku" gumam Maxim sambil Menyulut rokoknya.
ππ
Sekitar 10 menit Briana keluar dari kamar mandi hotel. Dia melihat Maxim masih merokok.
"Sayang, aku sudah memintamu berhenti " Umpat Briana sambil berjalan ke dekat Maxim.
"Sayang kau mempersiapkan semua ini ?" Goda Maxim mendekatinya.
"Maksudmu ?" Tanya Briana heran
"Api di dalam tubuhku makin menjadi sayang " Rengek Maxim menciumi tubuh istrinya
" Max, hentikan itu geli " jawab Briana
" Malam ini aku tak akan melepaskanmu" rayu Briana.
" Max... Hentikan !!!" Rancau Briana dengan lirihnya.
" I love you Bi" rayu Maxim
" I hate you Max ..." gerutu Briana makin membalas ciuman suaminya.
Kini Maxim sudah diatas tubuh istrinya. Maxim mulai menggempur pertahan istrinya.
Kini mereka berdua sudah saling mencium satu sama lain.
Dan ciuman mereka kini sudah berubah menjadi ciuman penuh napsu.
" Max... Kau benar benar membuatku tak bisa berkata kata " Rancau Briana
" Kau lebih membuatku lupa segalanya sayang " balas Maxim yang kini sudah melancarkan aksinya.
ππ
Hingga pagi tiba mereka masih dalam keadaan tertidur karena aktivitas melelahkan tadi malam.
Briana membuka matanya, dan masih melihat suaminya masih tidur disampingnya.
Dia lalu mencubit hidung suaminya.
" Bi, kau membangunkan ku dan Maxim junior lagi" Lirih Maxim
" Kemana rencanamu hari ini ?" tanya Briana
" Menemani istriku tercinta " jawab Maxim
" Kita akan kemana ?" tanya Briana lagi
" Terserah kau saja sayang " sahut Maxim
" Terserah aku ? aku akan kekamar mandi " kata Briana berjalan bangkit dari tidurnya
Tapi Maxim mengikutinya dari belakang. Aku tak akan membiarkanmu lepas dari penglihatan aku " kata Maxim
" Ke kamar mandi ?" tanya Briana
" Kemanapun " jawab Maxim mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi
πππ
oh iya Cameo di chapter ini adalah aktor Legendaris kita.
Hayo siapa ???
Benar, Beliau adalah Om Tom Hanks.
Kenapa Author suka pakai Aktris atau Aktor Barat ?
Tenang, Nanti ada saatnya kita menggunakan Aktor Aktris Mandarin atau Korea πππ
Oh iya, ini Author perkenalkan novel Author yang baru. Silahkan mampir ya Readers.
Mudah mudahkan kalian suka ceritanya.
Author gak muluk muluk kok dapet kontrak syukur, bisa masuk Rate syukur, Yang paling penting adalah para Reader suka karya author itu poin pentingnya.
πππ