
Aiden, pemuda sang pewaris tahta menekuk wajahnya dan mengeram dengan kesal setelah membaca nama yang tertera di sebuah kartu nama yang Keana berikan.
"Kalau hanya nomer Maxim Lautner, untuk apa aku memintanya padamu ? aku bisa meminta dari papamu !" gumamnya terlihat emosi karena ia merasa Keana mempermainkan dirinya.
"Awas saja kalau sampai aku bertemu dengannya," umpat Aiden di kursi penumpang di dalam mobilnya.
Ia harus segera menangani Keana, agar gadis tersebut tak semena mena terhadapnya.
Menurut Aiden, Keana adalah gadis yang tak biasa. Belum pernah ia menemui gadis yang tak tertarik pada kharisma dari Aiden.
Sementara Aiden sedang kesal karena ulah jahil dari Keana. Gadis itu kini sedang bahagia karena kopernya telah kembali pada dirinya.
Meski nasib buruk selalu menimpanya semenjak bertemu dengan Aiden, sang pemuda arogan sama seperti Daddynya.
"Semoga aku tak bertemu dengannya lagi," gumam Keana di dalam kamarnya sambil memandangi foto keluarga kecilnya.
Ia merindukan Edgar, karena keduanya jarang bertemu paling banter setahun bisa dihitung dengan jarinya.
Untuk melepaskan rasa penatnya, ia memutuskan ingin mencari hiburan di luar rumah. Dan secara kebetulan, Imelda menghubunginya dirinya untuk mengajak Keana berbelanja.
"Baiklah, setengah jam lagi aku akan menjemputmu Anna !" tutup Imelda dari seberang teleponnya.
Keana segera bersiap sebelum gadis bawel itu akan menjemput dirinya. Mereka memang sudah lama dekat lantaran berasal dari Negara yang sama meski beda jurusan.
"Naiklah Anna," sapa Imelda dari dalam mobilnya. Ia datang bersama supirnya. Berbeda dengan Keana, gadis itu tak berencana memiliki sopir khusus. Dan sudah menolak ketika Daddynya bersikukuh memberinya seorang supir.
Keana melangkah untuk masuk kedalam mobil yang sudah membawa sang teman baiknya.
"Kenapa tak bersama gebetan mu Mel ? bukankah seharusnya kalian sedang sayang sayangnya ?" selidik Keana menggoda sang sahabat. Hal seperti itu sangat lumrah mereka lakukan.
"Aiden maksudmu ?" Imelda menerka nerka apa yang ditanyakan oleh Keana.
"Kalian berdua begitu serasi Mel," ejek Keana sambil terkekeh tak bisa ia tahan lagi.
"Apa aku begitu tak laku hingga aku memacari pria menyebalkan seperti Aiden ?" sanggah Imelda terhadap pujian yang sudah dilontarkan oleh Keana.
"Kenapa ? bukankah kalian cocok saja Mel ?"
"Aiden itu sepupuku, dia anak dari saudara papaku yang aku jemput ketika bertemu dengan mu di Airport kemarin !" tutur Imelda.
"Pantas saja, wajahmu begitu cemberut ketua dia menyebutmu pacarnya haahahah !" ejek Sang gadis manis tersebut.
"Atau kau menyukainya Anna ? menyukai kakak sepupuku ?" selidik Imelda.
"Sembarangan, yang benar saja kenapa aku harus menyukai pria tak waras seperti Aiden ?"
"Awas saja kalau kalian jadian !" lagi lagi Imelda menggoda Keana.
🍀🍀
"Kau menyukainya ?" sindir Imelda pada Aiden yang baru saja bergabung bersama mereka berdua.
"Kenapa kau menuduhku menyukainya ?" protes Aiden tak suka bila Imelda terlalu ikut campur dengan masalahnya.
"Matamu tak berkedip sedikitpun saat melihat dia, dan kau masih ngotot menyanggahnya kak ?" gerutu Imelda setengah berbisik.
"Keana !" panggil Imelda dengan keras ketika gadis cantik itu sedang melamun memandangi suasana pusat perbelanjaan tersebut.
"Hai Mel, lama amat ke toiletnya," protes Keana memutar badannya. Ia kaget lantaran menemukan sosok yang malas ia lihat.
"Kalian kencan dan meninggalkan aku disini ?" goda Keana menambahi.
"Enak saja dia bukan pacar ku, kanapa kau tak percaya padaku Anna," sahut Imelda dengan nada kesal karena Keana masih saja menganggap Aiden pacarnya.
"Aku lapar, apa kalian akan terus terusan seperti anak kecil ?" tegur pria yang saat ini mereka bicarakan.
"Sebaiknya kamu urus dulu sodara mu itu Mel," bisik Keana pelan di telinga Imelda.
"Ayo sebelum pria itu mengacaukan rencana kita Anna," ajak Imelda menarik tangan Keana menyusul langkah kaki Aiden yang sudah berjalan di depan.
"Kamu mau mentraktir kami ?" seloroh Keana pada Aiden yang masih menunjukan muka masamnya.
"Kau pikir setelah menipuku aku mau mentraktir mu ?" ejek sang Tuan muda pada Keana.
"Hei pria sok tahu, kau bilang bila ada barangmu yang hilang bisa menghubungi aku kan ? lalu dimana letak kesalahanku kalau aku memberi nomer Daddy ku ? supaya Daddy yang menyelesaikan," jelas Keana panjang lebar.
"Tapi kan yang aku mau nomer ponselmu nona !" ancam Aiden tak mau kalah.
"Mel, selesaikan urusanmu sendiri aku kenyang dan aku pulang dulu !" kata Keana sebelum membalik tubuhnya dan pergi menjauhi mereka berdua.
"Aiden !!!" seru Imelda dengan wajah tak kalah kesal pada Aiden karena sudah menghancurkan rencana mereka berdua.
"Kenapa kau menatapku seperti itu ?" bentak Aiden tak kalah kesal pada Imelda.
Imelda mengejar kemana arah Keana pergi, Ia tak ingin Keana tersinggung atas sikap arogan Aiden.
"Maafkan sepupuku Anna, bila sudah menyakiti perasaan mu !" bujuk Imelda yang dapat mengejar Keana.
"Tak apa apa, makanlah Mel aku pulang dulu !" sahut Keana tetep ngotot ingin pulang.
karena tak konsentrasi berjalan ia menabrak seseorang dan terjatuh.
"Watch out, be carefull Miss !" kata seseorang yang bertabrakan dengan Keana.
Gadis itu kemudian mendongak keatas dan mendapati seseorang yang ia kenal sebelumnya.
"Kriss ?" sebut Keana pada seseorang tersebut.
"Nona Biola pohon Maple !" sahut Kriss mengingat momen pertemuan antara dirinya dengan Keana pada pagi itu di taman.
🍂🍂🍂