Princess Connect

Princess Connect
Lima Puluh Empat



Kamu sadarkan aku bahwa segala bentuk duniawi yang dicari tak ada artinya jika tidak ada Kamu di sisi. Menikahlah denganku, wanitaku ...


🌼🌼🌼


" Wanita ini melemparkan sebuah kaleng minum di Giardini" Timpal Maxim


Flashback On :


Musim Semi Di Milan.


Sore ini Briana tampak kesal karena kedua orang tua Javier masih menguntitnya. Setelah mereka dipaksa putus, Briana memang mulai menjauhi Javier. Tetapi kedua Orang tua Javier masih tak terima. Mereka mengira hubungan Javier dan Briana masih berlanjut.


Briana sedang berlibur Di Milan, dia duduk di sebuah kursi di taman Giardini Pubblici.



Sambil menikmati segarnya udara Milan , Briana menghilangkan dahaganya dengan minuman kaleng.


" Shiiit.. Miss take care of your attitude" Umpat seorang Pria dengan setelan jasnya menghampiri Briana.


" what are you saying ?" balas Briana cuek


"You take out the trash, and that's about my head" Maki Pria tersebut


" oh, am sorry " bujuk Briana.


" You don't know me ?" sindir Pria tersebut


" Ah, come on, I don't care who you are" sahut Briana ketus


" You will regret if you know me" bentak Pria itu.


"I apologized, so why? you still don't accept" Umpat Briana


" you Will regret it" balas Pria itu


" Aku tak peduli" sahut Briana pergi.


" Dia orang Indonesia ?" Pikir pria itu dalam hati.


Briana berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu di liputi rasa Marah. Pasalnya dia sudah bertengkar dengan orang asing yang tak dikenal.



" Selidiki siapa wanita yang bersamaku tadi " Perintah lelaki itu dengan tegasnya.


" Jangan sampai terlewatkan sedikitpun" imbuhnya lagi


Flashback Off


🍁🍁


Setelah pertemuan pertama mereka , mereka memendam kesan yang berbeda pada diri mereka masing masing.


Maxim mulai menyelidiki siapa Briana dan bagaimana kehidupannya.


" dari dulu dia memang sudah kasar " timpal Mona


" Hai dia putriku " sahut Tomi tak terima


" Mom, hari ini kau cantik sekali " puji Keana yang melihat Briana masih melamut sedari tadi.


" Bi, are you okay ?" Tanya Monica membuyarkan lamunan Briana


" Am just fine Tante " sahut Briana kemudian


" Tante ? what are you saying baby?" sindir Monica


" Kita ini sudah keluarga, jangan panggil dengan sebutan Tante, apa lagi aku aku juga ibumu " jelas Maria


" Baiklah...." sahut Briana masih dengan enggannya.


" Kau kelihatan tak suka menikah denganku Dear ?" sindir Maxim


" Siapa bilang, aku suka Pernikahan jebakan mu " ejek Briana


Semua orang tertawa mendengar jawaban Briana, Kecuali Keana. Gadis polos itu tak tahu menahu masalah ini.


🍁🍁


Hotel Four season Milan , Italia



Daddy Sudah membooking Puluhan kamar di hotel mewah berbintang Lima tersebut.


Four season Milan untuk tarif semalam nya dibandrol mulai dari harga 14,3 JT Rupiah.


Four season sendiri terletak di Pusat kota Milan, Hotel ini juga berjarak tak lebih dari 10 menit dari Katedral.


Fantastis kan Daddy ???



" Kau bilang akan membalasmu sayang ? aku sudah menunggumu" goda Maxim saat mereka masuk ke kamar hotelnya.


" Aku sungguh sungguh ingin membunuhmu sekarang Max " gerutu Briana dengan kesal.


" Jangan coba coba menggodaku " sindir Briana



" Bukankah kau menginginkan nya sayang ?" bujuk Maxim mulai menurunkan tali dressnya.


" aku kesal padamu Max" rengek Briana


" Kenapa ?" tanya Maxim menghentikan aksinya


" Kau membohongiku, dan satu lagi .." Jelas Briana terpotong..


" Satu apa ?" tanya Maxim


" Kau tak menghubungiku" bentak Briana mencubit perut Suaminya


" apa aku tak salah dengar sayang ?" tanya Maxim



" Lupakan" sahut Briana dengan kesalnya.


" Aku membiarkanmu bersenang senang selagi kau masih lajang " jelas Maxim . Tetapi tangannya sudah melancarkan aksinya kembali.


" Aku tak yakin " ejek Briana .


" Buktinya kau juga sudah bersenang senang dengan Lelaki itu " sindir Maxim sambil mencium lehernya.


" Jangan lakukan ini " cegah Briana


" Kenapa ? Malam pertama kita " rengek Maxim


" Ini hukuman untukmu" umpat Briana dengan kesal.


" Sayang, aku sudah jadi anak yang baik" pinta Maxim


" Tapi aku masih kesal padamu " gerutu Briana


" Aku janji akan jadi anak manis Mommy" bujuk Maxim meniru gaya perkataan Keana.


" Mom, mom... " panggil Keana masuk Ke kamar mereka.


" Yes.... Aku menang " Seru Briana mengejek Maxim


" Bi ... Kau keterlaluan pada suamimu " kata Maxim melihat Briana berlari membuka pintu


" Keana sayang, anak mommy" pekik Briana memeluk Keana


" Keana merindukanmu mom, Keana ingin tidur denganmu malam ini " pinta Keana



" Lalu bagaimana dengan nasib Daddy ?" tanya Maxim mengiba


" Keana juga merindukan Daddy " bujuk Keana


Maxim tak kehilangan ide, dia keluar kamar meninggalkan Briana dan Keana.


" Where you go dad ?" tanya Keana


" Daddy akan merokok " jawab Maxim


" Sudahlah, ayo kita tidur" ajak Briana


Tak berapa lama Keana sudah tidur dengan pulasnya.


Sejam kemudian Maxim masuk ke kamarnya bersama Hendry.


Hendry akan memindah tubuh Keana ke kamarnya.


Kini tinggal Briana seorang diri Di kamarnya.


" Sayang, aku sudah siap " bisik Maxim di telinga Briana meski dia masih tertidur.


" aku mengantuk Max " gerutu Briana


" Aku akan membangunkan mu sayang " rayu Maxim


" Mana Keana ?" tanya Briana


" Hendry membawanya " jawab Maxim dengan manjanya.


" Sudah berapa batang rokok yang mau habiskan ?" tanya Briana


" aku tak menghitungnya, lama sekali aku menunggu anak kita tertidur"


" Jangan lakukan itu lagi, aku tak suka " pinta Briana


" aku akan mulai menguranginya mulai sekarang " bujuk Maxim.


🌼🌼🌼


Bonus Foto Daddy dan Mommy ya di Chapter ini.


Daddy you're so hawwwwt...