
"Dengan penerbangan ini, aku berharap cinta yang selama ini aku rasakan ikut hanyut tertinggal oleh hembusan angin," Gumam Gadis cantik yang sedang duduk manis di first class dari maskapai langganannya.
Keana termenung dari awal ia meletakkan bag di kabin pesawat dan mulai duduk di seat yang sudah tertera di selembar tiket ditangannya.
"Dia yang selama ini aku impikan, Dia yang membuatku menggapai mimpiku menjadi pemusik namun dialah yang pada akhirnya mematahkan hatiku," Keana masih memikirkan pertemuannya dengan Kriss yang tak mengenalinya.
Perjalanan panjangnya kian terasa lantaran di kursi kelas satunya tak banyak di huni oleh penumpang. Tak seperti kursi ekonomi dan bisnis. Meskipun begitu, Mommynya lah yang memilihkan penerbangan ini sekaligus tempat duduknya agar Keana aman dan Nyaman selama perjalanan.
Keana menatap sekeliling ruangan tersebut, ia melihat seorang Pemuda yang tak jauh dari usianya sedang bersedekap kesal di tempat duduknya.
Pria itu di kelilingi beberapa bodyguard yang duduk disampingnya.
"Mungkin dia artis dari Indonesia !" Batin Keana mencibir pemuda yang ia ingat tadi boarding dari Soekarno Hatta, lantaran terlalu Over dengan segala penjagaan ini.
"Apa semua artis seperti ini ? aku rasa Mommy tak seheboh dia dulu !" Umpatnya kesal lantaran ia sangat mengingat dulu Briana tak terlalu membawa penjagaan selain dipaksa oleh Suaminya.
Ia merasakan panggilan alam yang tak tertahankan, oleh sebab itu Keana beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke toilet kabin pesawat.
Matanya menyapu sekeliling Kabin First Class tersebut, seketika pandangan matanya bermuara ke pemuda yang ia yakini sebagai artis tersebut. Pemuda itupun juga menatapnya. Pandangan mata keduanya saling bertemu, namun justru Keana lah yang membuang muka karena ia merasakan tak tahan untuk segera buang air kecil.
"Siapa gadis itu, kenapa wajahnya begitu tak asing bagiku," Gumam pemuda itu setelah kepergian Keana yang melewatinya.
"Apa perlu saya cari informasinya Tuan muda ?" Tanya salah satu Bodyguard yang paling dekat posisi duduknya dengan pemuda tersebut.
"Tak perlu, hanya semut kecil yang tak pantas untuk di toleh oleh Aiden James," Cibir sang pemuda yang bernama Aiden tersebut.
☘️☘️☘️
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan melelahkan, Gadis yang mengenakan kaos serta topi tersebut segera beranjak guna meninggalkan tempat duduknya ketika Pesawat yang ia naiki sudah sampai di tempat yang ia tuju yakni kota Koln tempat ia mengenyam pendidikannya.
Pun Pemuda yang Keana yakini Seorang artis juga telah beranjak pergi setelah mengambil bag di bagasi kabin pesawat. Dan tak lupa para pengawal mengikutinya kemanapun ia berada.
"Hi, Keana ?"
Gadis yang beranajak dewasa itupun menoleh kearah sumber suara.
"Keana, apa darimana saja ?" Sapa seorang perempuan cantik tak kalah dari dirinya.
"Imelda, hi apa yang kamu lakukan di terminal kedatangan ?" Sahut Keana pada orang yang ia kenal bernama Imelda tersebut.
"Aku sedang menjemput saudara papaku yang berasal dari Indonesia juga," Sahut Imelda gadis yang masih satu kampus dengan dirinya.
"Oh begitu, aku tinggal dulu !" Sahut Keana ingin segera pulang ke Rumah yang Maxim belikan untuknya selama menetap di kota Koln.
"Kenapa buru buru ? aku bisa mengantar kamu Anna ?" Imelda menawarinya tumpangan.
"Terimakasih Mel, aku tak ingin menyusahkan kamu dan Saudaramu !" Sahut Keana meninggalkan Imelda sambil melambai.
Dengan menyeret bag-nya, Keana memesan Taksi. Ia memberikan alamat tempat tinggalnya pada sang supir taksi tersebut.
Keana kemudian memejamkan matanya sejenak, ia ingin sekali berbaring di tempat tidurnya yang nyaman dan hangat, Lantaran di Kohl saat ini akan memasuki musim dingin.
Meski masa liburannya belum habis, ia sudah enggan bila harus berlama lama di Indonesia, pasalnya orang yang selama ini ia idam idamkan tak memberikan perhatian padanya. Jangankan perhatian, mengingat dirinya saja tak mau.
☘️☘️
Setelah sampai tempat tinggalnya, putri sulung pasangan Maxim dan Briana Lautner tersebut segera membaringkan tubuhnya dan menghubungi Mommy tersayangnya.
"Baiklah Mom, Keana akan selalu mengingat semua pesan Mommy !" Kata Keana menutup telponnya pada Briana. Seperti kebiasaan yang sudah sudah, Keana selalu mengabari Mommynya dalam suka maupun duka.
Namun begitu ia menginput kode di travel Bag-nya, bag itu tak kunjung terbuka.
Ia baru menyadari ketika logo stickerbag yang bertuliskan namanya tak ada dalam bag tersebut.
"Hah, ini milik siapa ?" Gumam Keana mengernyitkan dahinya.
Gadis muda itu Kemudian menghubungi pihak maskapai yang ia naiki untuk melaporkan kejadian tersebut.
Keana diminta datang ke Airport lagi untuk mendata ke bagian Customer Servis di counter Maskapai tersebut.
Mau tak mau Keana harus menunda istirahatnya sejenak.
Gadis manis tersebut kini bersiap siap balik lagi ke Airport guna menyelesaikan masalahnya dengan membawa Koper tersebut kembali.
Kali ini, Wanita yang akrab disapa Anna tersebut tak memesan taksi seperti sebelumnya, melainkan ia membawa mobil Pribadinya sendiri. Mobil yang sudah Daddynya belikan sebagai alat ia kemana saja.
Keana cukup bergelimang harta karena menjadi Putri satu satunya dari kedua pasang orang tuannya. Maxim dan Hendry sangat memanjakannya.
Pun sama halnya dengan Briana dan Cindy, meski kedua ibu tersebut bukanlah ibu kandungnya, namun rasa sayang yang mereka curahkan untuk Keana sudah melebihi ibu kandung Sendiri.
Tak ayal Keana merasa kedua pasang Orang tuanya sangat berlebih padanya. Apalagi Maxim, Ia selalu memonitor setiap gerak geriknya. Sangat berbeda dengan Briana, Wanita yang kini sudah berkepala empat tersebut sangat Care dengan cara selalu menjadi pendengar yang baik dan selalu menjadi panutan untuk putri sulungnya.
Setiap nasehat yang Briana berikan selalu Keana jalankan, Ia sangat bersyukur bisa menjadi putri dari Briana.
☘️☘️
Keana tiba di Customer Servis Maskapai tersebut, kini pihak Maskapai akan mendata keluhanya dan meminta Keana mengisi data dirinya agar Pihak Maskapai segera menghubungi dirinya ketika Koper tersebut ketemu.
Pihak Maskapai kemudian menyuruh Keana untuk menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu, mereka akan menghubungi Keana kembali maximal 2 hari setelah ada salah seorang penumpang penerbangan bersama dengan dirinya melaporkan hal yang sama.
Mau tak mau, akhirnya Keana pulang dengan tangan hampa. Ia menjalankan mobilnya dengan wajah yang cemberut selama perjalanan ke rumahnya.
Bukan hanya Keana saja yang nampak Kesal, Seorang pemuda juga mengumpat dengan dongkol lantaran tak bisa membuka kopernya.
Ia mengingat ingat kejadian sebelum ia turun dari pesawat. Salah seorang dari Nya mengambil koper dari bagasi di kabin dengan tergesa gesa lantaran ingin mengejar ketertinggalan mengawal dirinya.
"Cuiih, Sialan pasti Pria tak tahu diuntung itu telah salah mengambil tas ku !" Makinya dengan kesal.
Pria itupun menyuruh salah seorang dari pengawalnya untuk segera menghubungi pihak Maskapai yang sudah ia naiki tadi.
Pria itu memerintah sang pengawal dengan sikap Arogan dan semena menanya.
🌼🌼🌼
Halo Para Readers tersayangnya otor 😘😘
Otor punya kejutan nih, Otor akan melanjutkan Novel PC dalam waktu dekat ini.
Setelah merampungkan Novel Coming Out, otor akan fokus menggarap Si Princessnya Daddy Maxim dan Mommy Keana.
Kenalan yuk sama Cast Si cowok tengil Aiden James 🤭🤭
Tengilnya nggak bakal kalah dari Daddy ya.