Princess Connect

Princess Connect
Tiga Puluh Dua



Cinta tak bisa tiba-tiba ada, seperti sebuah batu. Ia harus dibuat. Layaknya sebuah roti: akan selalu dibuat ulang untuk menghasilkan yang baru.


🍁🍁


Briana mengajak Keana berbelanja, sebelumnya dia dan Keana makan siang terlebih dahulu. Pokoknya hari ini dia ingin seharian full menemani gadis kecil itu.



"ini traktiran dari Daddy mom?" tanya Gadis kecil itu


"tidak ini mommy yang traktir " jelas Briana


"Keana senang sekali hari ini , Daddy mentraktir es krim se mobil penuh lalu mommy membelikan Keana banyak barang" ungkap Keana


"Itu karena Mommy sayang sama Keana , Daddy juga " jelas Briana.



Setelah mereka berdua berbelanja, Briana mengajak Keana ke sebuah salon untuk anak anak.


Briana akan merapikan rambut Keana dan mengecat kuku Keana.



Malaikat kecil tersebut dengan antengnya mau menuruti perintah Mommy nya duduk berlama lama.


Briana tak kuasa menahan air matanya.


"Mom, kau menangis ?" tanya Briana


"Tidak, mata mommy kemasukan debu sayang" Elak Briana


Briana mengingat Saudara tirinya Tania Kalau dia masih hidup, pasti dia akan bangga sekali dengan putrinya .


Hari sudah sore, Briana mengajak Keana untuk pulang. Karena tak ingin membuat orang tuanya cemas.


" Mom, kita pulang ke rumah Keana ya ?" pinta Keana


" kenapa ?" tanya Briana


" Keana ingin pulang kerumah Daddy" rayu Keana


" berarti keana tak ingin menginap bersama mommy?" tanya Briana


" Lain kali saja mom, kasian Daddy sendirian" bujuk Keana


" baiklah, mommy akan mengantarmu" kata Briana


🍁🍁


Mereka telah sampai dirumah Maxim. Briana hanya ingin mengantarkan Keana lalu pulang. Tetapi Pelayan Maxim mengatakan bahwa Tante Monica sudah balik ke luar negeri. Jadi Keana dirumah sendiri.


Monica mengira Keana akan tinggal bersama Briana dirumah Papanya.


Jadi dia meminta Briana menemani Keana sampai Maxim pulang.


" Mom, temani Keana" pinta anak itu


" iya, hanya sampai Daddymu pulang " jawab Briana


" Daddy pulang malam lagi ?" tanya Keana


" mommy tak tahu" sahut Briana


Keana sudah menguap lebih dari 2 x dalam semenit.


" ayo tidur, ini sudah malam" ajak Briana


" mommy temani Keana ya ?" pinta Keana


" iya, mommy akan menemanimu hingga kamu tidur" kata Briana


" oke ... ayo mom" ajak Keana ke kamarnya.


" Good night sweet baby.." kata Briana sambil mencium Keana


" Good night mom" jawab Keana


Keana sudah tertidur, kini dia hanya menunggunya sampai Maxim pulang.


" sudah selarut ini dia belum pulang " pikir Briana


" dia terlalu bekerja dengan keras" kata Briana


Tanpa terasa Briana juga merasakan rasa kantuk yang tak tertahankan.


Hingga membuatnya tertidur di samping Keana kecil.


🍁🍁


Pukul 23.15 Maxim baru pulang kerumah. Dia melihat mobil Briana masih terparkir dirumahnya.


Melihat hal tersebut membuat hatinya riang gembira.


" Akhirnya wanita itu mau pulang ke rumah ini " kata Maxim


Maxim masuk rumah dengan disambut pelayanannya.


" Bagaimana Keana ?" tanya Maxim


" Jangan panggil dia Nona, karena dia akan menjadi Nyonya dirumah ini " kata Maxim


" Maaf kan saya Tuan" pinta Pelayan tersebut


Maxim hanya mengangguk lalu menuju kamar anaknya.


Dia melihat dua orang wanita yang sangat dia cintai sedang terlelap dalam tidurnya.


Yang satu memakai piyama,dan yang satu masih memakai pakaian kerjaannya.


" Beginikah rasanya memiliki keluarga" ucap Maxim lirih.


Rasa lelah dan capeknya hilang setelah melihat dua wajah yang sedang tidur dengan pulasnya.


Dia lalu menghampiri keduanya dan mencium dahi keduanya.


🍁🍁


Pagi hari kamar Malaikat kecil


Briana merasa tubuhnya kram, lalu membuka matanya.


Betapa terkejutnya dia melihat seorang pria ada disampingnya dan memeluknya.


" Sial***n Max " umpat dia sambil Menjewer Telinganya Maxim


" kenapa kau berisik sekali Bi? kau bisa membangunkan Keana dan Adiknya " ejek Maxim yang baru bangun juga


"Kau mesum max, dasar pria tak waras" umpat Briana sambil bangun dari tempat tidur


" hey, kau mau kemana? ini hari Minggu " ejek Maxim


" pulang " jawab Briana melepas tangan nya yang digenggam keana


" jangan harap kau bisa keluar " ancam Maxim


" kau keterlaluan, aku bisa menuntutmu" kata Briana


"ini bahkan bukan pertama kalinya untuk kita " goda Maxim


" Mom... " sapa Keana sambil membuka matanya


" Sial, bos kecil bangun " umpat Maxim dalam hati


" Dad, kau tidur dikamar Keana?" tanya Keana


" Daddy merindukanmu" kata Maxim


" Bagaimana bisa Daddy merindukanku, tetapi Daddy memeluk mommy" rengek Keana


" itu tak benar sayang, dia tak memeluk mommy" bujuk Briana


" Daddy merindukan kalian," kata Maxim sambil memeluk keduanya


" kita akan sarapan bersama?" tanya Keana


" tidak " kata Briana


" iya " kata Maxim


" yang benar yang mana ?" Keana mulai menangis


" tentu saja Daddy sayang " bujuk Maxim


" Mom... " pinta Keana dengan rayuan mautnya


" iya as you wish, kita akan sarapan bersama " kata Briana menyerah


" Dad, kau belum menciumiku tadi malam, pagi ini juga " rengek Keana


" iya Daddy lupa" jawab Maxim


Maxim mencium Putrinya dua kali.


" untuk mommy?" pinta Keana


" No ...." tolak briana


" mom " rengek Keana mengancam


Dan cup


Maxim mencium Briana di depan Anaknya.


" 2 kali " ancam Keana


" Daddy menang banyak kali ini sayang " kata Maxim


Briana menutup matanya lagi, Kali ini dia benar benar pasrah menghadapi kedua monster mengerikan itu.


" Dad, kenapa lama sekali " protes Keana waktu Maxim mencium Briana yang kedua.


Karena Maxim menciumnya di bibir 🤗


Mungkin keduanya terlanjur menikmati atau karena apa 😝😝


" iya Daddy lupa " bujuk Maxim