Princess Connect

Princess Connect
Lima Puluh



" Sudah ku katakan aku akan ke Airport Max .. Kau membuatku terlambat " Maki Briana dengan Kesal setelah memakai Pakaiannya kembali.


" Siapa suruh kau menolakku tadi pagi, ini hukumannya " kata Maxim dengan terkekeh duduk disebelah Bed sebuah Hotel .


" Sekali lagi kau culik aku seperti ini kau akan mati Max " Ancam Briana



" Kata katamu mengesankan sayang " Goda Maxim merapikan stelan jas nya.


Briana tak peduli dengan apa yang dilakukan Maxim, Dia lantas bergegas meninggalkan kamar Hotel tersebut.


" Mau kemana ?" tanya Maxim


" Ke Neraka " umpat Briana dengan kesal


" Bi kau sungguh menakutkan " keluh Maxim dengan senyum liciknya.



" Kau sudah dimana ?" tanya Briana menelpon seseorang


" Aku masih di Airport menunggu mu sialaaan" jawab Clara marah marah.


" Aku minta maaf nenek, ini diluar kehendak ku" kata Briana dengan iba


" Kita akan sampai dalam 15 menit aku janji " jawab Maxim merebut Handphone Briana.


" This is Jakarta !!!!" bentak Briana


" Kau lupa suamimu kaya ?" goda Maxim


Maxim lalu Masuk ke mobilnya diikuti Briana, Dia lalu menelpon seseorang.


" Sterilkan jalanku menuju Airport, aku akan mengirimkan posisi kordinatku berada" Perintah dia dengan sikap arogannya.


Tak berapa lama datanglah mobil pengawal mendekati mereka dan dua buah Motor Pengawal juga.



" Max... Kau melakukan ini semua ?" Bentak Briana


" Kenapa, katamu kau akan telat sayang" jawab Maxim


" Ini berlebihan, kau tak tahu tugas mereka lebih penting dari ini " Kata Briana dengan marah marah.


" Aku sudah membayar mereka , apa salahnya ?" tanya Maxim heran


" Kau benar benar semaunya" ejek Briana


" ini bayaran atas kebaikanmu tadi " kata Maxim mengedipkan mata


" Sembarangan ..." Maki Briana dengan menjewer telinga Maxim


" Sayang, aku sedang konsentrasi kau bilang ingin cepat cepat " sindir Maxim



Tak sampai Lima belas menit Maxim sudah memarkir mobil nya di Bandara.


" Kau membuatku kesal Bi , untung saja kita tak ketinggalan pesawat" Kata Clara


" Ini semua karena ulah mesum Pria ini " sindir Briana


" Tapi aku sudah mengatasinya sayang " bujuk Maxim memeluknya.


" Berhenti Max, Kita akan telat " Rayu Briana


" Jangan macam macam disana " Pinta Maxim masih tetap memeluk Briana . Tangan nya mulai menyelinap di atasan Briana.


" Kau mesum sayang " kata Briana


Melihat kemesraan Briana dan Maxim Clara pura pura batuk.


" uhuk uhuk... uhuk.." sindir Clara


" Kau juga akan mengirim mata matamu Max ?" tanya Clara


" Bram ??? apa kau merindukannya ?" ejek Maxim


" Apa , tidak.. aku tak merindukannya" elak Clara


" Kalian bahkan sudah menghabiskan malam berdua " ejek Briana


" Ayo, sebentar lagi pesawat kita akan take off " ajak Clara mengalihkan pembicaraan.


" Ayo " balas Briana Berbalik meninggalkan Maxim


Melihat kelakuan cuek Briana, Maxim lalu menyambar tangannya . Kontan saja itu membuat Briana berbalik pada Maxim.


Melihat respon tersebut tak disia siakan Maxim begitu saja. Dia dengan cepat mencium bibir Briana di muka umum.


Briana membelalakkan matanya waktu Maxim menciumnya.


" Kau gila Max, ini di muka umum " maki Briana


" Berangkat bawel, kalian akan terlambat" ejek Maxim.


" Kau awas saja, lihat saja kalau aku bertemu denganmu lagi " Ancam Briana


" Aku menunggu nya sayang" ejek Briana


"Bye sweetie ..." Kata Maxim


" Pria gila .." sahut Briana bersama Clara masuk ke Gate Pesawatnya.


" Bersenang senanglah selagi kau bebas sayang, karena aku memiliki kejutan untukmu " Gumam Maxim sendiri


๐Ÿ๐Ÿ


Clara dan Briana telah berada di dalam kabin pesawat mereka.


" Benar katamu Ra, tumben sekali dia tak mengirimkan mata mata " celetuk Briana


" Bukankah itu bagus, kita bisa bersenang senang " balas Clara


" itu bukan sifat Maxim, aku tahu dia seperti apa " jelas Briana


" Kau tahu banyak tentangnya" goda Clara


" aku sudah pernah dekat dengannya" sahut Briana


" Pernah dekat ? bahkan sampai sekarang pun kalian masih lengket " ejek Clara


" Dia yang selalu memaksaku, hingga menculikku" jelas Briana panjang lebar.


" menculik ??" tanya Clara heran


" Sebelum aku berangkat ke Bandara, dia menculikku ke hotelnya" jawab Briana


" Apa kalian ...?" tanya Clara mengedipkan mata


" Apa maksudmu nenek " umpat Briana dengan kesal


" Dia pria dewasa, paling kalian juga melakukannya " ejek Clara


" Apa di otakmu aku seperti itu ?" sindir Briana


" Aku sudah menduganya, kalian sama saja" ejek Clara


" Dia memaksaku Ra " sanggah Briana


" dan kau nyosor juga Nyonya " goda Clara


" Aku tak tahu apa aku juga menikmatinya " batin Briana


" Sudah ku duga , kau menikahlah dengannya " ejek Clara lagi.


" Aku belum siap " jawab Briana pelan.


" Dia serius padamu Bi" bujuk Clara


" aku tahu Ra, dan Dia juga sudah sering memintaku menikah dengan nya tapi aku belum siap" jelas Briana.


" Sampai kapan ? sampai kau hamil ?" umpat Clara


" aku belum tahu " jawab Briana


Sepanjang perjalanan ke Italia mereka habiskan dengan curhat satu sama lain.


๐Ÿ๐Ÿ


Malpensa Internasional Airport


Briana dan Clara telah tiba di Milan.



Mereka lalu menuju Pintu keluar.


Disana mereka sudah di sambut seseorang dengan papan nama mereka berdua.


"Buon pomeriggio signorina. presentami Miguel. Mi รจ stato assegnato di prenderti entrambi. ( Selamat siang nona nona, Perkenalkan saya Miguel, saya ditugaskan untuk menjemput kalian berdua ) " kata orang tersebut yang bernama Miguel


" Good afternoon Mr. Miguel, thank you for helping us." Sahut Briana


Mereka berdua diantar Miguel ke Hotel tempat mereka menginap.


Karena Briana akan melakukan Foto sesion untuk Designer Asal UK Sarah Burton.


Sarah Jane Burton OBE adalah perancang busana Inggris, saat ini direktur kreatif merek fashion Alexander McQueen. Dia merancang gaun pernikahan Catherine Middleton untuk pernikahannya dengan Pangeran William,


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Bersambung..