
Siang ini Maxim kesal sekali, Dia marah marah selama di kantornya.
Semua karyawannya kena imbas kemarahannya termasuk Bram juga.
Dia mengingat percakapan antara dirinya dan dr Tyojie.
Flashback 🌸
" Apa ada obat untuk morning sickness dok?" Tanya Maxim kesal
" Morning sickness itu bawaan bayi Pak, nanti seiring bertambahnya usia kehamilannya Bu Briana akan hilang dengan sendirinya" Jelas dr Tyojie
" Aku tak mau tahu, Anda kan dokter profesional anda harus membatu istri saya. Berapapun biayanya akan saya bayar" Perintah Maxim
"Tapi itu tak ada obatnya Pak" jawab dr Tyo
Karena Maxim tak mau berdebat dengan dokter tersebut, Dia lalu pergi meninggalkan dr Tyo dengan perasaan tak Puasnya.
Flashback end 🌸
Efeknya , seluruh karyawan di Kantornya kena imbasnya.
"Bram aku minta Americano, kenapa kau bawa Capuccino" Umpat Maxim
"Tapi tadi anda meminta dibuatkan Capuccino pak" Jelas Bram tak mau kalah.
"Apa aku sudah hampir gila karena tak bisa mendekatinya" Jelas Maxim dengan kesalnya
"Mendekati siapa ?" Tanya Bram penuh selidik
"Mendekati Istriku lah, setiap kali aku mencoba mencumb*nya dia selalu mual mual dan muntah" Jelas Maxim dengan rasa frustasi yang di tahannya
"Jangan jangan Bu Briana hamil pak" goda Bram dengan semangatnya
"Memang" sahut Maxim dengan singkat
"Itu berita bagus Pak, anda akan memiliki anak" Kata Bram
"Aku bahkan tak bisa menyentuh istriku dari tadi pagi" Jelas Maxim masih dengan kesalnya.
"Mungkin anak bos tak ingin anda mendekatinya" ejek Bram
"Dan aku sudah tanya ke dokter Briana ini tak ada obatnya Bram" imbuh Maxim
"Sabar ya bos" Nasehat Bram
"Masalah pembebasan lahan belum kelar, ini tambah masalah lagi" Curhat Maxim.
"Tenang saja, nanti saya akan coba bantu anda Bos" bujuk Bram yang merasa kasihan dengan Bosnya.
"Terimakasih Bram, dan nanti kau temani aku menemui Mr Vugo" ajak Maxim
"Buatlah Bu Briana nyaman dan merasa bahagia bos, setelah itu anda bisa langgsung mendekatinya" Nasehat Bram.
"Baiklah, akan aku coba saranmu . Terimakasih Bram" jawab Maxim lumayan lega.
Sebentar lagi Maxim akan memimpin rapat Proyek Mall tersebut.
🍁🍁
Maxim akan memberitahukan bahwa nanti dia akan pulang larut malam. Karena dia banyak kerjaan di kantornya.
"Tak masalah sayang, aku juga ingin menginap dirumah Papa jadi aku akan mengajak Keana menginap disana" Jawab Briana meyakinkan suaminya.
"Kau dan Keana akan dijemput sopir kita" Jelas Maxim
"Oke Max, jangan menghawatirkan kami berdua" bujuk Maxim.
"Aku juga akan Ke Surabaya bertemu Mr Vugo bersama Bram" kata Maxim meminta ijin Istrinya.
" Take care Max, jangan lupa makan" Briana mengingatkan kebiasaan suaminya
"Sure baby, Aku akan pulang secepatnya setelah pekerjaanku selesai" Jelas Maxim.
"Terakhir, kurangi rokokmu" Ancam Briana dengan nada tinggi
"Tentu saja sayang, Love you" Sahut Maxim
"Love you too" Kata Briana lalu menutup telponnya.
"Hanya mendengar istrinya dari telponnya saja sudah membuat Maxim lumayan tenang"
🍁🍁
Shinta memberitahukan bahwa dibawah ada karyawan dari florist membawa rangkaian bunga.
" Bawa masuk saja Shin kenapa kau masih bertanya padaku" Sindir Briana
"Bu, anda tolong ke bawah sendiri mau ditaruh dimana bunga nya" Jelas Shinta.
"Apasih Shinta..." Gerutu Briana yang malas beranjak dari tempatnya duduk .
"Apa apaan ini ???" Tanya Briana dengan Herannya.
Kini Lobby kantornya penuh dengan bunga beranekaragam dan berwarna warni.
Salah seorang pegawai florist tersebut mendekatinya dan memberikan kartu ucapan berwarna merah jambu berbentuk sebuah hati.
"Untuk Mommy dari anak anakku" bacaan tulisan tersebut.
Dia sudah menduga bahwa itu dari suaminya yang sangat iseng.
Kini seluruh karyawan memperhatikannya. Briana jadi pusat perhatian di kantornya.
" Romantis sekali Bu suami anda" Goda Adam
"Ini berlebihan, Dia kira aku ini kuntilanak apa suruh aku makan segini banyak" Gerutu Briana.
"Pak Maxim sungguh romantis abis bis bis" Goda Shinta
"Bawaan orok" Sahut Briana meninggalkan Lobby Kantornya.
"Direktur hamil ???" Tanya Shinta mungkin salah dengar
"Tebak saja" Sahut Briana
"Bu, ini mau diletakkan kemana ?" Tanya Adam.
"Kirim lagi ke Dua Benua" Sahut Briana menuju lift untuk ke Ruangannya.
"Benarkah?"Goda Adam
"Aku sungguh lelah hari ini Dam, Belum lagi nanti akan menjemput anakku" Jelas Briana
"Sayang sekali kalau dikembalikan Bu" imbuh Shinta
"Kalau begitu kalian ambil saja" Ejek Briana
"Ini khusus untuk Direktur loh" Goda Adam
"Menurutmu ini harus di taruh dimana?" tanya Briana heran pada Adam dan Shinta.
"Iya juga Bu.." Kata Shinta
" Kirim ke Dua Benua, biar dia sendiri yang memikirkannya mau diletakkan dimana" Celoteh Briana
"Beliau akan marah Bu" imbuh Adam.
"Terserah kalian aku tak peduli" kata Briana dengan kesalnya.
"Diruangan anda saja Bu" Usul Shinta
Briana lalu menelpon suaminya. Dia ingin mencari Perhitungan atas ulahnya yang membuat dia ribet kali ini.
Sudah berkali kali dia menghubungi suaminya tapi tak diangkat angkat. Kelihatannya Maxim sedang sibuk. Lalu Briana mengurungkan niatnya.
"Max... Kau dan anakmu ini membuatku pusing" Umpat Briana
"Anda benar benar hamil Bu" Tebak Shinta
"Iya... dan ini ulah lelaki sialan itu yang sudah menjebaku menikah dengannya" Cerita Briana dengan kesalnya.
"Menjebak menikah, bukannya pernikahan kalian sungguh romantis Bu Di Milan" Tanya Adam.
"Dia sekongkol dengan Management ku, aku mendapat Event pemotretan untuk wedding dress dan ternyata aku dijebak Suamiku" Jelas Briana berapi api.
"Tapi ujung ujungnya juga anda hamil juga Bu" Ejek Adam.
"Itu memang tujuan dia, dia ingin menyuruhku berhenti di dunia Modeling dengan menghamiliku" Kata Briana
"Juaraaaaaa ....." Kata Adam kali ini dipihak Maxim.
"Adam kau berkhianat" Sindir Briana
"Keren sekali Bu, pak Maxim" Puji Shinta
"Sudah baik, romantis, ganteng tajir lagi" Imbuh Shinta
"Kalian berdua, siapa yang atasan kalian?" Bentak Briana
"Anda...." jawab Mereka bersamaan lalu pergi ke luar ruangan Briana.
🍁🍁🍁